Partisipasi Perguruan Maenpo Cagar Pusaka Cikalong Kulon (CPC) dalam Pelantikan KPSTI Kabupaten Cianjur

Penulis: Yoseph | Editor: Rahmat Kartolo
Aswinnews – Tajam, Berimbang, dan Ter-Update

Jakarta, Aswinnews.com —
Perguruan Maenpo Cagar Pusaka Cikalong Kulon (CPC) turut berpartisipasi aktif dalam acara pelantikan Komite Pencak Silat Tradisi Indonesia (KPSTI) Kabupaten Cianjur yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (14/12/2025).

Kehadiran CPC dalam kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen nyata terhadap pelestarian seni bela diri tradisional pencak silat, yang telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia sejak 12 Desember 2019.

Oplus_16908288

Pelantikan KPSTI Kabupaten Cianjur menjadi bagian dari upaya penguatan kelembagaan pembinaan pencak silat tradisi, yang tidak hanya mengedepankan aspek bela diri, tetapi juga nilai-nilai budaya, spiritual, pertahanan diri, dan seni, sebagaimana ditekankan dalam Konvensi UNESCO Tahun 2003.

Penguatan Pelestarian Budaya

Pencak silat tradisi merupakan manifestasi kebudayaan Indonesia yang memadukan unsur olahraga, seni pertunjukan, serta nilai filosofis yang diwariskan secara turun-temurun. Keberadaannya berperan penting dalam membangun karakter, toleransi, dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Pelantikan KPSTI Kabupaten Cianjur ini sekaligus menjadi momentum peringatan enam tahun pengakuan pencak silat oleh UNESCO, dengan tujuan memperkuat sinergi antarperguruan silat di 32 kecamatan se-Kabupaten Cianjur. Acara tersebut didukung oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta Kementerian Kebudayaan, dan dihadiri oleh tokoh nasional, budayawan, serta para pemerhati pencak silat tradisi.

Pernyataan Ketua Umum CPC

Ketua Umum CPC, Dandi Supriadi, yang dikenal dengan sapaan Ki Ujo, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, saya dapat menghadiri acara pelantikan ini sekaligus syukuran atas enam tahun berdirinya KPSTI Kabupaten Cianjur. Harapan ke depan, seluruh perguruan silat di 32 kecamatan Kabupaten Cianjur dapat bersatu dan bersinergi di bawah naungan KPSTI,” ungkapnya.

CPC secara resmi tercatat sebagai salah satu perguruan dari Kabupaten Cianjur yang mengikuti prosesi pelantikan KPSTI, sekaligus mendukung program pemerintah dalam menjaga dan mengembangkan pencak silat tradisi sebagai warisan budaya bangsa.

Implikasi Pelestarian

Partisipasi CPC dinilai memperkuat jejaring perguruan pencak silat tradisional serta mendorong keberlanjutan warisan budaya takbenda di tingkat lokal. Ke depan, diperlukan penguatan pembinaan melalui jalur formal dan informal, khususnya bagi generasi muda, agar nilai-nilai pencak silat tetap hidup dan relevan dengan perkembangan zaman.

Tingginya keterlibatan perguruan dan masyarakat dalam kegiatan kebudayaan seperti ini menjadi indikator penting keberhasilan pelestarian budaya nasional.

Redaksi aswinnews.com

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *