LANGKAT Aswinnews.com– Aksi pencurian ternak yang tergolong nekat terjadi di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Sebuah mobil Toyota Fortuner berwarna hitam dengan nomor polisi KL 1887 KL ditemukan terguling di parit di Dusun Deleng Puncuk, Desa Rumah Galuh, Kecamatan Sei Bingei, Kamis (11/6/2026) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Kendaraan mewah tersebut diduga digunakan para pelaku untuk membawa kabur seekor sapi hasil curian.
Kronologi Kejadian
Peristiwa bermula saat pemilik sapi bernama Mantep (56), warga Dusun V Kampung Antara, Desa Adin Tengah, Kecamatan Salapian, mendapatkan informasi bahwa hewan ternaknya telah hilang.
Setelah melakukan pengecekan ke lokasi sapi diikat di ladang dekat rumahnya, korban mendapati sapi putih miliknya sudah raib.
Warga yang curiga dengan pergerakan pelaku kemudian melakukan pengejaran. Menyadari aksinya diketahui, para pelaku yang mengendarai Toyota Fortuner berusaha melarikan diri dengan kecepatan tinggi.

Namun, upaya tersebut berakhir nahas saat kendaraan hilang kendali di sebuah tikungan di Desa Rumah Galuh, menyebabkan mobil terperosok ke dalam parit.
Tindakan Kepolisian
Kapolsek Salapian, AKP Master Purba, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya telah menerima laporan resmi dari korban sesaat setelah peristiwa terjadi.
”Benar, korban telah membuat laporan dan saat ini kasusnya sedang ditangani lebih lanjut,” ujar AKP Master Purba saat dikonfirmasi, Jumat (13/6/2026).
Dalam proses penanganan,
Sempat terjadi koordinasi antar wilayah hukum kepolisian. Mengingat lokasi ditemukannya kendaraan berada di wilayah Kecamatan Sei Bingei, pelaku sempat diamankan di Polsek Sei Bingei sebelum akhirnya diserahkan ke Polsek Salapian, sesuai dengan lokasi tempat kejadian perkara (TKP) awal pencurian.
Status Pelaku dan Pengembangan Kasus
Dalam insiden ini, dua orang pelaku berhasil diamankan, salah satunya berinisial MIB (34), warga Kecamatan Serapit, Kabupaten Langkat. Berdasarkan identifikasi di lokasi kejadian, pemilik sapi (korban) telah memastikan bahwa hewan ternak yang berada di dalam mobil tersebut adalah miliknya.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap para tersangka. Pengembangan kasus terus dilakukan guna mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain atau adanya jaringan sindikat pencurian ternak di wilayah tersebut.
Polsek Salapian juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat penegak hukum, serta tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.
Penulis Ali Asan l Redaksi Aswinnews-Tajam Berimbang danTer-Upadate
![]()
