Bengkulu –aswinnews.com-Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Provinsi Bengkulu kian memprihatinkan. Sejumlah warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan BBM, bahkan di tingkat pengecer. Harga eceran Pertalite pun melonjak drastis, mencapai Rp25 ribu hingga Rp80 ribu per liter.
Kondisi ini telah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir. Rafly, salah seorang warga Panorama, Kota Bengkulu, mengaku kewalahan mencari BBM. “Pagi ini saya sudah keliling ke beberapa SPBU, antreannya ratusan meter. Akhirnya saya cari ke pengecer, mutar-mutar, tapi semuanya kosong. Ada satu yang buka, harganya Rp25 ribu per liter, tapi saya tetap tidak kebagian,” ujarnya, Minggu (25/5/2025).
Sebuah video amatir yang beredar di media sosial turut memperlihatkan seorang pengendara mobil di Kabupaten Seluma yang batal membeli BBM setelah mendengar harga Pertalite eceran dijual Rp80 ribu per liter. Video tersebut langsung dibanjiri komentar warganet yang turut mengeluhkan kondisi serupa di wilayah mereka.
Di Kota Bengkulu, antrean kendaraan terlihat mengular di beberapa SPBU, salah satunya di SPBU Panorama atau SPBU Tebeng. Antrean mencapai lebih dari 1 kilometer.
“Antre dari jam 10 pagi sampai jam 2 siang belum dapat juga. Di mana-mana Pertalite dan Pertamax kosong, eceran juga langka. Sakit-sakit pun saya tahan, daripada kendaraan tidak bisa jalan. Mau belanja atau pergi ke mana-mana jadi susah,” keluh Warni, warga Sawah Lebar.
Ketua Umum DPP Himpunan Pertashop Merah Putih Indonesia (HPMPI), Steven, menyatakan bahwa kelangkaan BBM terjadi hampir di seluruh kabupaten dan kota di Bengkulu. Penyebab utamanya adalah pendangkalan alur Pelabuhan Pulau Baai di Kota Bengkulu yang sudah berlangsung selama hampir dua bulan terakhir.
Akibat pendangkalan itu, pendistribusian BBM Pertamina melalui jalur laut terhenti sementara. Distribusi kini dialihkan melalui jalur darat dari provinsi tetangga, namun belum mampu memenuhi kebutuhan karena keterbatasan volume serta tingginya biaya operasional.
“Satu-satunya solusi adalah segera dilakukan pengerukan alur di Pelabuhan Pulau Baai agar kapal bermuatan besar, termasuk pengangkut BBM, bisa kembali masuk. Kami berharap kondisi pelabuhan segera kembali normal agar suplai BBM untuk Bengkulu bisa lancar,” ujar Steven.
Kondisi ini menimbulkan dampak besar terhadap aktivitas warga, khususnya sektor transportasi dan ekonomi lokal yang sangat bergantung pada kelancaran distribusi BBM.
Pewarta: Feronike Agusfriana (Rattu)
Editor,abahroy
INDRAMAYU – AswinNews.com — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Universitas Wiralodra…
Indramayu Aswinnews.com – Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat dari , , S.H., M.M.,…
Rembang Aswinnews.com— Fenomena maraknya konten provokatif, ujaran kebencian, hingga perundungan siber (cyberbullying) di media sosial…
Pidie Aswinnews,com-Sarjani Abdullah (Bupati Pidie) menghadiri Rapat Koordinasi Pencegahan Korupsi Wilayah Aceh yang berlangsung di…
Langkat – AswinNews.com — Polsek Tanjung Pura jajaran Polres Langkat kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas…
Bengkulu – AswinNews.com — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Bengkulu menggelar Musyawarah Anak…