Pelayanan Kesehatan di Nganjuk Mengecewakan, Warga Mengeluh, Bupati: Wajib Tahu

🖊️ Reporter: Sunyoto
📍 Kontributor: Dinas Kesehatan
🗞️ Editor: Kenzo, | Redaksi ASWINNEWS.COM – Tajam, Akurat, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update

Nganjuk – ASWINNEWS.COM | Masyarakat Kabupaten Nganjuk kembali mengeluhkan pelayanan kesehatan yang dinilai tidak maksimal. Setidaknya ada tiga persoalan yang menjadi sorotan utama, yakni keterbatasan fasilitas BPJS, prosedur rujukan yang berbelit, serta keterbatasan layanan ambulance di Puskesmas. Kondisi ini dinilai ironis, sebab menyangkut langsung pada keselamatan warga.

Keluhan Warga

Seorang warga Ngronggot menuturkan pengalamannya kepada Aswinnews.com. Ia merasa dirugikan lantaran tidak bisa memindahkan fasilitas kesehatan (faskes) dari Puskesmas Ngronggot ke klinik terdekat. “Pihak BPJS Cabang Nganjuk menolak permintaan saya untuk pindah faskes. Padahal itu hak saya sebagai peserta,” ungkapnya.

Selain itu, kartu BPJS miliknya yang sudah rusak tidak dapat dicetak ulang. “Mereka hanya menyuruh saya melaminating, tanpa solusi lain. Padahal kartu itu penting untuk akses layanan kesehatan,” tambahnya.

Kekecewaan memuncak ketika anaknya yang sakit harus dirawat inap di Puskesmas Ngronggot. Setelah satu jam kondisi memburuk, ia meminta rujukan ke RSUD Kertosono. Namun, pihak Puskesmas disebut berbelit dengan alasan harus menunggu konfirmasi terlebih dahulu dari rumah sakit rujukan.

“Karena tidak tahan, akhirnya saya lepas dari urusan BPJS dan membawa anak saya dengan biaya mandiri. Itu semua demi segera mendapat penanganan serius,” tegasnya.

Persoalan Ambulance

Permasalahan juga terjadi saat hendak menggunakan fasilitas ambulance Puskesmas. Meski sudah siap membayar biaya secara mandiri, warga tersebut tetap ditolak. “Mobil ambulance tidak bisa dipakai. Padahal jarak Ngronggot ke RSUD Kertosono jauh. Saya benar-benar kecewa,” keluhnya.

Dari hasil konfirmasi Aswinnews.com, seorang pegawai UGD Puskesmas Ngronggot menyebutkan bahwa kendala utama ada pada ketersediaan tenaga pengemudi. “Kami hanya punya satu driver, itu pun statusnya outsourcing, bukan pegawai tetap,” ujarnya singkat.

Upaya Konfirmasi Gagal

Aswinnews.com juga mencoba meminta klarifikasi langsung ke Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk, khususnya di bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas), pada Kamis (18/09/2025). Namun, upaya tersebut gagal karena pihak yang berwenang disebut tidak ada di tempat. Satpam Dinas Kesehatan menegaskan bahwa akses dibatasi dengan alasan sistem digitalisasi.


Catatan Redaksi

Keluhan warga Nganjuk ini memperlihatkan bahwa pelayanan kesehatan di tingkat daerah masih menyimpan banyak masalah, baik dari sisi fasilitas, prosedur administrasi, maupun keterbukaan informasi publik. Persoalan terbatasnya driver ambulance, prosedur rujukan berbelit, hingga sulitnya konfirmasi ke Dinas Kesehatan menunjukkan lemahnya manajemen pelayanan.

Redaksi menilai, Bupati Nganjuk wajib mengetahui dan segera turun tangan agar hak-hak masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan tidak terus terabaikan. Transparansi, perbaikan sistem BPJS, dan peningkatan kualitas SDM kesehatan menjadi langkah mendesak yang harus segera dilakukan.

Kartolo

Recent Posts

Kebakaran Lahan di Tol Pejagan Jadi Peringatan, Polda Jateng Imbau Warga Hentikan Pembakaran Saat Kemarau

SEMARANG – Aswinnews.com Kebakaran lahan yang terjadi di sepanjang Jalan Tol Pejagan KM 248, Kabupaten…

9 menit ago

237 Satuan PAUD Jabar Finalisasi Dokumen Revitalisasi 2026

BANDUNG – Aswinnews.com Sebanyak 237 kepala satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Provinsi Jawa…

50 menit ago

Anggota DPR RI Komisi X Fraksi PKB H. Dedi Wahidi Sosialisasikan PIP 2026 Untuk Ratusan Kepala Sekolah Di Indramayu

INDRAMAYU Aswinnews.com– Anggota DPR RI Komisi X Fraksi PKB dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat…

4 jam ago

ASWIN Rembang Soroti Pernyataan Presiden Prabowo Sebut Wartawan “Londo Ireng”

Rembang -aswinnews.com- Pernyataan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang menyebut wartawan dengan istilah "Londo Ireng"…

11 jam ago

Ucapan Presiden Prabowo “Londo Ireng” Menjadi Viral, Di Desak Untuk Meminta Maaf.

DPP (Aswin) Asosiasi Wartawan Internasional Investigasi Tofan akhirnya angkat bicara dan secara resmi mendesak Presiden…

12 jam ago

Diduga Terlibat Balap Liar, Polsek Purbalingga Amankan Satu Motor dan Empat Pemuda

Purbalingga —aswinnews.com- Polsek Purbalingga menindaklanjuti laporan masyarakat melalui layanan darurat 110 terkait dugaan balap liar…

12 jam ago