Penulis: Gufron
Editor: Abahroy, Redaksi Aswinnews.com
Cirebon-aswinnews.com— Mahasiswa Program Studi Bimbingan Konseling Islam (BKI) UIN Syekh Nurjati Cirebon sukses melaksanakan kegiatan praktik konseling keluarga di Desa Cempaka, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, pada Jumat–Sabtu, 13–14 Juli 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari praktik lapangan mahasiswa untuk memperdalam pemahaman dan keterampilan dalam memberikan layanan bimbingan secara langsung kepada masyarakat.
Acara diawali dengan pembukaan di Balai Desa Cempaka yang dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Cempaka.
Bapak Adam turut hadir dalam acara tersebut aparat desa, warga setempat, serta Ketua PKK Desa Cempaka yang juga turut mendampingi mahasiswa selama kegiatan berlangsung.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Bapak Adam menyampaikan apresiasi atas kehadiran para mahasiswa. “Mahasiswa adalah ujung tombak pendidikan bangsa.

Kehadiran kalian di desa ini adalah sesuatu yang membanggakan karena mampu mempraktikkan langsung ilmu yang dimiliki untuk membantu masyarakat,” ujarnya.
Sebanyak 36 mahasiswa BKI terlibat aktif dalam kegiatan ini. Meski dosen pembimbing, Bapak, Dr. Jaja Suteja, M.Pd.I. berhalangan hadir karena agenda lain, kegiatan tetap berjalan lancar berkat koordinasi yang baik antara mahasiswa dan pihak desa.
Selain di balai desa, praktik juga dilaksanakan langsung di lingkungan warga.
Para mahasiswa melakukan observasi dan bimbingan keluarga, dengan pendampingan dari Ketua PKK dan aparat desa.
Kegiatan ini membuka ruang interaksi yang hangat antara mahasiswa dan warga, sekaligus menjadi ajang penerapan langsung teori-teori konseling yang telah dipelajari di kelas.
Ketua PKK Desa Cempaka, Ibu Wati, mengaku senang dengan antusiasme mahasiswa dan keterbukaan mereka dalam menjalin komunikasi dengan warga.
“Kami merasa terbantu, terutama para ibu rumah tangga yang seringkali tidak tahu harus bercerita kepada siapa. Mahasiswa ini datang tidak hanya membawa ilmu, tapi juga empati,” tuturnya.
Salah satu mahasiswa peserta, Abdurrahim, mengungkapkan bahwa pengalaman ini sangat berharga. “Kami belajar langsung dari masyarakat, tidak hanya mendengar masalah mereka tapi juga mencoba memberi solusi sesuai dengan pendekatan konseling Islam. Ini sangat membekas secara emosional dan intelektual,” ucapnya.
Praktik ini tidak hanya menjadi bagian dari proses akademik, tetapi juga merupakan bentuk pengabdian sosial yang berdampak nyata. Mahasiswa dilatih untuk membangun kepekaan, keterampilan komunikasi, serta kemampuan menganalisis dinamika keluarga sebagai bekal mereka menjadi konselor profesional di masa depan.
Kegiatan ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan masyarakat dalam mewujudkan pendidikan yang membumi dan berdampak langsung.
Cirebon,13 Juli 2025
![]()
