Oleh: Dr. Ali Aminulloh, M.Pd.I., M.E.
Dosen IAI Al-Zaytun
Ahad siang, 20 Juli 2025, ruang Basement Ali Al-Zaytun dipenuhi semangat yang berbeda. Lebih dari sekadar temu kumpul, inilah peristiwa kebersamaan yang penuh makna: silaturahmi Konsulat Santri Ma’had Al-Zaytun asal Bandung dan Jawa Barat Selatan (Jabarsel). Bertajuk MENERANI—akronim dari Menguatkan Sinergi Merajut Harmoni—kegiatan ini tidak sekadar seremonial pergantian pengurus, melainkan ikhtiar kolektif membangun komunitas pelajar yang sinergis, berprestasi, dan berkarakter.
Dari 214 santri Jabarsel yang tercatat, sebanyak 181 hadir. Tingkat kehadiran mencapai 85%, mencerminkan antusiasme tinggi dan kepedulian terhadap kebersamaan. Kemeriahan dibuka dengan pentas seni yang menampilkan ragam talenta para santri—sebuah pertanda bahwa ekspresi kreatif juga mendapat ruang tumbuh di bumi pendidikan Al-Zaytun.

Menanam Kebersamaan, Menuai Prestasi
Suasana khidmat terasa ketika lagu Indonesia Raya tiga stanza berkumandang, menguatkan rasa nasionalisme dan persatuan. Dalam sambutannya, Muhammad Rizki Al-Farisi, Ketua Konsulat terpilih, menyerukan pentingnya membangun sinergi: tak hanya antar sesama santri, tetapi juga bersama para guru dan pengurus. Baginya, sinergi adalah fondasi dari lingkungan belajar yang sehat dan harmonis.
Presiden OPMAZ turut mengobarkan semangat, khususnya kepada santri Jabarsel yang secara historis telah melahirkan pemimpin-pemimpin pelajar tingkat nasional. Harapan disematkan: jadilah pelopor perubahan, penebar semangat persaudaraan lintas daerah, dan penggerak budaya positif di lingkungan ma’had.
Drs. Purnomo, M.Pd., Ketua Majelis Guru, mengingatkan bahwa prestasi tidak hanya bermakna akademik, tetapi juga kesungguhan dalam mengembangkan potensi diri secara utuh. Sementara itu, penulis sendiri dalam kapasitas Ketua Majelis Pengendali Asrama (MPAP), menekankan pentingnya memadukan tiga jalur pendidikan di Al-Zaytun: formal di ruang kelas, non-formal dalam kegiatan ekstrakurikuler, dan informal melalui keseharian di asrama dan konsulat. Ketiganya merupakan pilar pembentuk insan yang cerdas, terampil, dan berkarakter kuat.
Memetik Nilai Budaya, Menyulam Inspirasi
Mukhtar Fatwa, S.Kom., Pembina Konsulat, kembali menghidupkan nilai-nilai kearifan lokal Sunda: cageur, bageur, bener, pinter, jeung singer—sehat jasmani, berbudi, jujur, cerdas, dan cakap. Lima prinsip ini menjadi kerangka pembangunan karakter santri yang tidak hanya berpikir kritis, tapi juga bertindak bijak.
Amin Tasdik, Penasehat Konsulat, menutup sesi pengarahan dengan mengajak seluruh santri merawat budaya silih asah, silih asih, silih asuh. Budaya ini menjadi perekat sosial yang menumbuhkan empati dan solidaritas—modal penting agar para santri betah belajar, mampu bertahan, dan menamatkan pendidikan dengan bahagia.
Acara berlanjut dengan pementasan seni dari berbagai tingkat kelas serta penyerahan penghargaan kepada santri berprestasi. Konsep pemberian penghargaan bukan sekadar apresiasi simbolik, melainkan bentuk motivasi dan mekanisme penguatan karakter. Ketika prestasi dirayakan bersama, maka akan tercipta siklus inspirasi yang terus menyala di antara rekan-rekan mereka.
Foto bersama menjadi penutup simbolis: momen yang merekam kebersamaan, semangat juang, dan harapan masa depan yang terus bertunas.
Epilog: Menyemai MENERANI
MENERANI bukan hanya akronim indah, tapi juga filosofi yang patut dirawat: sinergi sebagai kekuatan, harmoni sebagai jiwa, dan prestasi sebagai buah dari usaha kolektif. Dalam dunia yang semakin individualistik, kegiatan semacam ini menjadi napas segar bagi dunia pendidikan, bahwa masih ada ruang-ruang kehangatan di mana nilai luhur dan semangat gotong-royong tumbuh bersama.
Al-Zaytun bukan hanya tempat belajar, tapi juga ruang pembentukan watak dan semangat pengabdian. Jika sinergi dan harmoni ini terus dibangun, maka kita sedang menanam pohon harapan yang kelak akan berbuah: manusia-manusia paripurna yang cerdas, arif, dan membumi.
Semoga semangat MENERANI senantiasa menjadi cahaya dalam langkah para santri—menuju masa depan yang tidak hanya gemilang, tetapi juga penuh makna.
Indramayu, 22 Juli 2025
Penulis: Dr. Ali Aminulloh, M.Pd.I., M.E.
Editor: Abah Roy | Redaksi AswinNews.com – Tajam, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update
![]()
