JATMA Aswaja Jabar Tetapkan Susunan Pengurus Baru,Ini Yang Dari Majalengka

MAJALENGKA,Aswinnews.com – Pengurus Besar Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabaroh Ahlussunnah Waljamaah (PB JATMA Aswaja) secara resmi mengesahkan susunan kepengurusan wilayah Jawa Barat untuk masa khidmat 2025–2030. Keputusan ini tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 08 Tahun 2025 yang ditetapkan di Pekalongan pada 25 Agustus 2025/2 Rabiul Awal 1447 H.

Pengesahan ini merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Pengurus Harian PB JATMA Aswaja yang digelar pada 21–22 Agustus 2025. Keputusan tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum Dr. (HC) Habib M. Luthfi bin Ali Yahya dan Sekretaris Jenderal Dr. Ir. H. A. Helmy Faishal Zaini.

“Melalui SK ini, para pengurus yang ditetapkan diberikan amanat untuk menjalankan tugas sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga JATMA Aswaja serta ketentuan organisasi yang berlaku. Keputusan berlaku sejak 25 Agustus 2025 hingga 25 Agustus 2030,” tulis dalam SK tersebut. 

Sekretaris Jenderal PB JATMA Aswaja, KH. A. Helmy Faishal Zaini, menyerahkan langsung Surat Keputusan (SK) kepada Pengasuh Ponpes Annur Bekasi, KH. Eri Mutawalli. Sosok yang akrab disapa Gus Eri tersebut didapuk menjadi salah satu tokoh penting dalam kepengurusan wilayah Jawa Barat.

Adapun yang menjadi pengurus asal Majalengka yaitu  Dr. KH. Ahmad Syarkosi Subki, KH. Abdul Rosyid, KH. M. Zaenal Muhyidin, KH. Akbar, hingga KH. Husnan.

Sekilas Jatma Aswaja

JATMA Aswaja Resmi Berdiri, Dipimpin Habib Lutfi bin Yahya

Jamiyyah Ahlith Thariqah Almutabarah Ahlussunnah Wal Jamaah (JATMA Aswaja) resmi berdiri pada 17 Ramadhan 1446 H setelah disahkan melalui Keputusan Menteri Hukum Nomor AHU-0001630.AH.01.07.Tahun 2025.

Organisasi ini menjadi wadah besar bagi para pengamal thariqah mu’tabarah berbasis Ahlussunnah wal Jama’ah, dengan dua pilar utama: transendentalisme dan pemberdayaan ekonomi umat.

Transendentalisme diwujudkan lewat tradisi dzikir, pengajian thariqah, dan penguatan sanad ruhaniyah. Sementara pemberdayaan ekonomi umat dijalankan melalui koperasi, UMKM, dan gerakan filantropi pesantren.

Berlandaskan nilai Islam Wasathiyah yang menolak ekstremisme, JATMA Aswaja menjunjung prinsip tawasuth (moderat), tawazun (seimbang), tasamuh (toleran), dan i’tidal (adil). Organisasi ini dipimpin oleh Habib Muhammad Lutfi bin Yahya sebagai Ketua Umum dengan Helmy sebagai Sekretaris Jenderal.

Susunan Kepengurusan

Dalam struktur yang baru, Majelis Irsyad Wan Nasihah diketuai oleh Dr. HC. KH Ahmad Syarkosi Subki dengan anggota KH. Syairoji, KH. Nunu Hasnuddin, KH. Dedi Abdul Wahab, KH. Abd. Rosyid Shomad, dan KH. Cecep Ahmad Syahid.

Di jajaran Tanfidziyah, KH. Anhar Haryadi didaulat sebagai Ketua dengan empat Wakil Ketua yaitu KH. Zainal Muhyiddin, KH. Ahmad Ushtuchri SE, KH. Isa Abduh Munadi M.Ag, serta Drs. KH. Oos Rosidin.

Struktur kepengurusan juga diperkuat dengan para sekretaris, bendahara, serta sejumlah lembaga yang menangani bidang khusus, antara lain:

– Lembaga Tashkih Kutub Thoriqiyyah, diketuai KH. Asep Munawar.

– Lembaga Robithoh Ma’ahid Thoriqiyyah, diketuai KH. Makmun Asnawi.

– Lembaga Media dan Komunikasi, diketuai Ade Solihin, S.Pd.I.

– Lembaga Ekonomi, diketuai Habib Abbas al-Aydarus.

– Lembaga Pengembangan SDA, diketuai Drs. Soni M.Si.

– Lembaga Pertahanan dan Bela Negara, diketuai Ky. Yusman.

– Lembaga Mahasiswa MATAN, diketuai Ahmad Kurniawan, S.Pd.I.

– Lembaga Pendidikan dan Pengembangan SDM, diketuai Drs. Saepudin, M.Pd.

– Lembaga Dakwah dan Dzikir, diketuai KH. Kiagus Akbar Saman, S.Tb M.Pd.

– Lembaga Pertanahan dan Wakaf, diketuai KH. Munsit Abdullah.

– Lembaga Pertanian, diketuai KH. M. Abdul Latif, M.Pd.

– Lembaga Advokasi dan Bantuan Hukum, diketuai Fawaid Abdul Q., SH.

– Lembaga Kesehatan Umat, diketuai dr. Maruloh Yasin.

– Lembaga Sosial dan Kemasyarakatan, diketuai Ayik Heriansyah, M.Si.

– Lembaga Annisa Thoriqoh Aswaja, diketuai Hj. Tuty Herawaty.(Aris)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *