Penulis: Sunyoto | Editor: Rahmat Kartolo – Redaksi Aswinnews.com
Tajam, Akurat, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update
Nganjuk Aswinnews.com – Warga Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kabupaten Nganjuk, masih terus menanti realisasi janji bantuan ekonomi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, hampir lima tahun pasca bencana tanah longsor yang terjadi pada 2021 lalu.
Bencana tersebut menyebabkan 48 rumah rusak parah, 44 keluarga terdampak, serta 19 orang meninggal dunia akibat tertimbun material longsor.
Meski saat ini warga telah direlokasi ke lahan milik Perhutani dan tinggal di permukiman baru yang dinamai Dukuhan Wonoasri, namun kondisi ekonomi mereka masih memprihatinkan.
Pada tahun 2024 lalu, tim BPBD Provinsi Jawa Timur sempat melakukan pendataan langsung dari rumah ke rumah sebagai bagian dari rencana pemberian bantuan modal usaha bagi warga terdampak, sebagai upaya pemulihan ekonomi pasca-bencana. Namun hingga memasuki bulan Oktober 2025, janji tersebut belum juga terealisasi.
“Ekonomi Warga Masih Lumpuh”
Kepala Dusun Selopuro, Osmi, saat ditemui Aswinnews.com menyampaikan bahwa warga masih menunggu kejelasan dari pihak BPBD Provinsi Jawa Timur. Menurutnya, warga bersama pemerintah desa telah mengusulkan beberapa bentuk pemulihan ekonomi, termasuk pembentukan kelompok kerja, pengembangan usaha anyaman, serta pembangunan pasar lokal di Dukuhan Wonoasri.
“Kalau memang benar ada bantuan dari BPBD Provinsi Jawa Timur, kami sudah usulkan bentuk kegiatannya. Tapi sampai sekarang, belum ada tindak lanjut lagi dari pihak provinsi. Ekonomi warga masih sangat lemah, bahkan bisa dibilang lumpuh,” tegas Osmi kepada Aswinnews.com.
Ia juga menambahkan bahwa Kepala Desa Ngetos turut mendukung ide pembangunan pasar sebagai sentra ekonomi baru warga terdampak.
Harapan pada Pemerintah Provinsi
Ketiadaan bantuan selama hampir lima tahun terakhir memicu pertanyaan besar soal komitmen BPBD Provinsi Jawa Timur dalam membantu pemulihan ekonomi warga pasca-bencana. Meski upaya relokasi sudah dilakukan, namun langkah pemulihan ekonomi dianggap masih setengah jalan.
Warga berharap pemerintah provinsi, khususnya BPBD Jatim, tidak lepas tangan terhadap nasib mereka yang kini bergantung pada janji-janji bantuan yang tak kunjung terealisasi.
Penutup
Hingga berita ini diturunkan, pihak BPBD Provinsi Jawa Timur belum memberikan tanggapan resmi terkait keterlambatan realisasi bantuan tersebut. Redaksi Aswinnews.com akan terus melakukan penelusuran dan mengupayakan konfirmasi langsung kepada pihak terkait demi kejelasan informasi kepada publik.
Redaksi Aswinnews.com
menerima tanggapan, klarifikasi, atau hak jawab dari pihak terkait atas pemberitaan ini, sesuai dengan UU Pers No. 40 Tahun 1999.
![]()
