🖋️ Laporan: Sunyoto
📍 Editor: Kenzo | Redaksi AswinNews.com – Tajam, Akurat, Berimbang, dan Ter-Update
NGANJUK – AswinNews.com
Kondisi jalan dan jembatan yang sempit di kawasan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, kembali menimbulkan persoalan. Kali ini, dua pengemudi truk nyaris terlibat baku hantam akibat kemacetan yang dipicu sempitnya akses jalan dan kesemrawutan lalu lintas, Selasa (8/7/2025).
Peristiwa adu mulut itu terjadi di jalan penghubung utara palang pintu perlintasan kereta api Sukomoro, tidak jauh dari Pasar Brambang. Lokasi tersebut memang dikenal sebagai titik rawan kemacetan, terutama karena kapasitas jalan yang terbatas untuk kendaraan besar seperti truk roda empat (R4).
Saling Serobot di Tengah Lalu Lintas Padat
Menurut pantauan AswinNews.com di lapangan, kemacetan dipicu oleh kepadatan kendaraan dari arah barat (Pasar Brambang) yang hendak menuju selatan (Kecamatan Pace). Saat lampu lalu lintas menyala hijau, sejumlah truk dari arah barat mulai bergerak. Namun, dari arah selatan, kendaraan juga mulai melaju karena lampu juga sudah hijau. Akibat koordinasi yang tidak sinkron serta ruang jalan yang sempit, kemacetan pun tak terhindarkan.
Kesalahpahaman antara dua pengemudi truk pun terjadi. Keduanya saling tuding telah menyerobot lampu hijau dan tak memberi jalan, hingga akhirnya adu mulut dan saling maki tak terhindarkan. Aksi ini sempat menjadi tontonan pengguna jalan lainnya yang terpaksa terjebak macet lebih lama.
Warga: Sudah Sering Terjadi
Seorang warga Sukomoro, Winarto, mengaku kejadian semacam itu bukan hal baru.
“Oalah, Mas. Sudah biasa kejadian kayak gini. Sopirnya saling ngotot, padahal jalannya sempit. Jembatannya juga kecil. Kalau kereta lewat dan palang pintu tertutup, makin macet, makin chaos. Sudah saatnya ini dibenahi,” kata Winarto kepada AswinNews.com.
Kemacetan Jadi Pemandangan Harian
Kawasan ini memang dikenal sebagai salah satu jalur vital yang menghubungkan jalur provinsi Surabaya–Madiun dan antar kecamatan di Kabupaten Nganjuk. Terdapat tiga titik lampu lalu lintas (traffic light) dalam radius pendek yang justru menambah kompleksitas arus lalu lintas.
Minimnya koordinasi antara lampu lalu lintas, sempitnya badan jalan, serta ukuran jembatan yang tak memadai, menjadi kombinasi penyebab kemacetan yang nyaris terjadi setiap hari, terutama pada jam-jam sibuk.
Desakan untuk Pemerintah Daerah
Sejumlah warga mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera meninjau ulang desain jalan di titik tersebut. Pelebaran jalan dan pelebaran jembatan dianggap sebagai solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan dan mencegah konflik horizontal antar pengguna jalan.
“Kalau dibiarkan, bukan cuma cekcok sopir, bisa-bisa memicu kecelakaan. Ini akses penting antar kecamatan dan lintas provinsi. Harus ada tindakan nyata,” tambah Winarto.
📌 Redaksi AswinNews.com akan terus memantau perkembangan di lapangan dan mengawal suara warga demi terciptanya kenyamanan serta keselamatan dalam berkendara di Kabupaten Nganjuk.
![]()
