Cirebon-Aswinnews.com-4 Agustus 2025 — Suara kemarahan orang tua siswa akhirnya menggema di depan Kantor Dinas Pendidikan Kota Cirebon.
Puluhan orang tua dari berbagai sekolah negeri turun ke jalan, menuntut dihapusnya segala bentuk pungutan yang selama ini mencekik, terutama pungutan seragam dan sumbangan yang diklaim “sukarela”, tapi nyatanya seperti kewajiban.
Aksi yang digelar Rabu (30/7) itu bukan sekadar unjuk rasa biasa. Spanduk keluhan dibentangkan, ban dibakar sebagai simbol perlawanan, dan satu suara menggelora: Sekolah negeri seharusnya gratis!
“Kami capek diperas dengan alasan sumbangan. Seragam bisa sampai tiga juta rupiah dan tidak ada kuitansi! Ini sudah bukan gotong royong, tapi pemaksaan,” ujar Tryas Mohammad Purnawarman, koordinator aksi, lantang di depan massa.
Gerakan ini langsung mendapat sorotan dari Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi. Dalam pernyataan tegasnya, Dedi mengingatkan semua pihak bahwa pendidikan dasar (SD-SMP) adalah hak konstitusional rakyat, dan pemerintah punya kewajiban untuk menyediakannya tanpa pungutan apa pun.
“Memungut biaya pendidikan dasar itu melawan putusan Mahkamah Konstitusi. Itu bukan hanya melanggar hukum, tapi mengkhianati anak-anak bangsa yang ingin sekolah tanpa beban,” tegas Dedi dalam video pernyataannya yang kini viral di media sosial.
Kang Dedi juga menyinggung soal kewenangan. Ia menyatakan, meski dirinya sebagai gubernur tidak langsung mengatur SD dan SMP (karena menjadi kewenangan kota/kabupaten), namun sebagai pemimpin provinsi ia tetap punya tanggung jawab moral.
“Saya minta Wali Kota Cirebon jangan pura-pura tak tahu. Kalau kepala daerah diam, ini bahaya bagi masa depan anak-anak kita.”
Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Kadini, mencoba meredam isu. Ia menyatakan bahwa berdasarkan investigasi pihaknya, tidak ditemukan pungutan Rp3 juta seperti yang dituduhkan. Menurutnya, koperasi sekolah hanya menjual seragam sebagai opsi, bukan kewajiban.
Namun orang tua belum puas. Bagi mereka, pernyataan Disdik hanya formalitas. Bukti-bukti pungutan di lapangan masih terjadi, dan jika tak ada tindakan nyata, mereka berjanji akan kembali turun ke jalan dengan jumlah massa yang lebih besar — kali ini di depan Balaikota Cirebon.
Catatan Abahroy: Unjuk rasa ini bukan sekadar soal seragam mahal. Ini tentang keadilan dalam pendidikan. Tentang bagaimana negara harus hadir sepenuhnya dalam menjamin hak anak-anak untuk belajar tanpa rasa takut, malu, atau beban biaya. Jika suara orang tua tak didengar hari ini, maka jangan salahkan bila generasi mendatang tumbuh dengan luka dan kecewa.
Abahroy – Tajam, Terpercaya | aswinnews.com-Laporan dari lapangan, Cirebon
Tasikmalaya – AswinNews.com — SMAN 1 Jatiwaras menggelar rapat Dewan Guru untuk menetapkan Calon Murid…
Bandung – AswinNews.com — Usai pelaksanaan serah terima jabatan (Sertijab) di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik)…
Banda Aceh – AswinNews.com — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Aceh menyampaikan…
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak awal dirancang sebagai instrumen negara untuk meningkatkan kualitas gizi…
Pidie – AswinNews.com — Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-32 Tahun 2026 yang…
SALAPIAN –Aswinnews.comSebagai bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, Polsek Salapian bersama unsur Forkompinca dan…