Categories: umum

Tangis dan Doa Mengiringi, Shalat Jenazah Waled Nura di Masjid Al Falah Sigli, Ribuan Jamaah Hadir Melepas Sang Ulama

penulis Drs Isa Alima
Editor Rahmat karttolo

Sigli Aswinnews.com-
Langit Sigli seakan ikut bersedih. Awan mendung menyelimuti Masjid Al Falah siang ini, saat ribuan jamaah dari berbagai penjuru Aceh berkumpul untuk satu tujuan mulia: mengantarkan kepergian ulama tercinta, Waled Nura (Waled Rasyidin bin Ahmad), ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Shalat jenazah yang dilangsungkan Jam 12.00 Wib siang hari sebelum Shalat Zuhur berlangsung khidmat dan penuh haru. Tangis tertahan, wajah-wajah sendu, dan doa-doa panjang mewarnai suasana. Tak sedikit yang terlihat meneteskan air mata, tak kuasa menahan duka atas wafatnya sosok yang selama ini menjadi cahaya penerang kehidupan spiritual masyarakat Aceh, khususnya di Kabupaten Pidie.

Drs. Isa Alima, Ketua DPD Asosiasi Wartaran Internasional (ASWIN) Aceh, yang hadir langsung di tengah pelayat, menyampaikan kesedihannya kepada awak media.

“Waled Nura bukan hanya ulama, beliau adalah guru kehidupan. Setiap nasihatnya seperti embun yang menyejukkan. Hari ini, kita tidak hanya kehilangan seorang pemimpin ruhani, tetapi juga kehilangan teladan kebaikan dan ketulusan.”

Masjid Al Falah, yang selama ini menjadi tempat Waled Nura berdakwah dan membimbing umat, menjadi saksi bisu betapa besar cinta masyarakat kepada beliau. Sejak kabar wafatnya menyebar, masyarakat dari berbagai latar belakang, anak-anak, pemuda, para tokoh, hingga orang tua, datang berbondong-bondong untuk menyampaikan doa dan cinta terakhir mereka.

“Kami semua kehilangan. Tapi kami yakin, Allah sedang memanggil hamba terbaik-Nya pulang. Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah beliau dan menempatkan Waled di taman surga, bersama para ulama sholeh dan kekasih-kekasih-Nya,” lanjut Isa Alima sambil menyeka air mata.

Dalam suasana yang syahdu itu, gema selawat Nabi Muhammad SAW dan kalimat Innalillahi wa inna ilaihi raji’un terus terucap, mengiringi langkah jenazah menuju pemakaman. Sejumlah tokoh agama, pejabat daerah, dan masyarakat dari berbagai kecamatan tampak menyatu dalam kebersamaan yang langka, semua karena cinta pada satu sosok: Waled Nura.

“Beliau telah tiada, namun ilmunya akan tetap hidup. Doa-doanya akan terus menggema dalam kehidupan kita. Kita adalah saksi bahwa Waled adalah orang baik, dan semoga Allah juga mencatatnya sebagai hamba-Nya yang dicintai,” tutup Isa Alima dengan suara bergetar.

Selamat Jalan, Waled. Doa Kami Menyertaimu.

Kartolo

Recent Posts

Pasien Batuk Parah, Sesak hingga Kejang Mengaku Tidak Mendapat Pelayanan IGD RSUD M. Yunus, Dinkes Diminta Lakukan Evaluasi

BENGKULU – Aswinnews.com – Seorang warga Kota Bengkulu bernama Miya mengaku tidak mendapatkan pelayanan di…

4 jam ago

Unfit Indonesian Rupiah Banknotes Transformed into Green Energy, Bank Indonesia and Solusi Bangun Andalas Collaborate in Aceh

LHOKNGA – Aswinnews.com – Indonesian Rupiah banknotes that are no longer fit for circulation have…

5 jam ago

Bangun Kemitraan Strategis, PJS Sambangi Kantor ASDP Merak

MERAK, BANTEN | Aswinnews.com – Dalam upaya memperkuat kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan, Pro Jurnalismedia…

6 jam ago

Kapolres Meranti Kenalkan Green Policing Di SDN 02 Selatpanjang, Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini

KEPULAUAN MERANTI | Aswinnews.com – Upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan hidup sejak usia dini terus…

6 jam ago

Pemko Binjai Respons Cepat Insiden Pohon Tumbang, Pedagang Bakso Jalani Perawatan Intensif Di RSUD

BINJAI | Aswinnews.com – Pemerintah Kota (Pemko) Binjai bergerak cepat menangani insiden pohon tumbang yang…

6 jam ago

Penuh Haru Dan Kekeluargaan, Polresta Cirebon Gelar Upacara Penyerahan Jabatan Juga Pelepasan AKBP Eko Munarianto

CIREBON | Aswinnews.com – Polresta Cirebon menggelar Upacara Penyerahan Jabatan dan Pelepasan Wakapolresta Cirebon, AKBP…

6 jam ago