BPBD Bengkalis Perkuat Sistem Deteksi Dini Karhutla Lewat Pemantauan Aplikasi Sipongi dan BMKG

✍️ Penulis: Desi Mayasari
🗞️ Editor: Kenzo – Redaksi
📍 Bengkalis | AswinNews.com — Tajam, Akurat, Berimbang, Terpercaya, dan Ter-Update


Bengkalis — AswinNews.com | Kamis (6/11/2025)
Dalam rangka meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), petugas Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkalis terus melakukan pemantauan intensif terhadap potensi hotspot melalui sistem digital milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), yaitu aplikasi Sipongi, serta data prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kegiatan pemantauan ini dilakukan setiap hari selama 24 jam secara bergantian, sebagai bentuk kesiapsiagaan BPBD Bengkalis dalam mendeteksi dini potensi kebakaran maupun bencana alam lainnya di wilayah Kabupaten Bengkalis.
Melalui sistem real-time Sipongi, petugas dapat memantau sebaran titik panas dan memverifikasinya dengan informasi cuaca, kelembapan udara, dan arah angin dari BMKG.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bengkalis, Drs. Sufandi, M.P., menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi informasi menjadi kunci utama dalam memperkuat strategi pengendalian Karhutla di daerah.

“Pemantauan secara digital ini tidak hanya membantu kami dalam deteksi dini, tetapi juga mempercepat proses pengambilan keputusan untuk tindakan di lapangan — baik berupa penyebaran informasi maupun pengerahan personel,” ujarnya.

Selain memanfaatkan sistem daring, BPBD Bengkalis melalui Pusdalops-PB juga menjalin koordinasi aktif dengan pos lapangan, relawan, aparat desa, serta instansi terkait guna memastikan situasi di lapangan tetap terkendali.
Upaya kolaboratif ini diharapkan mampu menekan potensi kebakaran dan melindungi lingkungan dari ancaman bencana.

Sufandi juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan ke pihak berwenang apabila menemukan titik api atau tanda-tanda kebakaran di sekitar wilayah mereka.

“Peran serta masyarakat sangat penting. Tanpa dukungan warga, pengendalian Karhutla tidak akan berjalan maksimal,” tegasnya.

Dengan sinergi antara pemantauan teknologi dan partisipasi masyarakat, BPBD Bengkalis berkomitmen menjaga wilayahnya tetap aman dan bebas dari bencana kebakaran hutan serta lahan.


Catatan Redaksi

Pemanfaatan teknologi seperti Sipongi dan dukungan data BMKG menjadi langkah strategis dalam mencegah bencana ekologis di tingkat daerah. Namun, keberhasilan pengendalian Karhutla tetap bergantung pada kesadaran kolektif masyarakat. AswinNews.com mengapresiasi langkah BPBD Bengkalis yang proaktif memadukan sistem digital dan gotong royong sosial sebagai fondasi kesiapsiagaan bencana yang berkelanjutan.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *