🖋️ Penulis: Hambali – Kaperwil Sumatera Utara
✍️ Editor: Kenzo,| Redaksi AswinNews.com – Tajam, Akurat, Terpercaya, dan Ter-Update
Langkat, AswinNews.com – Sudah dua tahun proyek pembangunan jembatan penghubung Kecamatan Batang Sarangan dengan Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, terbengkalai. Warga kini hanya bisa mengandalkan jembatan darurat buatan swadaya masyarakat dan bantuan perusahaan setempat.
Padahal, proyek bernilai miliaran rupiah itu sudah dikerjakan di beberapa titik, namun mangkrak tanpa kejelasan. Sejumlah konstruksi jembatan yang sempat berdiri kini ditelantarkan begitu saja tanpa ada tindak lanjut.

“Pekerjaan sudah lama terhenti. Lebih dari dua tahun tidak ada kabar. Kami terpaksa lewat jembatan seadanya, rawan sekali kalau hujan deras,” ungkap seorang warga saat ditemui AswinNews.
Misteri Proyek Tanpa Plang
Yang membuat masyarakat geram, di lokasi proyek tidak ditemukan papan informasi yang menjelaskan sumber anggaran maupun pelaksana pekerjaan. Hal ini menimbulkan tanda tanya: proyek tersebut berasal dari pemerintah provinsi atau kabupaten, serta berapa besar anggaran yang dikucurkan.
“Tidak ada plang proyek sama sekali. Seolah sengaja disembunyikan agar masyarakat tidak tahu. Padahal uangnya dari mana, dan berapa besarannya, itu penting untuk diketahui publik,” ujar warga lainnya.

Dampak ke Masyarakat
Lumpuhnya infrastruktur ini membuat mobilitas warga terhambat. Hanya sepeda motor dan mobil kecil yang masih bisa melintas, sementara kendaraan besar tidak dapat lewat. Kondisi ini berdampak pada ekonomi, distribusi hasil pertanian, hingga akses menuju fasilitas kesehatan.
Masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan melanjutkan proyek mangkrak tersebut, sehingga jalur penghubung antar-kecamatan kembali normal.
Catatan Redaksi
AswinNews mencoba menghubungi pihak pemerintah daerah terkait untuk mengonfirmasi penyebab terbengkalainya proyek, sumber anggaran, serta siapa kontraktor pelaksana. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak yang memberikan keterangan resmi. Redaksi menilai proyek infrastruktur strategis yang dibiayai dengan uang rakyat semestinya transparan, bukan justru menyisakan tanda tanya.
![]()
