BENGKALIS – ASWINNEWS.COM – Di tengah gempuran modernisasi, satu nama muncul sebagai penggerak utama pelestarian budaya: Masuri, SH, atau yang lebih dikenal dengan sapaan Mas Bagong. Sosok ini menjadi arsitek utama dan pendirinya Pendopo Jawa Bengkalis, sebuah bangunan megah yang kini berdiri di Jl. Antara Gg. Pendopo (lebih dikenal sebagai Tegal Sari), Desa Wonosari, Kecamatan Bengkalis.
Saat tim media mengunjungi Pendopo Jawa pada 11 Mei 2025, terlihat jelas sentuhan seni arsitektur tradisional yang kental berpadu dengan nilai-nilai lokal. Bangunan berukuran 20 x 20 meter itu hampir rampung, menyisakan sedikit sentuhan akhir seperti pemasangan plang selembayung—ornamen khas melayu yang menyatu dengan filosofi Jawa.
Pendopo ini merupakan cerminan nyata kolaborasi budaya, memadukan gaya Joglo klasik dari Jawa dengan ornamen Melayu Bengkalis, memperlihatkan bahwa harmoni bisa dibangun di atas keberagaman. Mas Bagong mengatakan bahwa pendopo ini didirikan sebagai tempat berkumpulnya masyarakat, tanpa memandang suku, agama, atau latar belakang sosial.
Sebagai Ketua KADIN Provinsi Riau, serta Penasehat sekaligus Gus Pembina DPC ASWIN (Asosiasi Wartawan Internasional) Kabupaten Bengkalis, Masuri memainkan peran penting di banyak sektor. Tak hanya di bidang ekonomi dan organisasi, tetapi juga sebagai penjaga nilai budaya yang luhur.
Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Budaya lokal wajib dihormati, namun akar budaya kita jangan sampai hilang,” ujar Mas Bagong kepada media.
Lahir di Riau pada April 1969, ayah dari empat anak ini telah mengabdikan hidupnya pada banyak bidang. Ia memulai karier sebagai pedagang dan kini menjadi tokoh masyarakat yang dihormati, dengan gaya kepemimpinan yang dikenal bijak, tegas namun santun, dan penuh kepedulian.
Pendopo ini dirancang bukan hanya untuk kegiatan budaya Jawa, tapi terbuka untuk seluruh masyarakat. Tanpa dipungut biaya, masyarakat dapat memanfaatkannya untuk kegiatan adat, pernikahan, diskusi, dan pertunjukan seni. Di dalamnya tersedia ruang rapat, ruang tamu, kamar mandi, ruang ganti, dan ruang istirahat, semuanya dikerjakan dengan detail—mulai dari lantai keramik berkualitas tinggi hingga pintu jati Jepara bermotif pohon dewandaru, simbol “pembawa wahyu” dalam filosofi Jawa.
Mas Bagong juga tengah mengupayakan pengadaan perangkat gamelan sebagai bagian dari pelestarian seni tradisional Jawa di Bengkalis. Ia berharap kehadiran pendopo ini mampu menjadi pusat aktivitas budaya dan simbol persatuan antar suku.
Saya tidak pernah merasa terganggu, bahkan saat kondisi tidak fit sekalipun. Siapa pun yang datang, saya usahakan pulang dengan harapan,” ucapnya dengan senyum khasnya.
Pendopo ini rencananya akan diresmikan pada pertengahan bulan Suro (Juli 2025) dan akan dihadiri oleh Gubernur Riau Abdul Wahid, Ustaz Abdul Somad, serta Bupati Bengkalis. Momentum ini akan menjadi tonggak sejarah baru dalam pelestarian dan kolaborasi budaya di Kabupaten Bengkalis.
Dengan kiprah dan dedikasinya, Masuri, SH atau Mas Bagong bukan hanya tokoh masyarakat, tapi juga penjaga warisan budaya yang kini mulai langka. Pendopo ini menjadi monumen hidup dari ketulusan, semangat kebangsaan, dan cita-cita luhur seorang putra daerah untuk membangun jembatan antara masa lalu dan masa depan.
Penulis Desi Mayasari
Kediri -aswinnews.com- Sisawa Kelas XI tehnik Pengelasan dan Fabrikasi Logam ( TPFL ) 1 dari…
BANDA ACEH – AswinNews.com — Ada bentuk kerja yang tak membutuhkan sorak sorai, namun dampaknya…
Tasikmalaya – AswinNews.com — SMAN 1 Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya terus berinovasi dalam menciptakan lingkungan sekolah…
JAKARTA – AswinNews.com — Indonesian Fisherman Association (INFISA) kembali menyuarakan desakan darurat kepada Pemerintah Republik…
Subang – AswinNews.com — SMK Negeri 2 Subang menggelar kegiatan evaluasi program sekolah yang melibatkan…
Kuasa Hukum PAUD AL - Amin, Adv.Riski Dini Hasanah.S.H. memenangkan sidang putusan sela dalam perkara…