Bocah 5 Tahun Diduga Tenggelam di Sungai Murangagung, Tim SAR Lakukan Pencarian

🖋️ Penulis: Zafin ~ Kabiro Jombang
✍️ Editor: Kenzo | Redaksi AswinNews.com – Tajam, Akurat, Terpercaya, dan Ter-Update

Jombang, AswinNews.com – Suasana duka menyelimuti Dusun Murangagung, Desa Kebondalem, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, setelah seorang anak berusia 5 tahun bernama Adzriel Rafiq dilaporkan hilang dan diduga tenggelam di aliran sungai setempat pada Kamis (21/8/2025) sore.

Peristiwa itu bermula ketika korban bersama sejumlah temannya bermain sekaligus mandi di sungai sekitar pukul 12.00 WIB. Hingga menjelang sore, sekitar pukul 16.00 WIB, korban tidak kunjung terlihat kembali. Warga yang menemukan sepeda dan pakaian korban di tepi sungai pun mulai cemas.

Saat warga menanyakan kepada teman-temannya, mereka mengaku terakhir melihat Adzriel sedang mandi di sungai, namun setelah itu tidak melihatnya lagi. Dugaan kuat, korban hanyut terbawa arus sungai yang deras.

Mendapat laporan tersebut, warga bersama perangkat desa segera melakukan pencarian seadanya. Upaya darurat ini kemudian dilanjutkan dengan melibatkan tim SAR gabungan yang turun ke lokasi pada sore hari. Hingga malam, petugas menyisir aliran sungai sejauh kurang lebih 500 meter dan melakukan pemantauan di pinggiran aliran air. Namun, korban belum juga ditemukan.

“Pencarian sementara dihentikan karena kondisi malam tidak memungkinkan. Besok pagi tim akan melanjutkan dengan penyelaman dan penyisiran lebih luas,” ujar salah seorang petugas SAR di lokasi.

Hingga berita ini diturunkan, keluarga korban masih menunggu dengan penuh harap dan doa agar Adzriel segera ditemukan. Sementara warga sekitar terus berjaga-jaga di lokasi dan siap membantu proses pencarian lanjutan.


Catatan Redaksi

AswinNews turut berduka atas peristiwa ini. Kami mengingatkan kepada orang tua agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan ketika anak-anak bermain di area berbahaya, termasuk sungai dan perairan terbuka. Peristiwa ini menjadi pelajaran penting tentang perlunya pengawasan ekstra agar tragedi serupa tidak terulang kembali.


Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *