Diskusi Publik Koalisi Kawal RUU Masyarakat Adat: Dorong Ekonomi Kerakyatan dan Pengakuan Hak Masyarakat Adat

๐Ÿ–‹๏ธ Penulis: Ine โ€“ Kaperwil DKI Jakarta |
๐Ÿ“… 08 Oktober 2025
๐Ÿ“Œ Editor: Kenzo โ€“ Redaksi Aswinnews.com | Tajam, Akurat, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-update

Jakarta โ€“ Aswinnews.com

Koalisi Kawal RUU Masyarakat Adat menggelar Diskusi Publik bertajuk โ€œEkonomi Kerakyatan dan Pengakuan Masyarakat Adatโ€ di SleepLess Owl, Jakarta Selatan. Acara ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, akademisi, ahli ekonomi, dan tokoh masyarakat adat yang membahas pentingnya percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dan pembangunan berkelanjutan.

Koalisi menyoroti bahwa RUU Masyarakat Adat telah tertunda lebih dari satu dekade di DPR RI, sehingga perlu segera diprioritaskan dalam pembahasan legislatif.

Abdon Nababan, perwakilan Koalisi Kawal RUU Masyarakat Adat, membuka diskusi dengan menekankan pentingnya pengakuan terhadap sistem ekonomi berbasis nilai dan kelestarian lingkungan yang dijalankan masyarakat adat.

โ€œKami ingin RUU Masyarakat Adat disahkan agar masyarakat adat menjadi subjek pembangunan, bukan objeknya. Mereka tidak menolak investasi, asalkan tidak merusak tanah adat dan melibatkan mereka dalam pengambilan keputusan,โ€ tegas Abdon.

Sementara itu, Annas Raden Syarif dari Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) menyampaikan bahwa masyarakat adat memiliki peran strategis dalam menopang ekonomi nasional. Menurut data AMAN, terdapat lebih dari 1.000 komunitas masyarakat adat yang menguasai wilayah seluas 33,6 juta hektare, dengan potensi ekonomi mencapai Rp1 miliar per wilayah adat.

โ€œPengakuan hak atas tanah adat dengan peta yang jelas akan mendorong tumbuhnya ekonomi lokal dan pembangunan berkelanjutan,โ€ ujar Annas.

Dari sisi parlemen, Sekretaris Fraksi PKS DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah, menyambut baik diskusi ini dan menekankan pentingnya kejelasan definisi masyarakat adat agar tidak terjadi tumpang tindih klaim.

โ€œRUU ini harus memberikan definisi yang jelas dan adil. Masyarakat adat telah hidup jauh sebelum adanya klaim administratif. Potensi ekonomi mereka sangat besar dan perlu diberdayakan melalui kebijakan yang berpihak,โ€ jelas Ledia.

Direktur Ekonomi CELIOS, Nailul Huda, menambahkan bahwa kebijakan ekonomi harus berpihak dan tidak memperburuk ketidakpastian bagi masyarakat adat. Ia menilai, sistem ekonomi masyarakat adat lebih inklusif dan berorientasi pada kebersamaan.

โ€œKita harus beralih ke model ekonomi yang inklusif, baik bagi manusia maupun alam. Ekonomi ekstraktif yang hanya mengejar keuntungan tidak akan berkelanjutan,โ€ tegasnya.

Dari kalangan legislatif, Anggota DPR RI Fraksi PKS, Riyono, menegaskan komitmen partainya dalam mengawal proses legislasi RUU tersebut.

โ€œNaskah akademik sudah ada dan telah diajukan ke DPR. Namun karena belum dibahas bersama pemerintah, RUU ini belum dapat dilanjutkan. Kami berkomitmen memperjuangkan agar RUU Masyarakat Adat segera disahkan,โ€ ungkap Riyono.

Sementara itu, Guru Besar Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Zuzy Anna, menyoroti pentingnya penguatan institusi sosial adat sebagai modal utama ekonomi masyarakat adat.

โ€œMasyarakat adat memiliki nilai dan produktivitas luar biasa, meskipun belum tercatat dalam sensus ekonomi. Penguatan institusi adat akan memperkuat kemampuan mereka menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan,โ€ jelasnya.

Sebagai penutup, seluruh narasumber dan Koalisi Kawal RUU Masyarakat Adat sepakat untuk terus mengawal proses legislasi hingga RUU Masyarakat Adat disahkan menjadi undang-undang. Mereka menegaskan bahwa pengakuan hak-hak masyarakat adat harus menjadi fondasi ekonomi kerakyatan dan keberlanjutan nasional.


๐Ÿ“ Catatan Redaksi:

Aswinnews.com mendukung setiap upaya dialog publik yang memperkuat posisi masyarakat adat sebagai pilar ekonomi berkelanjutan dan pelestari lingkungan. Pengesahan RUU Masyarakat Adat menjadi langkah penting untuk memastikan keadilan sosial, ekonomi, dan ekologis bagi seluruh warga negara, tanpa terkecuali.

Kartolo

Recent Posts

Pengawas Bina, Kepala Madrasah, Guru ASN, dan Stakeholder Kemenag Kota Cirebon Ikuti Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Sambut HUT ke-81 RI

Jakarta โ€“ Aswinnews.com Para Pengawas Bina Madrasah, di antaranya Oma Saumadin,S.Pd.I., M.M.,Dra. Ujianti Prihatini, M.Pd.…

9 jam ago

Polres Langkat Amankan Ibadah Minggu Di Empat Gereja, Wujud Komitmen Jaga Kerukunan Umat Beragama

Langkat, Aswinnews.com โ€“ Polres Langkat melalui Polsek Padang Tualang melaksanakan pengamanan kegiatan ibadah Minggu dan…

14 jam ago

Liga Intern Jadi Tolok Ukur Kelas Latihan, PERCASI Kota Bandung Rutin Gelar Diklat Catur Yunior

BANDUNG, Aswinnews.com โ€“ Pengurus Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) Kota Bandung terus menunjukkan komitmennya dalam…

14 jam ago

Konfercab III PA GMNI Purwakarta Kukuhkan Wilman Supondo Secara Aklamasi, Perkuat Konsolidasi Alumni Membumikan Marhaenisme

PURWAKARTA, Aswinnews.com โ€“ Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Kabupaten Purwakarta menggelar Konferensi…

15 jam ago

Polres Langkat Amankan Ibadah Minggu di Empat Gereja, Wujud Komitmen Jaga Kerukunan Umat Beragama

Langkat AswinNews, com โ€“ Personel Polsek Padang Tualang, Polres Langkat, melaksanakan pengamanan kegiatan ibadah Minggu…

16 jam ago

Peresmian Dan Pembukaan Toko Besi Barokah Jaya Cabang Ke 5 Dikecamatan Pamanukan Kabupaten Subang Berjalan Lancar Dan Sukses

Subang,-aswinnews.com- Peresmian Dan Pembukaan Toko Besi Barokah Jaya Cabang Ke 5 Dikecamatan Pamanukan Kabupaten Subang…

16 jam ago