✍️ Oleh: Drs. M. Isa Alima
Ketua Patriot Bela Nusantara (PBN) dan Asosiasi Wartawan Internasional (ASWIN) Aceh
📍 Editor: Kenzo | ASWINNEWS.COM – Tajam, Akurat, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update
BANDA ACEH – ASWINNEWS.COM | Memasuki 1 Muharram 1447 Hijriah, umat Islam di seluruh dunia kembali diingatkan pada satu titik penting dalam sejarah peradaban Islam—Hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Hijrah bukan hanya tentang perpindahan geografis, tetapi tentang transformasi mental, spiritual, dan sosial. Sebuah refleksi perubahan dari gelap menuju terang, dari kelalaian menuju kesadaran.
Di Aceh, yang selama ini dikenal sebagai Serambi Mekkah, semestinya peringatan Tahun Baru Islam ini dimaknai secara mendalam, bukan hanya seremonial, apalagi sekadar perayaan tanpa arah. Sudah saatnya 1 Muharram menjadi agenda utama keumatan, bukan dikesampingkan atau digantikan oleh hingar bingar perayaan 1 Januari Masehi.
Saya mengajak semua pihak—pemerintah, ulama, pimpinan dayah, pengurus masjid, tokoh adat, dan masyarakat umum—untuk menghidupkan kembali semangat syiar Islam yang menyejukkan dan mendidik di momen sakral ini. Bukan dengan hura-hura, bukan dengan pawai liar atau pesta kembang api, tapi dengan doa bersama, zikir, tabligh akbar, pengajian, lomba-lomba islami, dan aksi sosial yang menginspirasi.
Mengapa ini penting? Karena budaya Islam bukanlah sekadar aturan yang tertulis di dalam qanun atau buku panduan hukum. Budaya Islam adalah sikap hidup yang membentuk karakter masyarakat—menumbuhkan kepedulian, menguatkan akhlak, dan membangun solidaritas sosial.
Saat ini, kita perlu bertanya: apakah pantas kita lebih sibuk mempersiapkan perayaan tahun baru Masehi daripada menyambut 1 Muharram yang penuh nilai? Apakah kita akan terus menomorduakan kalender Hijriah, padahal ia adalah penanda sejarah Islam itu sendiri?
Aceh harus menjadi teladan nasional. Tanah ini memiliki Qanun Syariat Islam, dan masyarakatnya punya akar kultural yang kuat terhadap nilai-nilai agama. Namun semua itu akan tinggal simbol jika kita abai terhadap momentum spiritual seperti Muharram.
Saya berharap 1 Muharram 1447 H ini menjadi awal kebangkitan budaya Islami di Aceh. Mari kita bimbing generasi muda untuk bangga dengan identitasnya sebagai Muslim, mencintai sejarah Islam, dan menjadikan kalender Hijriah sebagai bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.
Kepada seluruh pemangku kepentingan—MPU, Dinas Syariat Islam, Dinas Pendidikan, camat, keuchik, hingga pengurus remaja masjid—mari kita susun kegiatan menyambut tahun baru Islam secara kolektif, terencana, dan membudaya. Mulailah dari yang sederhana, tapi bermakna.
Hijrah adalah perjalanan perbaikan. Mari berhijrah—dari sekadar perayaan ke penghayatan, dari formalitas ke nilai-nilai, dari simbol ke substansi. Inilah saatnya Aceh meneguhkan diri sebagai Serambi Mekkah bukan hanya dalam nama, tapi dalam laku hidup keseharian.
Semoga 1 Muharram ini menjadi awal yang berkah bagi kita semua.
Allahumma barik lana fi Muharram. Aamiin.
INDRAMAYU, Aswinnews.com – Pimpinan Anugrah Ilahi Berkah Group dan Griya Amal, H. Muhammad Suwarto, menyampaikan…
INDRAMAYU, Aswinnews.com – Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Kabupaten Indramayu, Imron Rosadi, S.Pd.I,…
INDRAMAYU, Aswinnews.com – Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, Dra. Hj. Nurhayati, M.Pd.I., menyampaikan ucapan Selamat Memperingati…
INDRAMAYU, Aswinnews.com – Kepala Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kabupaten Indramayu, Drs. H. Effendy, M.HI,…
SEMARANG, Aswinnews.com – Kabar menggembirakan datang bagi pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. Sebuah investor asal Tiongkok…
BANDUNG, Aswinnews.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Barat menggelar…