🖊️ Penulis: R-Nita | Kontributor: Jama’ah Sabilu Taubah
✍️ Editor: Kenzo – Redaksi Aswinnews.com, Tajam, Akurat, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update
ASWINNEWS.COM – JOMBANG, 23 September 2025 – Ribuan jamaah memadati Lapangan Dusun Semanding, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, dalam pengajian akbar Majelis Sabilu Taubah (ST) yang diasuh KH. M. Iqdam Chalid atau akrab disapa Gus Iqdam, Senin malam (23/9).
Sejak sore hari, jamaah dari berbagai daerah sudah berdatangan. Lapangan penuh sesak hingga meluber ke jalanan sekitar. Sejumlah tokoh juga hadir, di antaranya Wakil Bupati Jombang KH. Salman Al Farisi (Gus Salman), Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, tokoh muda sekaligus praktisi kesehatan Gus Dedy, jajaran Forkopimcam Jogoroto, perangkat desa, serta tokoh masyarakat setempat.

Sekitar pukul 21.00 WIB, Gus Iqdam tiba di lokasi dan langsung disambut riuh jamaah. Dalam mauidhoh hasanahnya, ia menekankan pentingnya menjaga hati, memperbanyak istighfar, dan menumbuhkan semangat berbagi.
Di sela ceramah, Gus Iqdam juga menyalurkan santunan dari para donatur kepada jamaah dengan kisah khusus. Seorang ibu asal Mojokerto yang mendambakan keturunan menerima Rp1 juta. Seorang nenek berusia 76 tahun dari Dusun Semanding mendapat Rp2 juta. Seorang ibu yang anaknya pernah berfoto dengan putra Gus Iqdam menerima Rp500 ribu. Seorang pekerja bengkel las asal Sumobito memperoleh Rp1 juta, dan seorang anak yatim asal Surabaya menerima Rp3 juta.

Momen berbagi itu menghadirkan suasana haru sekaligus menambah kekhidmatan pengajian. Banyak jamaah yang kemudian tergerak menyalurkan donasi melalui Majelis Sabilu Taubah, yang dikenal aktif dalam kegiatan sosial.
Majelis Sabilu Taubah rutin menggelar pengajian di markas pusatnya di Desa Karanggayan, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, setiap Senin dan Kamis. Namun, setiap kali mengadakan pengajian akbar di luar kota, jumlah jamaah selalu membeludak, seperti di Jombang kali ini.
Wakil Bupati Jombang, Gus Salman, mengapresiasi kegiatan tersebut. “Jombang sejak lama dikenal sebagai kota santri. Kegiatan pengajian seperti ini menjadi ruh kebersamaan kita dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan,” ujarnya.
Pengajian akbar berakhir menjelang tengah malam. Jamaah tetap antusias mengikuti acara hingga selesai, sebelum pulang dengan membawa keberkahan dan semangat baru dalam kehidupan sehari-hari.
📝 Catatan Redaksi
Majelis pengajian seperti Sabilu Taubah bukan hanya sarana dakwah, tetapi juga wadah penguatan ukhuwah islamiyah serta kepedulian sosial. Kehadiran ribuan jamaah di Jombang menunjukkan bahwa nilai kebersamaan, berbagi, dan semangat religius masih menjadi kebutuhan mendasar masyarakat. Redaksi berharap tradisi pengajian akbar semacam ini terus berkembang sebagai perekat spiritual dan sosial di tengah masyarakat.
![]()
