Mahasiswa KKN-T UNMA Desa Kawahmanuk Kecamatan Darma : Dorong Ketahanan Pangan dengan Eceng Gondok sebagai Media Tanam

Kuningan,Aswinnews.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Majalengka yang bertugas di Desa Kawahmanuk,Kecamatan Darma,menggelar sosialisasi program ketahanan pangan yang di mulai pada (30/072025).

Program ini mengusung inovasi pemanfaatan eceng gondok sebagai media tanam yang dicampur dengan pupuk organik cair (POC) dan kotoran hewan.

Sosialisasi ini difokuskan pada penanaman pohon cabai di pekarangan rumah warga, sebagai bagian dari program desa.Kegiatan ini dilaksanakan atas kerja sama antara mahasiswa KKN-T, pemerintah desa, dan masyarakat setempat. Upaya ini merupakan bagian dari langkah konkret dalam menghadapi isu kerawanan pangan di tingkat lokal.

Kegiatan Sosialisasi diselenggarakan di Balai Desa Kawahmanuk dan dihadiri oleh warga dari berbagai RT dan RW. Acara ini menghadirkan langsung Bapak Uhan Muhammad, seorang tokoh lokal sekaligus inovator yang pertama kali mencetuskan ide pemanfaatan eceng gondok sebagai media tanam di desa tersebut,Kehadiran Bapak Uhan memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai potensi limbah tumbuhan air tersebut.

Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa eceng gondok memiliki daya serap air dan nutrisi yang baik untuk pertumbuhan tanaman. Hal ini membuat eceng gondok cocok digunakan dalam sistem pertanian skala rumah tangga.

Pemilihan cabai sebagai komoditas utama bukan tanpa alasan. Cabai merupakan kebutuhan sehari-hari masyarakat dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Selain itu, tanaman cabai cukup mudah dibudidayakan dan tidak memerlukan lahan yang luas.

Oleh karena itu, pemanfaatan pekarangan rumah warga menjadi solusi ideal yang ramah lingkungan dan hemat biaya. Dengan pendekatan ini, masyarakat didorong untuk menjadi produsen sekaligus konsumen hasil pangan mereka sendiri.Dalam kegiatan ini, peserta sosialisasi diberikan paket bantuan berupa bibit cabai, eceng gondok yang sudah dicacah dan dicampur poc serta kotoran hewan, dan polybag. Paket tersebut dibagikan kepada masing-masing RT dan RW sebagai perwakilan untuk ditanam di rumah-rumah warga.

Total target penanaman mencapai 10.000 pohon cabai yang tersebar di seluruh lingkungan desa. Mahasiswa KKN-T juga mendampingi warga dalam proses pembuatan media tanam hingga teknik penanaman dan perawatan tanaman. Kegiatan ini tidak hanya bersifat satu kali, tetapi direncanakan berkelanjutan dengan pemantauan rutin.

Kepala Desa Kawahmanuk menyampaikan “apresiasinya atas keterlibatan mahasiswa dalam mendukung visi pembangunan desa. Ia berharap, program ini menjadi langkah awal menuju kemandirian pangan berbasis masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah desa, akademisi, dan warga menjadi model ideal dalam mengatasi masalah pangan dan ekonomi lokal. Pihak desa berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan ini dengan menyediakan fasilitas dan kebutuhan tambahan jika diperlukan. Selain itu, desa juga akan membentuk kelompok pemantau tanaman cabai untuk memastikan keberhasilan program ini.”ungkapnya

Program ketahanan pangan berbasis pekarangan rumah ini menjadi contoh nyata bagaimana inovasi lokal dapat menjawab tantangan global. Dengan memanfaatkan sumber daya yang ada, seperti eceng gondok yang selama ini dianggap sebagai gulma, masyarakat bisa mendapatkan manfaat ganda. Program ini juga mendorong perubahan pola pikir masyarakat dari konsumtif menjadi produktif.

Selain menjaga ketersediaan pangan, kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi melalui penjualan hasil panen cabai. Dengan semangat gotong royong dan partisipasi aktif seluruh elemen desa, Kawahmanuk berpotensi menjadi desa percontohan dalam ketahanan pangan berkelanjutan.(Aris)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *