Proyek Pencegahan Bencana di Pesawaran Dituding Tak Sesuai Spesifikasi, Batu Tanggul Diambil dari Sungai
Pesawaran, Lampung | AswinNews.com
Proyek pembangunan tanggul penahan tanah di Sungai Way Ratai, Dusun Bunut, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, menuai sorotan tajam dari warga setempat. Proyek senilai Rp2,68 miliar yang bersumber dari anggaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung itu diduga tidak sesuai spesifikasi teknis dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Proyek yang dilaksanakan oleh CV Adi Jaya Lampung Konstruksi itu kini dalam tahap pelaksanaan. Namun, warga mencurigai adanya penyimpangan dalam penggunaan material, terutama batu yang digunakan untuk membangun tanggul.
Salah satu warga, Romli, yang sempat mengunjungi langsung lokasi proyek pada Kamis, 29 Mei 2025, menuturkan bahwa material yang digunakan diduga berasal langsung dari sungai setempat.
“Seharusnya batu yang digunakan itu batu belah sesuai standar konstruksi, tapi yang saya lihat justru batu bulat kecil yang memang ada di sungai. Kalau memang begitu, apakah sesuai RAB-nya?” ujarnya kepada tim AswinNews.
Romli tidak serta-merta menolak penggunaan batu sungai, namun menekankan pentingnya kepatuhan terhadap prosedur dan ketentuan teknis.
“Batu sungai bisa saja dipakai, tapi harus ada izin dari instansi terkait. Kalau sembarangan ambil batu dari sungai untuk proyek sebesar ini, ya bisa jadi pelanggaran,” imbuhnya.
Romli juga mengungkap bahwa menurut pengakuan beberapa pekerja di lapangan, pihak dari Dinas BPBD dan konsultan pengawas sempat datang ke lokasi namun hanya sebentar dan tidak terlihat melakukan pemeriksaan mendalam.
“Katanya dari dinas dan konsultan sudah datang, tapi cuma datang lalu pergi begitu saja. Tidak tahu apakah sempat cek kualitas atau tidak. Yang jelas saya akan terus awasi proyek ini sampai selesai,” tegasnya.
Menurut informasi yang diperoleh dari warga, proyek tanggul ini memiliki panjang sekitar 200 meter dan ditujukan untuk mencegah banjir serta longsor di wilayah Way Ratai yang rawan terdampak saat musim hujan.
Dugaan penyimpangan dalam proyek ini membuka kembali persoalan lama terkait pengawasan proyek-proyek infrastruktur di daerah, terutama yang menggunakan dana besar dengan alasan penanggulangan bencana. Penggunaan material lokal tanpa spesifikasi teknis yang sesuai dapat berdampak pada ketahanan konstruksi dan menimbulkan risiko lebih besar di masa depan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak BPBD Provinsi Lampung belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan pelanggaran tersebut.
Penulis: Tim Investigasi AswinNews.com,|
Editor: Kenzo,
AswinNews.com – Tajam, Akurat, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update
BENGKULU – Aswinnews.com – Seorang warga Kota Bengkulu bernama Miya mengaku tidak mendapatkan pelayanan di…
LHOKNGA – Aswinnews.com – Indonesian Rupiah banknotes that are no longer fit for circulation have…
MERAK, BANTEN | Aswinnews.com – Dalam upaya memperkuat kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan, Pro Jurnalismedia…
KEPULAUAN MERANTI | Aswinnews.com – Upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan hidup sejak usia dini terus…
BINJAI | Aswinnews.com – Pemerintah Kota (Pemko) Binjai bergerak cepat menangani insiden pohon tumbang yang…
CIREBON | Aswinnews.com – Polresta Cirebon menggelar Upacara Penyerahan Jabatan dan Pelepasan Wakapolresta Cirebon, AKBP…