🖊️ Laporan Investigasi: Hayat
📍 Kontributor: Tim DPC ASWIN Pringsewu
🗞️ Editor: Kenzo, | ASWINNEWS.COM – Tajam, Akurat, Berimbang, Terpercaya dan Ter-Update
PRINGSEWU, LAMPUNG – Proyek nasional bertajuk Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) yang digelontorkan Kementerian Pertanian pada 2022 ke sejumlah gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Kabupaten Pringsewu, Lampung, menuai sorotan. Pasalnya, salah satu titik program yang berada di Gapoktan Secancanan, Pekon Sukaratu, Kecamatan Pagelaran, diduga tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Kondisi itu sangat kontras dengan empat kecamatan penerima bantuan lainnya yang terpantau masih menjalankan aktivitas, meski terbatas. Sementara di Pagelaran, fasilitas senilai hampir Rp950 juta dari Dana Alokasi Khusus (DAK) justru tak menunjukkan geliat berarti hingga pertengahan 2025.
Suara Warga: “Baru Sekali Hidup, Lalu Mati Lagi”

Informasi awal diterima dari warga yang menyampaikan keresahan atas tidak transparannya pengelolaan alat dan program oleh Gapoktan setempat. Salah satu narasumber yang identitasnya dirahasiakan menyampaikan bahwa mesin penggilingan (RMU) hanya beroperasi satu kali sejak 2022.
“Setahu saya mesinnya baru hidup sekali, setelah itu tidak pernah digunakan lagi,” ujarnya kepada tim media DPC ASWIN di kediamannya, Senin (16/6/2025).
Ia mengaku kerap menyampaikan pendapat dalam forum internal kelompok tani, namun merasa disisihkan.

“Saya ini tunggu-tunggu kapan ada perkumpulan, biar bisa bicara. Tapi tiap kali saya usul, selalu dianggap terlalu vokal. Masyarakat berhak tahu berapa hasilnya, dan bagaimana pembagiannya,” ungkapnya kecewa.
Menurutnya, pola pengelolaan cenderung tertutup dan dikuasai segelintir orang yang memiliki akses ke depan.
“Setiap ada bantuan, yang urus dan kuasai itu-itu saja. Kami tidak pernah tahu pasti bagaimana hasilnya, pembukuan juga nggak pernah disampaikan,” tambahnya dengan nada kesal.
Dana Hampir Rp1 Miliar, Tapi Mesin Tak Beroperasi

Program ini menelan anggaran besar dari pemerintah pusat melalui DAK 2022, dengan rincian sebagai berikut:
- Mesin RMU: Rp290 juta
- Mesin Bed Dryer: Rp90 juta
- Pembangunan rumah RMU dan Bed Dryer: Rp210 juta
- Pembangunan lantai jemur: Rp70 juta
- Pembangunan lumbung pangan: Rp290 juta
Total dana mencapai Rp950 juta, yang idealnya menjadi stimulan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan nilai ekonomi petani setempat.
Namun kenyataan di lapangan menunjukkan fasilitas mangkrak, lahan kosong, dan minim aktivitas. Saat tim mencoba menemui Ketua Gapoktan Tolib pada Senin (16/06) pukul 11.30 WIB, yang bersangkutan tidak berada di rumah dan belum memberikan tanggapan hingga berita ini ditulis.
Pemerintah Daerah Angkat Bicara: Akan Turun Langsung

Menanggapi temuan tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pringsewu, Hendrik, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera mengambil langkah.
“Terima kasih atas kerjasamanya. Kami akan turun langsung mengecek kebenaran informasi ini. Kalau memang program tidak berjalan, kami akan mengadakan rapat evaluasi,” tegas Hendrik di ruang kerjanya.
Hendrik juga menyatakan pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap program pemerintah pusat, terlebih jika menyangkut bantuan bernilai besar yang bersumber dari anggaran negara.
Empat Titik Lain Berjalan, Pagelaran Mandek
Sebagai informasi, program LPM di Pringsewu mencakup lima lokasi Gapoktan, yakni:
- Gapoktan Secancanan – Pekon Sukaratu, Kecamatan Pagelaran
- Gapoktan Sido Makmur – Pekon Panjerejo, Kecamatan Gadingrejo
- Gapoktan Rukun Sejahtera – Pekon Sukorejo, Kecamatan Pardasuka
- Gapoktan Fajar Tani – Pekon Pajaresuk, Kecamatan Pringsewu
- Gapoktan Sari Pelita Jaya – Pekon Ambarawa Barat, Kecamatan Ambarawa
Dari keempat lainnya, berdasarkan pantauan media, masih terdapat aktivitas pertanian dan pengolahan meski tidak maksimal. Namun di Pagelaran, program seakan tidak pernah hidup.
Transparansi dan Akuntabilitas Dipertanyakan
Ketika dana negara yang seharusnya menjadi harapan petani justru tidak termanfaatkan, maka yang muncul adalah kekecewaan dan ketidakpercayaan publik. Proyek LPM di Pagelaran bisa menjadi contoh buruk jika tidak ada pembenahan dan transparansi.
📌 Catatan Redaksi:
Tim media DPC ASWIN Kabupaten Pringsewu membuka ruang klarifikasi bagi Ketua Gapoktan Secancanan maupun pihak terkait lainnya. Kami tidak menunggu berita tandingan, tetapi menantikan transparansi dan keberpihakan kepada masyarakat.
![]()
