KTNA Ngantang Didorong Jadi Penggerak Utama Program Ketahanan Pangan Malang

🖋️ Penulis: Ted/Hendra – Wartawan Biro Malang
✍️ Editor: Kenzo | AswinNews.com – Tajam, Akurat, Terpercaya, dan Ter-Update

ASWINNEWS.COM – MALANG – Pemerintah Kabupaten Malang terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan melalui program urban farming. Salah satu motor penggerak di tingkat lokal adalah Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) yang masih eksis dan aktif berperan, termasuk di Kecamatan Ngantang.

Pertemuan koordinasi dan konsolidasi digelar di Balai Desa Kaumrejo, Kecamatan Ngantang, Selasa (24/8/2025). Acara ini dihadiri oleh Camat Ngantang Eno Imam Safari, S.Sos, Ketua KTNA Kabupaten Malang Khoirul Anam beserta jajaran, Ketua KTNA Ngantang Kuswanadi, Koordinator PPL Ngantang Reni Palupi, perwakilan PUPT Jawa Timur, serta lebih dari 200 peserta dari pengurus Gapoktan, Poktan, hingga Kelompok Wanita Tani (KWT).

Harapan dari Desa dan Kabupaten

Kepala Desa Kaumrejo, Ruwanto, berharap pertemuan ini bisa menjadi momentum penting bagi para petani di wilayah Ngantang.

“Pertemuan seperti ini diharapkan membawa manfaat nyata, baik dalam peningkatan pemberdayaan, hasil pertanian berkelanjutan, maupun memperkuat kolaborasi antar-kelompok tani di desa-desa,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KTNA Kabupaten Malang, Khoirul Anam, menekankan pentingnya sinergi antara petani, kelembagaan tani, dan pemerintah desa.

“KTNA sejak awal dibentuk sebagai jembatan antara petani dan pemerintah. Tugas kami adalah memastikan program pertanian benar-benar sampai dan bermanfaat. Yang mendesak saat ini adalah membuat database potensi komoditas, khususnya bawang merah di Ngantang, agar harga bisa lebih stabil,” jelasnya.

Khoirul juga menyinggung kebijakan terbaru pemerintah melalui Keppres No. 6 Tahun 2025, yang mengatur distribusi pupuk melalui Koperasi Desa Merah Putih.

“Kami berharap distribusi pupuk lebih tertata dan tepat sasaran. KTNA harus aktif berkoordinasi agar petani tidak lagi kesulitan mendapatkan pupuk,” tambahnya.

Infrastruktur untuk Kesejahteraan Petani

Camat Ngantang, Eno Imam Safari, S.Sos, dalam arahannya menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur juga menjadi kunci kesejahteraan petani. Ia mengungkap adanya MoU antara Bupati Malang, Bupati Blitar, dan Gubernur Jawa Timur terkait perubahan status jalan kabupaten menjadi jalan provinsi di jalur Kambal–Wlingi.

“Dengan status jalan yang meningkat, akses distribusi hasil pertanian akan lebih lancar. Harapannya, pendapatan dan kesejahteraan petani Ngantang juga ikut naik,” tegasnya.

Catatan Redaksi

Program ketahanan pangan tidak cukup hanya berhenti pada tataran konsep. Tantangan utama petani justru berada pada fase pascapanen—mulai dari distribusi, harga jual, hingga daya saing di pasar. KTNA sebagai mitra strategis pemerintah dituntut tidak hanya menjalankan fungsi sosial, tetapi juga berani membuat terobosan berbasis data agar petani memiliki posisi tawar yang lebih kuat. Momentum di Ngantang ini bisa menjadi model kolaborasi lintas desa dan kabupaten dalam membangun ketahanan pangan yang lebih berkeadilan.


Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *