Keluarga Alm. Modestus Leinussa Kecewa atas Pelayanan Puskesmas Bebar Kumur, Diduga Terlambat Tangani Pasien Hingga Meninggal Dunia

Penulis (Mychael M H) / Editor Rahmat kartolo/ Aswinnews-Tajam Berimbang danTer-Upadate

BEBAR BARAT, Aswinnews.com
Keluarga dari almarhum Bapak Modestus Leinussa menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas Bebar Kumur, Dusun Bebar Barat, Kecamatan Damer, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Provinsi Maluku. Mereka menilai keterlambatan penanganan medis telah menyebabkan kondisi pasien memburuk hingga akhirnya meninggal dunia pada 4 Desember 2025.

Kronologi peristiwa ini bermula pada 25 November 2025 di Desa Bebar Timur. Almarhum mengalami kecelakaan yang menyebabkan luka serius pada siku tangan kiri. Pada pukul 23.00 WIT, keluarga membawa korban ke Puskesmas Bebar Kumur. Karena sudah larut malam, korban sementara ditempatkan di rumah Kepala Desa Kumur.

Sekitar pukul 01.00 WIT, keluarga menghubungi dokter jaga dan korban akhirnya mendapatkan penanganan berupa tindakan jahit luka. Pelayanan malam itu dinilai berjalan baik.


Kontrol dan Perawatan Lanjutan

Pada 26 November, keluarga meminta agar pasien dipindahkan ke Desa Bebar Timur dan dititipkan di rumah warga bernama Surpin Latunussa di Dusun Bebar Barat. Atas arahan dokter, keluarga mengikuti jadwal kontrol pada 27 November dan pasien kembali mendapat pengobatan.

Keluarga kemudian kembali ke desa mereka untuk mengambil kebutuhan pasien seperti telur dan susu sesuai arahan dokter.

Namun pada 2 Desember 2025, sekitar pukul 08.00 WIT, kondisi pasien memburuk. Luka jahitan mengeluarkan darah cukup banyak. Keluarga menghubungi dokter melalui pesan WhatsApp, namun mendapat jawaban bahwa dokter bersama seluruh tenaga kesehatan sedang berada di Desa Kuai menghadiri acara nikah rekan kerja.

Menurut keluarga, tidak ada satu pun tenaga medis yang dapat dihubungi untuk menangani keadaan darurat tersebut.


Upaya Keluarga Membawa Pasien ke Puskesmas

Keesokan harinya, 3 Desember, keluarga memutuskan membawa pasien dengan cara dipikul menggunakan tempat tidur menuju Puskesmas Bebar Kumur.

Sesampainya di puskesmas, keluarga bertemu seorang perawat yang dikenal dengan panggilan Guntur. Pasien kemudian ditangani oleh dokter dan perawat tersebut. Keluarga meminta agar pasien rawat inap sementara karena kondisinya lemah. Dokter setuju, namun menyampaikan bahwa puskesmas tidak memiliki penerangan malam hari.

Keluarga bersedia menyediakan penerangan dengan mengambil genset di Desa Bebar Timur, yang berjarak sekitar 6 kilometer. Saat keluarga menuju desa untuk mengambil genset, mereka menerima kabar bahwa puskesmas akan tutup pukul 13.00 WIT, sehingga keluarga terpaksa membawa pasien pulang sebelum mereka kembali dari mengambil genset.


Tidak Ada Petugas Datang hingga Pasien Kritis

Setibanya di rumah di Dusun Bebar Barat, keluarga mempertanyakan keberadaan tenaga kesehatan. Menurut keluarga, sejak pukul 15.00 WIT hingga menjelang 03.00 WIT dini hari, tidak ada satu pun petugas medis yang datang memeriksa pasien meskipun pasien terus mengeluarkan darah dari luka jahitan.

Pada pukul 05.00 WIT, keluarga mengutus warga memanggil dokter dan perawat. Dokter akhirnya bangun dan memanggil mantri serta perawat untuk menuju Puskesmas Bebar Kumur mengambil peralatan medis.

Mereka tiba di rumah pasien sekitar 08.30 WIT, namun kondisi pasien sudah tidak sadar. Mantri memasang infus, namun sebelum penanganan selesai, Bapak Modestus Leinussa dinyatakan meninggal dunia pada pukul 09.00 WIT, 4 Desember 2025.


Keluarga Minta Kejelasan dan Pertanggungjawaban

Keluarga menyatakan kecewa berat terhadap pelayanan Puskesmas Bebar Kumur yang dinilai lamban, tidak sigap, serta tidak menjalankan kewajiban layanan kesehatan dengan baik.

“Kami tunggu dari jam 3 sore sampai jam 3 subuh, tidak ada petugas kesehatan yang datang. Saat mereka tiba, pasien sudah kritis. Kami sangat kecewa,” ujar salah satu keluarga.

Keluarga berharap ada klarifikasi resmi dari pihak puskesmas maupun Dinas Kesehatan Kabupaten MBD agar kasus seperti ini tidak terulang kembali.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Puskesmas Bebar Kumur belum memberikan keterangan resmi.

Redaksi Aswinnews.com

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *