Artikel

Pemerintah Patut Dan Perlu Menjadi Pelopor Pembina Media Sosial Berbasis Internet Di Indonesia

Pemerintah Patut Dan Perlu Menjadi Pelopor Pembina Media Sosial Berbasis Internet Di Indonesia

Oleh : Jacob Ereste
: Wartawan Lepas


Untuk membangun informasi, publikasi dan komunikasi yang sangat melalui media sosial, pemerintah dapat mengerahkan semua instansi dan lembaga yang ada di bawahnya untuk mensupport pemberdayaan masyarakat untuk mengelola media sosial berbasis internet dengan cara melakukan kerjasama menyajikan informasi, publikasi dan komunikasi yang sehat — obyektif dan transparan — yang bermanfaat untuk diketahui oleh masyarakat secara lebih meluas.

Kerjasama dari berbagai instansi dan lembaga pemerintah dengan pengelola media sosial berbasis internet — tidak hanya untuk menekan pemberitaan, ulasan dan publikasi negatif yang bersifat hoax — tetapi juga dapat diharap mampu mendorong cara kerja dan hasil kerja dari media sosial berbasis internet yang telah menjadi primadona bagi segenap warga masyarakat untuk memanfaatkannya dapat memperoleh nilai tambah hingga wawasan ilmu dan pengetahuan yang berguna untuk mempermudah dalam berbagai bentuk usaha serta pekerjaan guna memenuhi kebutuhan hidup yang semakin ketat persaingannya.

Bentuk kerjasama dari berbagai instansi dan lembaga yang ada dalam lingkungan pemerintahan dapat segera diikuti oleh pihak lembaga dan pihak perusahaan swasta dengan cara memberi penilaian yang obyektif — oleh tim yang ditunjuk khusus dari masing-masing pihak yang dianggap kompeten — untuk menilai dan menentukan reward and funishman yang layak dan obyektif sehingga menimbulkan daya dorong yang lebih bergairah untuk menyajikan informasi, publikasi hingga komunikasi yang dianggap memiliki nilai tambah bagi instansi atau lembaga serta perusahaan yang mempunyai dedikasi untuk ikut mencerdaskan kehidupan rakyat yang lebih beradab.

Program kerja dana dengan pengelola media sosial berbasis internet ini idealnya dapat dimotori oleh Kementerian informasi dan Digital (Kemindig) serta Kementerian Kebudayaan (Kemenkeb) yang paling terkait langsung dengan visi dan missi untuk meningkatkan kualitas sajian media sosial yang sudah menjarah seluruh lapisan masyarakat di perkotaan maupun di pedesaan Indonesia. Penyintanya pun tidak terbatas bagi mereka yang telah dewasa saja, tapi mulai dari anak-anak yang belum cukup dewasa hingga yang tua renta menggunakan media online — meski tidak sedikit diantaranya juga yang cuma memanfaatkan sebagai sarana hiburan — tetapi dengan sajian informasi, publikasi dan komunikasi yang memiliki nilai-nilai yang bermanfaat bisa diharap ikut meningkatkan kecerdasan manusia Indonesia untuk memasuki dunia global yang semakin rumit dan rigit tantangannya.

Reward and faunishman yang dapat mendorong gairah kerja dan kreatifitas pengelola media sosial yang telah mendekati jumlah ratusan ribu di Indonesia jelas merupakan potensi yang perlu mendapat perhatian dari pemerintah maupun pihak swasta untuk memanfaatkannya secara maksimal — lebih inovatif, kreatif dan inventif guna mendapatkan nilai tambah yang mampu dimaksimalkan untuk meningkatkan kualitas berbangsa dan bernegara yang lebih bermutu dan memiliki daya saing untuk menghadapi dunia global yang tidak lagi memiliki batas dan hambatan untuk terus maju menggapai masa depan yang lebih baik dan lebih beradab.

Jika saja kerja sama para pengelola media sosial ini dengan berbagai pihak dapat dapat diwujudkan, agaknya kegaduhan dan kekacauan jalinan komunikasi yang terbangun melalui media sosial berbasis internet bisa lebih tertib dan santun untuk dapat memberi kontribusi yang positif kepada semua pihak yang bersentuhan dengan media sosial berbasis internet yang selama ini terkesan sangat diabaikan, utamanya oleh gak pemerintah yang paling kompeten memberi perhatian, dorongan, bantuan hingga pembinaan bantuan yang paling sederhana itu dapat melalui reward and funishman sgar dapat segera diikuti oleh pihak swasta.

Adapun bentuk perhatian, dukungan dorongan dari pemerintah dan pihak swasta ini pasti akan terciptanya suasana yang lebih kondusif dalam alur lalu lintas media sosial berbasis internet dapat segera tertib — setidaknya dari sajian hoax dan sejenisnya yang tidak bermutu, atau justru menggradasi etika, moral dan akhlak mulia kemanusiaan seluruh anak bangsa. Jadi sungguh terpuji bila pemerintah dapat menjadi pelopor untuk membina media online di Indonesia yang jumlahnya sungguh spektakuler, agar tidak sampai menjadi potensi negatif yang dapat menimbulkan kerugian — bahkan kerusakan bagi rakyat banyak.



Banten, 24 November 2024

Sujaya

Recent Posts

Polres Langkat Perkuat Moral dan Spiritual Personel melalui Binrohtal, Wujudkan Polri Presisi yang Humanis dan Berintegritas

AswinNews,comLangkat - Polres Langkat terus memperkuat pembinaan internal personel melalui kegiatan pembinaan rohani dan mental…

17 menit ago

Pengeroyokan Tragis di Lapangan Bola Pangkalan Susu, Satu Pemuda Tewas, 4 Pelaku Berhasil Diringkus Polisi

​LANGKAT – Aswinnews.comPolsek Pangkalan Susu berhasil mengungkap kasus tindak pidana kekerasan secara bersama-sama (pengeroyokan) yang…

1 jam ago

Sukseskan Penguatan Ekoteologi, KUA Salapian Anjurkan Orangtua Bekali Pengantin Dengan Bibit Pohon

Salapian – AswinNews.com — Menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab bersama, tetapi juga investasi bagi…

1 jam ago

Keributan Antar Rombongan di Cafe Padang Jati Berujung Laporan Polisi

BENGKULU – AswinNews.com — Keributan antar dua rombongan yang terjadi di salah satu tempat hiburan…

2 jam ago

Kapolres Pidie Serahkan Bantuan kepada Korban Puting Beliung di Kota Sigli

PIDIE – AswinNews.com — Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K menyerahkan bantuan sosial secara…

2 jam ago

Kelompok Pengunjung Sidang Kasus Paoman Picu Kemarahan Insan Pers Indramayu, Hina Profesi Jurnalis dengan Sebutan “Wartawan Soak”

INDRAMAYU – AswinNews.com — Suasana persidangan kasus Paoman di Pengadilan Negeri Indramayu yang semestinya berjalan…

2 jam ago