Banda Aceh – Aswinnews.com — Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, S.IP., MPA., menggelar pertemuan dengan jajaran pimpinan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Pusat di Sekretariat Posko Tanggap Darurat Aceh, Kamis (4/12). Pertemuan tersebut juga dihadiri pimpinan Kadin, IWAPI, Organda serta Yayasan Buddha Tzu Chi.
Pertemuan ini difokuskan pada perkembangan terbaru penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh, terutama percepatan pemulihan logistik, infrastruktur, transportasi, serta perekonomian masyarakat terdampak.
Sekda M. Nasir menjelaskan bahwa proses evakuasi telah berlangsung di hampir seluruh wilayah, namun Aceh Utara dan Aceh Tamiang masih masuk kategori darurat dan memerlukan respon cepat. Sejumlah wilayah di Tamiang masih terisolasi, terutama daerah pedalaman yang sulit ditembus. Kondisi serupa juga terjadi di Aceh Utara, meliputi Sawang, Langkahan, Jambo Aye, dan sebagian Seuneuddon.

Distribusi bantuan kini mulai dilakukan melalui jalur laut dari Pelabuhan Ulee Lheue ke Kuala Langsa, sebelum diteruskan menuju titik terdampak. Di wilayah tengah, akses darat sudah terbuka hingga 42 kilometer dan diperkirakan akan pulih lebih jauh dalam dua hari.
Sekda menyoroti menipisnya persediaan beras Bulog di beberapa wilayah. Pemerintah Aceh sedang mengupayakan suplai tambahan secepat mungkin, termasuk untuk Gayo Lues yang masih memiliki daerah terisolasi akibat jembatan putus. Ia juga menegaskan bahwa lebih dari 75.000 rumah warga dilaporkan rusak, jumlah yang bahkan melampaui kerusakan pemukiman pascatsunami 2004.
Pemerintah Aceh terus berkordinasi dengan BNPB untuk mempercepat pengerahan alat berat, terutama di lokasi permukiman yang tertutup lumpur mengeras. Pembangunan jembatan darurat di jalur Bireuen–Aceh Utara serta Bener Meriah kini memasuki hari keempat dan ditargetkan tuntas dalam dua hingga tiga hari mendatang. Jika tersambung, jalur darat akan kembali normal sehingga distribusi logistik dapat berlangsung lebih cepat dan dengan kapasitas lebih besar dibanding jalur udara.
Pemulihan jaringan komunikasi baru mencapai 51 persen dan ditargetkan meningkat hingga 75 persen dalam dua hari ke depan. Sekda juga meminta dukungan pemerintah pusat serta BUMN, khususnya PLN, agar pemulihan listrik dapat dipercepat.
Ketua Umum HIPMI, Akbar Himawan Buchari, menyampaikan duka mendalam dan menegaskan bahwa HIPMI berkomitmen tidak hanya memberi bantuan logistik, tetapi juga mendukung pemerintah Aceh dalam pemulihan infrastruktur hingga tahap rekonstruksi. Ketua Umum Kadin, Anindya Novyan Bakrie, menyatakan kesiapan Kadin untuk hadir bersama pemerintah Aceh dalam penanggulangan bencana.
Ketua Umum IWAPI, Nita Yudi, menyampaikan bahwa sejak hari pertama bencana pihaknya sudah membuka dapur umum dan menggalang dana untuk korban. Sementara itu, BPBA menegaskan bahwa bencana kali ini berdampak jauh lebih luas dibanding tsunami 2004, meski korban jiwa tidak sebanyak peristiwa tersebut.
Yayasan Buddha Tzu Chi juga menyatakan kesiapan untuk membantu pemulihan infrastruktur dan mendampingi pelaku UMKM agar kembali pulih. Program pelatihan dan pendampingan usaha disebut perlu digerakkan untuk menghidupkan kembali ekonomi warga.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda Aceh juga menerima secara simbolis bantuan dari BPP HIPMI yang diserahkan langsung oleh Ketua Umum HIPMI Pusat.
Pemerintah Aceh menyampaikan apresiasi dan berharap sinergi semua pihak dapat mempercepat pemulihan seluruh wilayah terdampak bencana.
Kontributor: Sekda Aceh
🖊️ Laporan Jurnalis: Drs. Isa Alima
✍️ Editor: Abah Roy | Redaksi AswinNews.com – Tajam, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update
![]()
