🖋️ Penulis: Raphael Fahik
✍️ Editor: Kenzo | Redaksi AswinNews.com – Tajam, Akurat, Berimbang, Terpercaya dan Ter-Update
📍Atambua – Nusa Tenggara Timur
Negeri ini kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya. Septinus Hugo, seorang veteran Republik Indonesia yang telah mengabdikan hidupnya untuk bangsa, berpulang dalam usia yang sarat makna. Lahir di Nualain pada 31 Desember 1955, kepergiannya bukan hanya kabar duka bagi keluarga dan rekan seperjuangan, tetapi juga sebuah kehilangan bagi Indonesia yang hari ini kian haus akan keteladanan.
Semasa hidupnya, Septinus Hugo dikenal sebagai pribadi sederhana yang teguh pada prinsip. Dengan keyakinan Katolik dan status sebagai seorang suami, ia memilih untuk menetap di Kelurahan Fatubanao, Kecamatan Kota Atambua — tepatnya di RT/RW 022/002, Fatubanao B. Di sanalah ia menjalani hari-hari senjanya, tidak sebagai sosok pensiunan yang pasif, tetapi sebagai penjaga nilai-nilai perjuangan yang terus menyala dalam diam.

Sebagai anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), Septinus tercatat memiliki Kartu Tanda Anggota bernomor 247/09/VI/1992, serta Nomor Pensiun Veteran 13.009.695 dengan pangkat/golongan D. Namun lebih dari sekadar angka dan dokumen, sosoknya adalah refleksi nyata dari semangat patriotisme yang utuh, komitmen yang tak tergoyahkan, dan kecintaan yang tulus terhadap tanah air.
Pada hari pemakamannya, negara memberikan penghormatan terakhir yang layak bagi pengabdiannya. Upacara militer yang khidmat dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 1605/Belu, Kapten Inf Jemri E Mamengko (NRP 3900357721270). Di hadapan keluarga, warga, dan sesama veteran, penghormatan itu menjadi simbol penghargaan atas perjuangan yang tak pernah lekang oleh waktu.

Mereka yang hadir tidak sekadar menyaksikan prosesi pemakaman, tetapi juga menyimpan dalam dada masing-masing sebuah cerita tentang pengabdian yang sunyi namun berdampak. Septinus Hugo telah mengajarkan bahwa menjadi pahlawan bukan soal dikenal atau dielu-elukan, tetapi tentang bertahan dalam prinsip, membela yang benar, dan melayani dengan tulus — bahkan ketika tak ada sorotan kamera.
Kini, tubuhnya telah kembali ke bumi, namun semangatnya tetap hidup di antara kita. Kisahnya menjadi warisan moral bagi generasi penerus: bahwa cinta pada republik tidak mengenal batas usia, dan bahwa pengabdian tidak selalu harus berbunyi lantang — cukup dengan hidup yang memberi arti.

Selamat jalan, patriot bangsa. Namamu kami ukir dalam kenangan, dan teladanmu kami teruskan dalam tindakan.
Redaksi AswinNews.com menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Septinus Hugo. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, dan semangat perjuangan almarhum menjadi inspirasi bagi seluruh anak bangsa.
![]()
