Jaga Marwah USK: Biarkan Kompetisi Rektor Bergulir Dengan Tenang Dan Beradab

Oleh: Drs. Isa Alima
Pemerhati Sosial dan Kebijakan Publik Aceh
Editor: Rahmat Kartolo

Aceh – Aswinnews.com

Di tengah dinamika perbedaan pandangan, sudah sepatutnya kita mengedepankan kejernihan berpikir dan keluhuran adab. Pemilihan Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) merupakan proses akademik yang sakral, yang seharusnya berjalan dengan tenang, bermartabat, serta menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan.

USK bukan sekadar institusi pendidikan. Ia adalah rumah besar ilmu pengetahuan, kebanggaan masyarakat Aceh, sekaligus warisan intelektual yang wajib dijaga bersama. Nama besar USK lahir dari sejarah panjang, kepercayaan publik, serta pengabdian tulus para pendidik dan sivitas akademika.

Baca Juga Aceng Syamsul Hadie: Meski KUHP Baru Berlaku, Wartawan Tetap Tidak Bisa Dipidanakan

Karena itu, kompetisi menuju kursi rektor hendaknya dimaknai sebagai ajang adu gagasan, integritas, dan visi untuk memajukan pendidikan Aceh. Bukan sebaliknya, menjadi arena saling curiga, apalagi menebar fitnah yang dapat merusak kebersamaan dan persatuan.

Sebagai Serambi Mekkah, Aceh dikenal dengan kesejukan nilai, keteguhan akhlak, serta penghormatan terhadap adab. Nilai-nilai tersebut semestinya tercermin pula dalam ruang-ruang akademik. Narasi yang dibangun harus meneduhkan, sejalan dengan semangat syariat Islam yang menjunjung tinggi persaudaraan, kebijaksanaan, dan keilmuan.

Lebih dari itu, nama Syiah Kuala yang tersemat pada universitas ini adalah sebuah amanah besar. Ia merupakan nama ulama agung, simbol ilmu pengetahuan dan kearifan lokal Aceh. Menjaga marwah USK berarti menjaga kehormatan nama tersebut, tidak menodainya dengan kepentingan sesaat yang dapat mengaburkan tujuan mulia pendidikan.

Baca Juga Relawan Yayasan Bumi Majapahit Jombang Kembali Gelar Jumat Berkah Di Dusun Ketapangrejo

Para calon rektor adalah putra-putra terbaik Aceh yang hadir dengan niat tulus untuk mengabdi, membangun, dan memajukan USK. Perbedaan visi adalah hal yang wajar dan sehat dalam demokrasi akademik, namun perpecahan bukanlah pilihan yang bijak.

Mari kita kembalikan seluruh proses ini ke jalur yang benar. Biarkan kompetisi rektor bergulir secara tenang, dewasa, dan beradab. Tonjolkan keunggulan gagasan, jaga nama baik USK, serta rawat warisan intelektual Aceh dengan kata-kata yang sejuk dan sikap yang bijaksana.

“Karena ilmu tumbuh subur dalam ketenangan, dan kebesaran lahir dari kedewasaan.”


Redaksi Aswinnews.com
Berimbang dan Ter-Update

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *