Membangun Harapan di Balik Jeruji: Lapas Bengkalis Gelar Coffee Morning Bersama Wartawan Bahas Program Pembinaan, Tantangan Over Kapasitas, dan Upaya Tekan Residivisme

🖋 Penulis: Harry
🎤 Laporan Kontributor: Desi Mayasari
🗞 Editor: Kenzo | AswinNews.com – Tajam, Akurat, Terpercaya, Ter-Update

BENGKALIS – ASWINNEWS.COM – Suasana hangat mewarnai coffee morning yang digelar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis bersama insan pers pada Sabtu (9/8/2025). Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi forum terbuka untuk membahas capaian program pembinaan warga binaan, tantangan yang dihadapi, serta rencana pengembangan ke depan.

Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Kriston Napitupulu, yang baru enam bulan menjabat, hadir bersama Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Diasta Krismayandi, Ketua Koperasi Lapas Darma Firdaus Sitompul, serta sejumlah pejabat utama.

Dalam sambutannya, Diasta menyampaikan apresiasi atas peran media dalam menyebarkan informasi positif mengenai program pembinaan di Lapas.

“Pemberitaan yang membangun membuat masyarakat mengetahui kerja nyata Lapas, sekaligus mendorong kami meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK),” ujarnya.

Over Kapasitas Hampir 200 Persen

Kriston memaparkan, Lapas Bengkalis saat ini dihuni 1.831 warga binaan, jauh melampaui kapasitas ideal 613 orang. Sebanyak 90 persen berasal dari Kabupaten Bengkalis, dengan mayoritas warga dari wilayah Duri.

Berbagai program pembinaan telah dijalankan, mulai dari pembinaan keagamaan, pelatihan pertanian, perikanan, hingga keterampilan menenun lejo khas Bengkalis. Karya tenun ini bahkan pernah dipamerkan di Jakarta, meski pengembangan masih terkendala modal usaha.

“Kami memerlukan lahan yang lebih luas untuk mendukung program swasembada pangan, sekaligus memberdayakan warga binaan,” kata Kriston. Ia menegaskan bahwa modal usaha menjadi kunci keberlanjutan, sehingga pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemkab Bengkalis melalui Dinas Sosial.

Tekan Angka Residivisme

Kriston mengungkapkan, sekitar 20 persen mantan warga binaan kembali melakukan pelanggaran hukum (residivisme). Untuk menekan angka tersebut, pihaknya memadukan pembinaan keterampilan dengan pembinaan iman melalui kerja sama bersama Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bengkalis.

“Tujuan kami adalah membentuk pribadi yang lebih baik, siap bekerja, dan tidak lagi mengulang kesalahan setelah bebas,” tegas Kriston.

Remisi dan Amnesti

Dalam forum tersebut, Kriston juga membeberkan bahwa Lapas Bengkalis telah mengusulkan amnesti bagi delapan warga binaan, dengan tiga di antaranya telah disetujui Presiden untuk pembebasan. Selain itu, pihaknya juga telah mengajukan remisi umum dan remisi dasawarsa untuk 1.396 warga binaan, yang saat ini masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat.

Acara coffee morning ini diakhiri dengan dialog terbuka antara pihak Lapas dan para wartawan, yang diharapkan dapat mempererat sinergi dalam menyampaikan informasi konstruktif kepada masyarakat.


Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *