🖋️ Penulis: Thoha
✍️ Editor: Kenzo | Aswinnews.com – Tajam, Akurat, Terpercaya, dan Ter-Update
INDRAMAYU – Sebuah tonggak sejarah baru dalam demokrasi tingkat desa akan dimulai di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Untuk pertama kalinya, pemilihan kepala desa atau Pilwu (Pemilihan Kuwu) akan digelar menggunakan sistem semi-digital pada 10 Desember 2025 mendatang.
Sebanyak 139 desa di Indramayu akan menjadi bagian dari gelombang pertama pelaksanaan Pilkades semi-digital, yang juga merupakan pilot project pertama di Jawa Barat.
“Betul, sudah final akan dilaksanakan pada 10 Desember 2025. Kita akan menggunakan sistem hybrid atau semi-digital,” kata Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Indramayu, Iim Nurahim, dalam keterangannya kepada media, Senin (28/07/2025).

Pemanfaatan Teknologi di TPS
Iim menjelaskan bahwa sistem semi-digital akan diterapkan dalam beberapa tahapan. Di antaranya, proses pemutakhiran data pemilih yang dilakukan melalui aplikasi digital, serta penggunaan layar sentuh (touch screen) dalam bilik suara saat pemungutan suara.
“Belum dipastikan apakah pengadaan aplikasi dan layar sentuh akan dilakukan oleh pihak ketiga atau langsung oleh Pemprov Jabar,” ujarnya.
Meskipun berbasis teknologi, sistem pemungutan suara tetap akan dilakukan per TPS, dengan kapasitas maksimal 650 pemilih per tempat.

Sosialisasi dan Regulasi Dipercepat
Untuk mendukung pelaksanaan sistem baru ini, Pemkab Indramayu akan segera mensosialisasikan tahapan teknis kepada desa-desa peserta, terutama 139 desa dalam gelombang pertama.
“Kita akan kumpulkan 139 desa untuk sosialisasi awal. Peraturan Bupati (Perbup) dan Keputusan Bupati (Kepbup) juga segera ditandatangani dan disampaikan ke DPRD,” imbuh Iim.
Bupati: Literasi Digital Masyarakat Jadi Kunci
Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menegaskan bahwa kesiapan penyelenggaraan Pilkades tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada literasi digital masyarakat.
“Mekanisme ini perlu disosialisasikan secara intensif. Meski digital, penyelenggaraan Pilkades tetap harus akuntabel, transparan, dan sesuai prinsip demokrasi,” kata Lucky.
Indramayu Jadi Role Model Jawa Barat
Sementara itu, Kepala DPMDesa Provinsi Jawa Barat, Mochamad Ade Afriandi, menegaskan bahwa Indramayu ditunjuk sebagai model percontohan Pilkades digital untuk provinsi.
“Keberhasilan Indramayu akan menjadi rujukan bagi desa-desa lain di Jawa Barat pada tahun 2026 mendatang, sesuai arahan Gubernur. Kami siapkan tim teknis dari tahap simulasi hingga pelaksanaan,” tegasnya.
Dengan pendekatan baru ini, Pilkades Indramayu tidak hanya menjadi yang pertama di Jawa Barat, tetapi juga diprediksi akan menjadi sorotan nasional sekaligus trendsetter transformasi demokrasi desa di Indonesia.
Redaksi Aswinnews.com
![]()
