Kepala Dinas DKPP Bersama BI Cirebon Gelar FGD Organik Padi Lahan dan Akselerasi Pembiayaan di Indramayu

🖋️ Penulis: Thoha
✍️ Editor: Kenzo | AswinNews.com – Tajam, Akurat, Terpercaya, dan Ter-Update

Indramayu, AswinNews.com – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu bersama Bank Indonesia (BI) Cirebon menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Organik Padi Lahan dan Akselerasi Pembiayaan di Kabupaten Indramayu” di Hotel Wiwi Perkasa, Jl. Dipanjaitan No.44, Indramayu, Senin (1/9/2025). Kegiatan ini bertujuan menekan angka inflasi melalui pengembangan pertanian organik dan dukungan pembiayaan.

FGD dibuka oleh Kepala DKPP Indramayu Drs. H. Sugeng Heryanto, M.Si., dengan menghadirkan narasumber dari BI Cirebon, OJK, Baznas, perwakilan perbankan, serta para petani organik. Acara dibagi dua sesi, pagi dan sore, dengan pembahasan fokus pada praktik pertanian organik, strategi pembiayaan, serta upaya pengendalian inflasi.

Kabid Tanaman Pangan DKPP, Dr. Imam Mahdi, S.P., M.M., memaparkan materi Gerakan Organik Padi Lahan untuk Kemakmuran Indramayu (GO-PALUKI). Program ini diinisiasi melalui penyusunan Peraturan Bupati tentang pengembangan pertanian organik guna memperbaiki kesuburan tanah, meningkatkan produksi dan produktivitas, serta mendorong kesejahteraan petani.
“Penelitian menunjukkan kadar C-Organik lahan pertanian di Indramayu kurang dari 2 persen. Ini berarti kondisi lahan kita kritis, sehingga perlu kembali ke pertanian ramah lingkungan,” tegas Imam Mahdi.

Deputi BI Cirebon, Fikri, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk pemulihan ekonomi dan penguatan pembiayaan bagi masyarakat.
“Kami berharap peserta FGD dapat memberi masukan strategis, karena pengembangan keuangan dan pembiayaan ujungnya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kadis DKPP Sugeng Heryanto menyampaikan bahwa pertanian organik selain menyehatkan juga memiliki nilai jual lebih tinggi dibanding pertanian konvensional.
“Dengan pertanian organik, biaya produksi bisa ditekan, berasnya lebih sehat, dan harga jual lebih tinggi. Ini akan meningkatkan kesejahteraan petani. Melalui kerja sama dengan BI, kami juga ingin berkontribusi dalam pengendalian inflasi,” ungkap Sugeng kepada awak media.


Catatan Redaksi

AswinNews.com menilai bahwa inisiatif DKPP Indramayu bersama BI Cirebon melalui FGD ini merupakan langkah strategis dalam menjawab dua tantangan sekaligus: menjaga ketahanan pangan dan menekan inflasi. Namun, keberhasilan program ini sangat bergantung pada konsistensi regulasi daerah serta dukungan nyata perbankan dan lembaga pembiayaan agar petani organik tidak hanya semangat di wacana, tetapi benar-benar merasakan dampak di lapangan.


Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *