Kisah Meytrivia Malimbulun, Ibu Hamil Lompat ke Laut Ketika Kebakaran KM Barcelona, 2 Jam di Air

MANADO,Aswinnews.

SULUT,Kisah ibu hamil yang melompat ke laut saat kebakaran KM Barcelona 5 di Perairan Talise, Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara (Sulut) pada Minggu 20 Juli 2025 siang.

Meytrivia Malimbulun (24) ibu hamil yang selamatkan diri dengan melompat ke laut dari dek 2 kapal saat kejadian kebakaran KM Barcelona 5.

Meytrivia berasal dari Sawang, Melonguane, Kepulauan Talaud hendak ke Manado.

Ia bersama ayahnya Alowen Malimbulun (45) dan ibu mertua Agustina Maratade (67).

Sebelum kejadian kebakaran KM Barcelona, ia menceritakan detik-detik menyelamatkan diri.

“Waktu itu saya sudah berada di bed, pasang infus dan oksigen,” jelasnya.

Ia mengatakan waktu itu baru cek dan tanya tiket.

Kemudian, dari belakang kapal orang-orang berteriak kebakaran.

“Mama tanya kapal mana yang terbakar?.

Kapal ini yang kita dinaiki yang terbakar,” ujar dia.

Mereka bilang tenang jangan panik.

Namun, kata dia lagi, asap hitam sudah mengarah ke depan.

Meytrivia Malimbulun kemudian bilang ke ayah minta tolong ke perawat untuk mencabut oksigen.

“Oksigen sudah dilepas tapi infus masih, kalau tidak segera dilepas nanti kena api.

Asap hitam terlihat dan api sudah besar menjalar bahkan rasanya sampai panas sekali,” jelasnya.

Ungkap dia, kemudian keluar dari ruangan di dek 2 KM Barcelona tersebut.

“Saya bilang ke mama, minta tolong ke mereka untuk mencabut infus.

Saya mau melompat saja.

Akhirnya terpaksa saya mencabut sendiri infus untungnya tidak keluar banyak darah,” kata ibu rumah tangga tersebut.

Tetapi, bapaknya Alowen bilang jangan melompat.

“Terpaksa karena sudah rasa panas, dan pakai pelampung.

Pelampung waktu itu untuk 2 orang saya dan mama mantu, bapak tidak pakai pelampung,” ucap Meytrivia.

Tak lama kemudian Meytrivia melompat duluan ke laut.

“Akhirnya saya melompat duluan dari dek 2, naik pembatas lalu lompat.

Sampai di bawah bapak dan kemudian mama juga ikut lompat menyusul saya.” ungkapnya.

Meytrivia mengungkapkan perasaannya bahwa tidak takut saat melompat ke laut.

Tidak ada rasa takut dan khawatir walau hamil, yang penting menjauh dari kapal terbakar takutnya meledak.

Saya menjauh sedikit dari kapal terbakar dan ada arus juga,” bebernya

2 Jam di Air

Meytrivia dan keluarganya tersebut berada di air sekitar 2 jam seusai melompat dari KM Barcelona 5 yang terbakar.

“2 jam lebih di air, kemudian ada perahu lalu kita berteriak ada ibu hamil,” ucapnya sambil berkaca-kaca.

Namun, jelasnya cuek atau mungkin mereka tidak mendengar.

Lalu bapak bilang tenang dulu pasti ada yang menolong nanti.

“Pertama kali ditolong om orang likupang seorang nelayan,” jelasnya.

Selanjunya, diantar ke Pulau Serey, Likupang Barat, Minut.

“Di sana ada perawat yang kemudian langsung bawa saya ke puskesmas ganti baju, mandi, makan dan diperiksa bahwa adik aman,” pungkasnya.

Kini, Meytrivia Malimbulun dirujuk untuk rawat inap di Rumah Sakit Sentra Medika Hospital Minut.

Syukurnya, ia juga sudah melahirkan seorang bayi yang sehat bernama Elia Jeones Sasiil pada Minggu 20 Juli 2025 malam pukul 23.00 Wita.

Kronologis dan Data Korban

Kapal Motor (KM) Barcelona 5 rute Manado-Talaud, Sulawesi Utara, terbakar, Minggu (20/7/2025) sekitar pukul 12.00 WITA

Sejumlah penumpang sedang makan siang saat kebakaran. Api diduga bermula dari salah satu kamar penumpang.

KM Barcelona 5 berangkat dari Pelabuhan Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, menuju Pelabuhan Manado, Minggu (20/7/2025) dini hari

Kapal sempat singgah di Pelabuhan Lirung untuk memuat penumpang lainnya. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Manado sekira pukul 02.00 Wita.

Saat terbakar, kapal tersebut berada di perairan antara Pulau Talise dan Pulau Gangga, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Berjarak kurang lebih 60 km dari Pelabuhan Manado.

Jumlah penumpang KM Barcelona 5 masih simpang siur. Awalnya disebut membawa sekitar 280 penumpang.

Namun berdasarkan jumlah korban yang dievakuasi, diperkirakan jumlah penumpang lebih 400 orang.

Di Pelabuhan Serei, Bakamla RI mencatat 293 penumpang dievakuasi.

Di Pelabuhan Munte, tercatat 87 korban dievakuasi dengan selamat.

Sedangkan di Pelabuhan Manado, sekitar 150 orang dievakuasi langsung oleh pihak KM Barcelona.

Evakuasi dilakukan oleh unsur gabungan. Terdiri atas Bakamla, Basarnas, Kodim Bitung, Koramil Likupang, Polsek Likupang, Brimob Polda Sulut serta warga Pulau Talise dan Pulau Gangga yang menjadi sukarelawan.

Korban Meninggal

Hingga berita ini dimuat, ada tiga korban meninggal yakni:

  1. Asna Lapae (50), perempuan
  2. Zakaria Tindiuling, laki-laki
  3. Juliana Humulung (40)

Semuanya berstatus pasien rujukan yang sedianya akan dibawa berobat ke Kota Manado. Satu di antaranya sedang hamil.

Penumpang lainnya selamat.

Saat kapal terbakar, para penumpang masih sempat mengenakan live jacket.

Lalu melompat ke laut.

Tim evakuasi kemudian bergerak ke lokasi kejadian membantu menyelamatkan korban.

Sebagian lainnya dibantu warga sekitar Pulau Talise dan Pulau Gangga.

Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling menegaskan bahwa Pemprov Sulut menyiagakan fasilitas kesehatan seperti ambulans dan rumah sakit di setiap posko evakuasi.

“Masyarakat Sulawesi Utara berdukacita atas peristiwa ini,” ujar YSK yang langsung ke posko evakuasi korban KM Barcelona 5.

(MYCHAEL HONTONG)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *