Penulis : H. Dedi Setiabudi
Brigjen Pol Purn Polisi
Editor: Kenzo
AswinNews.com – Tajam, Akurat, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update
Seorang mukmin yang sejati akan selalu memperbaiki dirinya dalam segala hal dan selalu memegang adat istiadat yang baik dan tidak pernah berlebihan dalam beribadah kepada Allah subhanahu Wa ta’ala. Sebaliknya seorang munafik akan selalu berlebihan dalam beribadah dan tidak pernah memegang adat istiadat yang baik maka disitulah timbul Riya’ yang menyebabkan hilangnya pahala semua amalan yang ia lakukan.
Berkata imam Haddad radhiyallahu anhu.
كلام اهل الاخلاص والصدق نور وبركة وان كان غير فصيح ،وكلام اهل الرياء و التكلف ظلمة وخيبة وان كان فصيحا.
Artinya:”tutur kata dari seorang yang ikhlas dan jujur adalah bagaikan cahaya yang berkah memancar meskipun tutur katanya tidak fasih. namun tutur kata yang riya’ dan sikapnya yang berlebihan bagaikan kegelapan yang sia-sia meskipun tutur katanya sangat fasih.
Tidak ada cara yang paling tepat untuk mengobati hati ini kecuali Kita sadar kekurangan pada diri kita. Berkata imam Ghazali:
Ketahuilah bahwa Allah Azza wa Jalla jika menginginkan kebaikan kepada hambanya… Allah menunjukkan kekurangan dirinya, maka siapa yang mata hatinya terbuka… pasti akan terlihat kekurangan dirinya, jika dia mengetahui kekurangan dirinya… maka memungkinkan baginya untuk mengobatinya, tetapi kebanyakan orang tidak mengetahui kekurangan diri mereka, salah seorang dari mereka bisa mengetahui kekurangan orang lain tapi tidak bisa mengetahui kekurangan dirinya.
Maka barangsiapa yang ingin mengetahui kekurangan dirinya. Ada empat jalan atau cara:
Yang pertama: Duduk di hadapan seorang guru yang mengetahui kekurangan dirinya dan dapat melihat hal-hal jelek yang samar.
Yang kedua: Mencari teman yang jujur, mengerti kekurangan dirinya dan menjalankan perintah agama, maka dia menjadikannya pemantau dirinya untuk memerhatikan keadaan dan perbuatan-perbuatannya, apa yang dia lihat tidak baik dari akhlak, perbuatan dan kekurangan lahir dan bathin… dia mengingatkannya atas hal itu.
Cara yang ketiga: Hendaknya dia mengambil faedah untuk mengetahui kekurangan dirinya dari lisan-lisan musuhnya.
Cara yang keempat: Berkumpul dengan orang, maka setiap apa yang dilihatnya dari orang lain tercela hendaknya dia menuntut dirinya dengannya dan menjauhinya; karena seorang mukmin cermin untuk mukmin lainnya, melihat kekurangan orang lain sama dengan melihat kekurangan yang ada pada dirinya,
Nabi ‘Isa ‘alaihissalam ditanya: Siapa yang mengajarkan adab kepadamu? Beliau menjawab: Tidak ada yang mengajari aku adab, aku melihat kebodohan orang bodoh itu jelek maka aku menjauhinya.
Semoga sajian hati hari Kamis ini bermanfaat buat diri kita semuanya, aamiin yaa robbal aalamiin...
![]()
