Pemutaran Film “Tak Kenal Maka Taaruf” Berhasil Gambarkan Nuansa Kekinian Dan Sarat Makna

Penulis: Ine | Editor: Rahmat Kartolo
Sumber: Aswinnews.com – Tajam, Berimbang, dan Ter-Update

Jakarta, Aswinnews.com — Tema film Indonesia kini semakin beragam, salah satunya diangkat melalui film Tak Kenal Maka Taaruf, yang segera tayang di bioskop seluruh Indonesia. Film produksi Yahywa Titi Mangsa ini menjadi debut penyutradaraan Toma Margens, putra dari aktor legendaris mendiang Toro Margens.

Film ini mengangkat kisah taaruf dalam Islam dengan balutan cerita cinta remaja yang ringan, menghibur, namun tetap sarat nilai-nilai moral dan religius.

Sinopsis Singkat

Film ini mengisahkan Zoya (diperankan oleh Saskia Chadwick), mahasiswi kedokteran yang memegang teguh prinsip pernikahan tanpa pacaran. Trauma akibat kegagalan cinta kedua kakaknya membuat Zoya mengidap philophobia—rasa takut untuk jatuh cinta.

Pertemuan tak terduga dengan Faris (Fadi Alaydrus), mahasiswa teknologi kelautan yang juga seorang vokalis tampan, justru menjadi awal kisah yang unik. Awalnya Zoya merasa terganggu oleh Faris, namun keadaan berbalik ketika mereka mulai mengenal satu sama lain lebih dekat.

Di sisi lain, Cleopatra (Dinda Mahira), mahasiswi enerjik dan modern yang naksir berat pada Faris, membuat konflik cinta segitiga semakin menarik. Kehidupan Zoya pun semakin berat ketika ia harus menghadapi kabar duka atas meninggalnya sang ayah.

Pesan dan Makna di Balik Film

“Kami persembahkan film ini untuk para remaja yang akan menjadi pemimpin masa depan. Kami ingin menghadirkan tema berbeda yang memadukan kondisi sosial masyarakat dengan konsep ideal taaruf yang masih jarang diterapkan,”
— ujar Toma Margens, sutradara Tak Kenal Maka Taaruf, saat konferensi pers di Studio 1, XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (6/11/2025).

Para pemain utama seperti Fadi Alaydrus, Saskia Chadwick, dan Dinda Mahira mengaku sangat antusias dengan penayangan film ini.

“Buat aku, film ini kekinian banget. Menawarkan proses pencarian pasangan hidup yang baik sesuai ajaran Islam,” ujar Fadi Alaydrus.

“Zoya mengingatkanku pada pesan ayah agar menjaga diri dari pergaulan bebas. Film ini bukan hanya menghibur, tapi juga memberi pelajaran bahwa taaruf tidak sekaku yang dibayangkan,” tambah Saskia Chadwick.

Pesan dari Para Kreator

Dedy Suherman, selaku Executive Producer, menuturkan bahwa ide pembuatan film ini lahir dari kegelisahan para produser terhadap gaya pergaulan anak muda masa kini.

“Kami para bapak-bapak ingin memberi tuntunan tanpa kesan menggurui. Film ini kami buat agar bisa menjadi tontonan sekaligus tuntunan,” ungkapnya.

Penulis skenario Mim Yudiarto menambahkan bahwa taaruf adalah proses ideal bagi mereka yang ingin membangun hubungan serius tanpa melanggar batas nilai agama.

Film Religius yang Ringan dan Menghibur

Tak Kenal Maka Taaruf berhasil menampilkan konsep taaruf dalam nuansa modern yang ringan, lucu, dan menyentuh. Tidak menggurui, namun tetap menggugah kesadaran akan pentingnya proses yang sesuai syariat dalam menjalin hubungan.

Film ini menjadi contoh bahwa tontonan bernuansa Islami bisa tetap terasa segar dan relevan bagi generasi muda.

Jangan lewatkan penayangannya mulai Kamis, 13 November 2025, di bioskop seluruh Indonesia!


Redaksi: Aswinnews.com

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *