✍️ Penulis: Drs. Isa Alima
🗞️ Editor: Kenzo – Redaksi Aswinnews.com
Tajam, Akurat, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update
BIREUEN – ASWINNEWS.COM
Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, S.IP, MPA, menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada malam penutupan Pekan Kebudayaan Bireuen I yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-26 Kabupaten Bireuen, di Lapangan Cot Gapu, Sabtu (11/10/2025).
Dalam sambutannya, Sekda Aceh menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen beserta seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan dengan tema “Mahakarya Bumoe Jeumpa” tersebut.

“Pekan Kebudayaan Bireuen ini merupakan momen penting untuk mengenang sekaligus meneguhkan kembali jati diri dan semangat perjuangan masyarakat Kota Juang,” ujar M. Nasir di hadapan ribuan masyarakat yang memadati arena penutupan acara.
Bireuen, Kota Juang dan Pusat Sejarah Republik
Dalam kesempatan itu, M. Nasir mengingatkan kembali bahwa Bireuen memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

“Pada masa agresi Belanda II tahun 1947–1948, Bireuen pernah menjadi pusat pemerintahan darurat Republik Indonesia. Sejarah ini menjadi fondasi moral dan kebanggaan kita semua,” katanya.
Menurutnya, julukan “Kota Juang” bagi Bireuen bukan tanpa alasan. Semangat keberanian dan nasionalisme masyarakat Bireuen telah menjadi bagian dari karakter daerah tersebut hingga hari ini.
Dari Semangat Juang Menuju Pembangunan Ekonomi
Sekda Aceh menegaskan bahwa perjuangan masyarakat saat ini bukan lagi perjuangan fisik, melainkan perjuangan untuk membangun ekonomi rakyat dan mendorong kemajuan daerah.
“Pemerintah Aceh berkomitmen mendukung langkah-langkah strategis Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam memperkuat sektor perdagangan, pertanian, UMKM, serta industri kreatif berbasis potensi lokal,” tegasnya.
Ia juga menilai pelaksanaan Pekan Kebudayaan Bireuen I membuktikan bahwa kebudayaan dapat menjadi sumber kekuatan sosial dan ekonomi masyarakat. Melalui kegiatan seperti pawai budaya, festival seni, dan pameran pembangunan, masyarakat diajak untuk mengenal dan melestarikan warisan budaya daerah.
Kegiatan tersebut juga selaras dengan Qanun Aceh Nomor 5 Tahun 2025 tentang Pemajuan Kebudayaan Aceh, yang mendorong pengembangan potensi budaya sebagai pilar pembangunan daerah.
Menjadi Agenda Tahunan Kebanggaan Daerah
M. Nasir berharap Pekan Kebudayaan Bireuen dapat menjadi agenda tahunan yang memperkuat posisi Bireuen sebagai kota budaya dan ekonomi rakyat di wilayah tengah-utara Aceh.
“Mari kita jadikan semangat ‘Kota Juang’ bukan sekadar kenangan sejarah, tetapi kekuatan moral untuk membangun masa depan Bireuen yang lebih maju, mandiri, dan bermartabat,” tutupnya.
📝 Catatan Redaksi:
Pekan Kebudayaan Bireuen I bukan hanya ajang hiburan, tetapi manifestasi dari semangat masyarakat untuk menjaga identitas daerah sekaligus mendorong ekonomi kreatif berbasis budaya.
Aswinnews.com menilai kegiatan ini menjadi contoh konkret kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga warisan sejarah serta menumbuhkan optimisme pembangunan Aceh yang berakar pada nilai-nilai lokal.
![]()
