Viral! Tersangka Penggelapan Ratusan Juta, Vivi Olvie Lumi Resmi Ditahan Kejari Manado Usai Dideportasi dari Australia

🖋️ Penulis: Mychael Hontong
🛠️ Editor: Kenzo | Redaksi AswinNews.com – Tajam, Akurat, Terpercaya, Berimbang dan Ter-Update

MANADO – AswinNews.com | Kasus dugaan penggelapan uang ratusan juta rupiah yang sempat mandek sejak 2020 akhirnya memasuki babak baru. Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado resmi menahan tersangka Vivi Olvie Lumi (VOL), usai dideportasi dari Australia dan diserahkan ke aparat penegak hukum Indonesia, Jumat (11/7/2025).

Vivi, yang sebelumnya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan menjadi buronan internasional melalui red notice Interpol, tampak mengenakan baju tahanan Kejari Manado dengan tangan dibalut kain merah muda. Ia digiring menuju mobil tahanan dengan kepala tertunduk, didampingi kuasa hukumnya.

Melarikan Diri ke Australia, Ditetapkan DPO sejak 2020

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Manado, Taufiq Fauzie, menyampaikan bahwa perkara ini sebenarnya telah berstatus P21 atau lengkap sejak 2020. Namun, proses hukum terhambat karena tersangka melarikan diri ke luar negeri.

“Tersangka akhirnya diamankan oleh rekan-rekan Interpol dan dideportasi ke Indonesia. Setelah itu, ia diserahkan ke Polda Sulut dan kami lakukan tahap dua untuk selanjutnya ditahan di Rutan Kejari Manado,” jelas Taufiq.

Dugaan Penggelapan di Tempat Kerja, Siap Disidangkan

Vivi diduga menggelapkan uang ratusan juta rupiah dari tempat ia bekerja, yakni La Rascasse Resort, yang berlokasi di wilayah pesisir Sulawesi Utara. Uang tersebut semestinya digunakan untuk operasional, namun diduga kuat dialihkan untuk kepentingan pribadi.

“Kami akan segera limpahkan kasus ini ke Pengadilan Negeri Manado untuk disidangkan,” tambah Taufiq.

Pelapor Apresiasi Langkah Hukum

Claartje Lalamentik, pelapor sekaligus Owner La Rascasse Resort, mengapresiasi kerja keras aparat penegak hukum, baik dari Kepolisian maupun Kejaksaan.

“Terima kasih kepada Kepolisian dan Kejari Manado. Kami berharap perkara ini segera disidangkan agar ada kepastian hukum,” ujar Claartje saat ditemui usai penahanan tersangka.

Kasus yang Sempat Terhenti Kini Dikebut

Kasus ini sempat mandek selama beberapa tahun karena proses pencarian dan pelacakan tersangka yang cukup panjang. Namun, kerja sama lintas negara dan koordinasi aparat hukum berhasil membawa tersangka kembali ke Indonesia untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dengan penahanan ini, publik kini menantikan proses sidang yang akan mengungkap fakta-fakta baru dalam dugaan penggelapan yang merugikan pihak swasta hingga ratusan juta rupiah.


📌 AswinNews.com akan terus mengawal proses hukum kasus ini hingga tuntas di pengadilan, sebagai bagian dari komitmen terhadap pemberantasan kejahatan ekonomi dan perlindungan investor lokal.

#Penggelapan #KejariManado #InterpolIndonesia #ViviLumiDitangkap #RedNotice #KasusViralManado

Kartolo

Recent Posts

Koperasi Konsumen Syariah Garuda Bersatu Aceh Gelar RAT Perdana Tahun Buku 2025

Banda Aceh – AswinNews.com — Koperasi Konsumen Syariah Garuda Bersatu Aceh sukses melaksanakan Rapat Anggota…

3 jam ago

IRAN MENUJU SUPERPOWER DUNIA? TATANAN GLOBAL SEDANG BERUBAH

Oleh: Bahrudin El-ShiraazAktivis Intelektual, Pegiat Kajian Keislaman Kontemporer dan Geopolitik Timur Tengah Setiap perubahan besar…

3 jam ago

KunKer Pengawasan Komisi IV DPR RI Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S.,: Meninjau POKDATAN dan Mendorong Kemandirian Usaha Perikanan

Cirebon, –AswinNews.com-Kegiatan Kunjungan Kerja (Kunker) Pengawsan Anggota Komisi IV DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) RI (Republik…

3 jam ago

Melawan Saat Hendak Ditangkap, Pelaku Curanmor di Binjai Dihadiahi Timah Panas

​BINJAI –Aswinnews.comSatuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Binjai berhasil meringkus dua pelaku pencurian sepeda motor (curanmor)…

4 jam ago

Jerat Pidana LP2B Mengintai Koperasi Desa Merah Putih: Jangan Jadikan Kepala Desa Kambing Hitam Kegagalan Koordinasi NegaraOleh Aceng Syamsul Hadie (ASH)

Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) merupakan salah satu proyek strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto…

4 jam ago

Aceng Syamsul Hadie Desak Sondang F.S. Mundur atau Dimundurkan: Krisis Kepercayaan Publik dan Pertanggungjawaban Moral dalam Lembaga Negara Independen

JAKARTA -AswiNews.com- Gelombang kritik terhadap Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) pasca pernyataan…

4 jam ago