PRINGSEWU, AswinNews.com – Sebuah aset negara bernilai puluhan miliar rupiah kini berubah menjadi pemandangan yang memilukan. Gedung Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berlokasi di komplek perkantoran Pemkab Pringsewu, Lampung, tampak terbengkalai. Rumput liar tumbuh liar, plafon bangunan jebol, fasilitas rusak, dan sampah berserakan.
Gedung Rusunawa yang dibangun pada 2016 melalui bantuan Kementerian PUPR RI dan diserahkan ke Pemkab Pringsewu pada 2022 ini menelan anggaran lebih dari Rp30 miliar, tetapi kini terkesan dibiarkan rusak dan tak terawat. Hal ini memicu sorotan dari berbagai pihak, termasuk Ketua Asosiasi Wartawan Internasional (ASWIN) Kabupaten Pringsewu, Hayat.
“Sangat disayangkan, aset milik negara/daerah yang dibangun dari uang rakyat justru dibiarkan terbengkalai. Ini jelas merugikan negara, dan pengelola harus bertanggung jawab,” tegas Hayat saat diwawancarai, Senin (26/5/2025).
Pantauan langsung tim ASWIN di lokasi pada Kamis (21/5/2025) menunjukkan kondisi yang jauh dari layak. Rumput tebal menjalar hingga ke teras bangunan, dinding kusam, dan debu tebal menutupi kaca-kaca jendela. Di dalam kamar, fasilitas seperti kasur, dipan, kursi, dan meja banyak yang rusak bahkan hilang. Plafon tampak jebol dan menggantung tak karuan, sementara toilet dan kamar mandi dibiarkan dalam keadaan kotor dan rusak.
“Pemeliharaan barang milik negara atau daerah itu bukan hanya kewajiban hukum, tapi bentuk tanggung jawab moral. Perawatan preventif penting agar aset tidak rusak parah seperti sekarang,” jelas Hayat.
Melihat parahnya kondisi bangunan, ASWIN menilai ada indikasi kelalaian atau bahkan pembiaran sistematis oleh pihak yang bertanggung jawab, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum atau instansi teknis lainnya yang semestinya mengelola pemeliharaan aset daerah.
Hayat menambahkan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menelusuri kemungkinan adanya unsur pelanggaran hukum dalam pengelolaan Rusunawa tersebut.
“Kami akan memastikan apakah kerusakan ini terjadi karena kelalaian atau ada unsur kesengajaan. Kami juga mendesak Pemkab dan Dinas PU untuk transparan menjelaskan kondisi dan langkah penanganan ke depan,” katanya.
Rusunawa seharusnya menjadi hunian strategis bagi ASN, terutama yang belum memiliki tempat tinggal tetap. Namun kini bangunan itu lebih mirip bangunan terlantar daripada tempat tinggal yang layak. Publik pun mempertanyakan, mengapa bangunan yang baru diserahkan dua tahun lalu sudah rusak berat?
Investigasi AswinNews masih terus berlanjut. Kejelasan siapa yang bertanggung jawab, dan apakah dana pemeliharaan pernah dianggarkan tapi tidak direalisasikan, menjadi pertanyaan besar yang belum terjawab.
Penulis: Hayat
Editor: Kenzo
AswinNews.com – Tajam, Akurat, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update
Langsa Aawinnews.com– Pemerintah Kota (Pemko) Langsa menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di…
Langkat, -aswinnews.com- Kepala dinas pendidikan kabupaten Langkat Ilhamsyah Bangun terlihat meninjau progres program revitalisas bantuan…
Rakyat Terpojok, Developer Gulung Tikar, Krisis Ini Tak Hanya Soal Harga, Tapi Keadilan BANDA ACEH…
Kabupaten Cirebon -aswinnews.com- Kegiatan Audiensi yang berlangsung antara Dewan Pimpinan Pusat Bikers Journalist Indonesia (DPP…
Kabupaten Cirebon -aswinnews.com- Semangat persaudaraan dan solidaritas antar komunitas Biker kembali diperlihatkan dalam pertemuan antara…
Bukit Lawang -aswinnews.com- Dalam rangka mempererat silaturahmi sekaligus mempromosikan potensi pariwisata daerah, Kepala Perwakilan (Kaperwil)…