🖋️ Penulis: Ragil Aswin Purwakarta
✍️ Editor: Kenzo,| Redaksi AswinNews.com
📍 Purwakarta – AswinNews.com
Suasana semarak menyelimuti Desa Citeko Kaler, Kecamatan Plered, saat ribuan warga tumpah ruah mengikuti aksi “Ngosrek Bareng”, Minggu (20/7/2025). Kegiatan massal bersih-bersih ini digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-194 Kota dan ke-57 Kabupaten Purwakarta, sekaligus mencetak sejarah dengan memecahkan Rekor MURI: diikuti 250.000 peserta serentak se-Kabupaten Purwakarta.
Sebanyak 1.100 warga Desa Citeko Kaler ikut ambil bagian dalam aksi tersebut, bergotong-royong membersihkan lingkungan mulai dari jalan desa, selokan, hingga fasilitas umum.
Kepala Desa Citeko Kaler, Amirudin, tak kuasa menahan haru saat melihat antusiasme warganya.
“Saya terharu, masyarakat berbondong-bondong ikut berpartisipasi. Ini bukti nyata kecintaan mereka terhadap gotong royong. Saya berharap semangat ini tak berhenti sampai di sini, tapi menjadi budaya hidup sehari-hari,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Apa Itu “Ngosrek”?
“Ngosrek” adalah istilah gaul yang kini diresmikan sebagai gerakan bersih-bersih lingkungan di Kabupaten Purwakarta. Istilah ini awalnya merujuk pada aktivitas membersihkan dengan cara cepat, spontan, bahkan agak kasar. Kini, kata tersebut menjelma menjadi simbol solidaritas dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Berbeda dari istilah lama seperti “Jumat Bersih” atau “Jumsih”, “Ngosrek Bareng” tampil lebih segar dan mengena di kalangan muda maupun tua.
Gerakan Resmi yang Didukung Pemerintah
Pemerintah Kabupaten Purwakarta sendiri telah mengesahkan gerakan ini melalui Surat Edaran Nomor 100.3.4/104-DLH/2025, tertanggal 7 Maret 2025. Surat edaran tersebut mewajibkan seluruh camat, kepala desa, dan lurah untuk menggelar aksi Ngosrek Bareng secara serentak di wilayah masing-masing.
Tak hanya masyarakat biasa, kegiatan ini juga melibatkan berbagai unsur:
- Tokoh agama dan pemuda
- Pelajar dari berbagai sekolah
- TNI-Polri
- Santri pondok pesantren
- ASN dari berbagai instansi pemerintahan
Kebersihan sebagai Iman dan Budaya
Selain menyambut hari jadi Purwakarta, kegiatan ini juga dinilai sarat nilai spiritual. Kebersihan yang menjadi bagian dari iman, menurut Amirudin, patut dijadikan budaya tetap warga.
“Ngosrek bukan sekadar bersih-bersih, tapi bagian dari ajaran moral dan agama. Jika ini konsisten dilakukan, saya yakin Purwakarta akan menjadi daerah yang sehat, kuat, dan bermartabat,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Purwakarta berharap, “Ngosrek Bareng” akan menjadi agenda rutin yang terus menumbuhkan semangat kebersamaan dan tanggung jawab sosial.
Redaksi Aswinnews.com
![]()
