Warga Dusun Babut Meriahkan HUT RI ke-80 dengan Lomba dan Tasyakuran Gunungan

🖋️ Penulis: LR | Laporan Kontributor: Pemuda Karang Taruna
✍️ Editor: Kenzo | AswinNews.com – Tajam, Akurat, Terpercaya, dan Ter-Update

Jombang, Aswinnews.com – Suasana kemerdekaan masih terasa hangat di Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang. Pada Minggu (24/8/2025), warga Dusun Babut menggelar rangkaian perlombaan rakyat dan tasyakuran Gunungan untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia. Acara dipusatkan di lapangan voli yang berada di sebelah barat balai desa, dan diikuti dengan antusias oleh masyarakat dari berbagai kalangan.

Perlombaan sederhana khas 17 Agustus, mulai dari balap karung, tarik tambang, Volly, masukkan paku dalam botol, letus balon, pindahkan karet dengan sedotan, hingga permainan gigit uang dalam tepung, berhasil menyulut keceriaan. Tawa riang penonton pecah ketika peserta dengan wajah berlumuran tepung berusaha menyelesaikan tantangan. Meski terkesan sederhana, suasana kebersamaan menjadikan acara ini begitu meriah.

As’ad, Kepala Dusun Babut, menyampaikan bahwa tradisi ini terus dijaga karena mampu menguatkan ikatan sosial warga.

“Alhamdulillah tahun ini lomba 17 Agustus kembali kita gelar. Warga sangat antusias, mulai dari anak-anak hingga orang tua ikut berpartisipasi. Perlombaan ini menjadi tradisi rutin di Plemahan sebagai cara kami memaknai kemerdekaan dengan suka cita,” ujarnya.

Selain menghadirkan hiburan, kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi kecil. Beberapa pedagang gorengan dan minuman terlihat menjajakan dagangan mereka di sekitar arena, menambah warna kemeriahan acara.

Dafa, salah satu pemuda pelopor Karang Taruna, menekankan bahwa kegiatan ini tidak sekadar seremoni, melainkan sarana untuk menanamkan nilai persatuan.

“Daripada anak-anak sibuk dengan gadget, lebih baik ikut lomba yang bisa melatih sportivitas, konsentrasi, dan kebersamaan. Harapannya kegiatan ini bukan hanya seru-seruan, tapi juga jadi ruang belajar menghargai perjuangan dan kerja sama,” tuturnya.

Sementara itu, Indro, warga yang hadir sebagai penonton, mengaku puas dengan jalannya acara. Menurutnya, gelak tawa, tepuk tangan, dan teriakan dukungan yang terdengar sepanjang hari menjadi bukti nyata bahwa peringatan kemerdekaan membawa kegembiraan bersama. “Rasanya seperti pesta rakyat. Kebersamaan warga makin terasa erat di momen seperti ini,” katanya.

Puncak acara ditutup dengan pembagian hadiah doorprize kepada para pemenang lomba. Sore itu, semangat gotong royong dan nasionalisme kembali terpatri di hati warga Dusun Babut, sejalan dengan nilai perjuangan yang diwariskan para pendiri bangsa.


Catatan Redaksi

AswinNews.com memandang kegiatan warga Dusun Babut dalam memperingati HUT RI ke-80 sebagai potret nyata semangat nasionalisme di tingkat akar rumput. Tradisi lomba rakyat dan tasyakuran Gunungan bukan hanya hiburan, tetapi juga media perekat sosial yang menumbuhkan rasa persaudaraan, sportivitas, dan penghargaan atas perjuangan kemerdekaan. Media melihat pentingnya melestarikan tradisi lokal semacam ini agar generasi muda tidak hanya mengenang kemerdekaan secara simbolis, tetapi juga menumbuhkan nilai-nilai kebersamaan yang menjadi fondasi bangsa.


Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *