🖋️ Penulis: Mychael Hontong
🗞️ Editor: Kenzo | Redaksi Aswinnews.com – Tajam, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update
Grobogan, Jawa Tengah – Aswinnews.com — Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Raja Juli Antoni, memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) atas peran aktifnya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, khususnya melalui penanaman jagung di lahan-lahan perhutanan sosial.
Dalam sambutannya pada kegiatan penanaman jagung serentak Kuartal III, Rabu (9/7/2025), Menteri Raja Juli bahkan menyebut bahwa saat ini jajaran Kapolda tengah “demam jagung”, merujuk pada tingginya antusiasme Polri untuk mencari dan memanfaatkan lahan tidur demi mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
“Kapolda sekarang itu demam jagung. Saat kunjungan ke Sumatera Barat bersama Ibu Ketua Komisi IV, pembicaraan kami dengan para Kapolda dan kepala daerah selalu soal satu hal: ‘Di mana lagi ada lahan untuk kami tanam?’,” ungkap Menteri Raja Juli disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.
Polri Jadi Garda Depan Pangan, Setelah Sukses di Pandemi
Menteri Raja Juli menyampaikan bahwa peran Polri dalam urusan strategis kenegaraan bukanlah hal baru. Keberhasilan Indonesia dalam menangani pandemi COVID-19, menurutnya, juga tak lepas dari peran vital institusi Polri.
“Tidak berlebihan jika saya katakan, kita bisa segera bebas dari COVID-19 juga karena kontribusi luar biasa dari jajaran Polri di bawah komando Kapolri,” tegasnya.
Kini, lanjut Menteri, Polri kembali membuktikan diri dengan terjun langsung dalam proyek ketahanan pangan, bersinergi dengan Kementerian Pertanian, Kementerian LHK, serta TNI, untuk menggarap lahan-lahan perhutanan sosial yang belum termanfaatkan.
Berburu Lahan Tidur Demi Kemandirian Bangsa
Menteri Raja Juli juga mengungkapkan bahwa di banyak kunjungan kerja ke daerah — mulai dari Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur hingga Sumatera Barat — dirinya selalu menemui Kapolda yang antusias menanyakan ketersediaan lahan untuk ditanami jagung.
“Setiap saya datang, pertanyaan dari mereka bukan soal keamanan, tapi: ‘Ada lagi nggak lahan perhutanan sosial yang bisa ditanam jagung?’ Ini semangat luar biasa,” katanya.
Ia menilai semangat ini sebagai bentuk “fastabiqul khairat” — berlomba-lomba dalam kebaikan — antar institusi negara, yang kini berebut untuk berkontribusi pada swasembada pangan nasional.
“Semua sedang berkompetisi secara sehat, demi menyukseskan program besar Presiden Prabowo untuk menjadikan Indonesia sebagai negara mandiri pangan dan bahkan menjadi lumbung pangan dunia,” tandasnya.
Catatan Redaksi:
Ketika aparat keamanan turun ke ladang, dan kementerian berlomba menyediakan lahan, maka ketahanan pangan bukan lagi mimpi. Di balik “demam jagung” ini, tersimpan semangat kolektif menuju Indonesia yang berdaulat secara pangan – dari desa, untuk dunia.
Redaksi Aswinnews.com
![]()
