π Langkat, Sumatera Utara β ASWINNEWS.COM
ποΈ Sabtu, 4 Oktober 2025
βοΈ Penulis: Ali Asan,
ποΈ Editor: Kenzo – Redaksi Aswinnews.com β Tajam, Akurat, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-update
LANGKAT β ASWINNEWS.COM, Sabtu (4/10/2025)
Seorang pelajar asal Kota Pematang Siantar, Muhammad Iqbal Maulana (26), ditemukan tewas tenggelam di aliran Sungai Batang Serangan, tepatnya di kawasan Wisata Tangkahan, Dusun Kwala Buluh, Desa Namo Sialang, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat.
Kapolsek Padang Tualang, AKP Masagus ZD, STK, SIK, MH, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, laporan diterima dari masyarakat sekitar pukul 16.30 WIB tentang adanya penemuan mayat laki-laki yang diduga tenggelam di lokasi wisata tersebut.

βBegitu mendapat laporan, kami langsung menuju ke lokasi. Saat petugas tiba di tempat kejadian, korban sudah berhasil dievakuasi warga ke tepi sungai dalam keadaan meninggal dunia,β ujar AKP Masagus.
Berdasarkan keterangan para saksi, diketahui bahwa korban datang ke lokasi wisata bersama 13 orang rekannya dalam rangka kegiatan gathering dari Kantor BSI (Bank Syariah Indonesia) Kota Pematang Siantar. Mereka tiba di kawasan wisata sekitar pukul 12.30 WIB dan langsung mandi di aliran sungai, didampingi oleh dua orang pemandu wisata.

- Sekitar pukul 16.00 WIB, korban terlihat naik ke atas batu di pinggir sungai. Namun, tak lama kemudian ia tergelincir dan terbawa arus deras Sungai Batang Serangan. Rekan-rekan korban dan warga setempat segera melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai.
Setelah sekitar 30 menit pencarian, tubuh korban ditemukan mengambang dalam posisi telungkup sejauh 50 meter dari lokasi awal korban tergelincir. Warga kemudian mengevakuasi jasad korban ke tepi sungai dan membawanya ke Puskesmas Sei Bamban untuk dilakukan pemeriksaan medis.
Hasil pemeriksaan luar oleh dr. Endang Toto Kaban menunjukkan bahwa korban sudah tidak bernyawa.
Adapun hasil visum luar mencatat:
- Keluar darah dari hidung korban,
- Mata dalam keadaan dilatasi,
- Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,
- Korban dinyatakan meninggal dunia akibat tenggelam.
“Keluarga korban yang berada di lokasi menolak dilakukan autopsi, dengan alasan kematian korban merupakan murni musibah. Mereka juga menyatakan tidak akan menuntut pihak manapun dan bersedia membuat surat pernyataan resmi. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka di Kota Pematang Siantar”.
Dari hasil olah TKP dan keterangan saksi, pihak kepolisian menyimpulkan bahwa korban meninggal dunia akibat tenggelam karena tidak bisa berenang.
π Catatan Redaksi
Peristiwa tragis ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar selalu berhati-hati saat beraktivitas di area wisata air, terutama bagi yang tidak memiliki kemampuan berenang. Pihak pengelola wisata juga diimbau untuk meningkatkan pengawasan dan menambah petugas keamanan air guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
![]()
