Lomba Membatik Ibu dan Anak Meriahkan Peringatan Hari Batik Nasional di Jombang

🖋️ Penulis: LR
📍 Jombang, Jawa Timur — Rabu, 22 Oktober 2025
🖥️ Editor: Kenzo ~ Redaksi Aswinnews.com – Tajam, Akurat, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-update


Jombang ~ Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) Kabupaten Jombang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang menggelar Lomba Membatik Lawean tingkat Taman Kanak-Kanak se-Kabupaten Jombang.

Kegiatan berlangsung pada Sabtu (8/10/2025) pagi di Aula Terbuka Disdikbud Kabupaten Jombang dengan suasana yang penuh keceriaan. Sejak pagi, ratusan anak-anak bersama orang tua mereka tampak antusias mempersiapkan alat dan bahan membatik yang telah disediakan oleh panitia.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Disdikbud Kabupaten Jombang, Dra. Wor Windari, M.Si., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai budaya sejak usia dini.

“Kegiatan seperti ini sangat baik untuk menumbuhkan kecintaan terhadap batik dan melatih kreativitas anak-anak dalam suasana yang menyenangkan,” ujar Wor Windari.

Beliau menambahkan bahwa batik bukan sekadar karya seni, melainkan bagian dari identitas bangsa yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Melalui kegiatan lomba membatik ini, anak-anak diajak untuk mengenal langsung proses pembuatan batik, sekaligus belajar tentang kesabaran, ketelitian, dan keindahan dalam berkarya.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Jombang, Dra. Puji Utami, M.M., para kepala satuan PAUD, guru TK, serta perwakilan dari Batik Omah Lawean, yang menjadi mitra kerja sama dalam kegiatan ini.

Selain menjadi ajang kreativitas, lomba membatik ibu dan anak ini juga memperkuat hubungan emosional dalam keluarga. Para peserta terlihat bersemangat menciptakan berbagai motif batik sederhana yang mencerminkan keceriaan dan imajinasi khas anak-anak.

Ketua Panitia Kegiatan, Eni Lailiyah, M.PFis, menyampaikan bahwa kegiatan ini mendapatkan sambutan luar biasa dari masyarakat.

“Kegiatan ini diikuti oleh 1.060 anak dan 1.060 ibu, jadi total 2.120 peserta. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, dan kami bersyukur kegiatan berjalan lancar,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus digelar setiap tahun sebagai upaya pelestarian budaya batik sekaligus pendidikan karakter sejak dini.

“Kami berharap semangat mencintai batik terus ditumbuhkan di lingkungan keluarga dan sekolah. Ini bukan sekadar lomba, tetapi wujud nyata penanaman nilai-nilai budaya bangsa,” pungkasnya.


📝 Catatan Redaksi:

Lomba Membatik Ibu dan Anak ini bukan hanya sekadar ajang kreativitas, tetapi juga media pembelajaran karakter dan pelestarian budaya. Batik sebagai warisan dunia dari Indonesia membutuhkan dukungan lintas generasi agar tetap hidup dan berkembang. Redaksi Aswinnews.com mengapresiasi langkah Disdikbud dan IGTKI-PGRI Jombang dalam menanamkan nilai budaya sejak usia dini, sebagai bagian dari upaya membentuk generasi yang berkarakter, kreatif, dan mencintai warisan bangsa.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *