BENGKALIS – ASWINNEWS.COM – Imbauan Bupati Bengkalis Kasmarni agar masyarakat membayar listrik tepat waktu sebelum tanggal 20 setiap bulannya menuai reaksi beragam. Di tengah kondisi ekonomi yang kian sulit, banyak warga merasa kesulitan memenuhi kewajiban tersebut. Situasi ini semakin memanas setelah PT PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Bengkalis memutus aliran listrik pada penerangan jalan umum (PJU) di Kota Bengkalis pada Jumat (21/2/2025) dini hari.
Imbauan itu disampaikan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Johansyah Syafri, saat memimpin upacara Hari Kesadaran Nasional di halaman Kantor Bupati Bengkalis. Acara ini turut dihadiri anggota DPRD Bengkalis Muhammad Isa Selamat, Kapolres Bengkalis A.K.B.P. Budi Setiawan, serta jajaran aparatur sipil negara (ASN). Menurut Johansyah, langkah ini bertujuan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 4 ayat 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022.
Namun, warga mempertanyakan komitmen pemerintah daerah yang justru menunggak pembayaran listrik hingga berdampak pada pemutusan PJU. “Kalau pemerintah saja tidak mampu bayar listrik, bagaimana dengan kami yang penghasilannya pas-pasan? Sekarang malam hari jadi gelap, anak-anak takut pulang malam. Ini sangat membahayakan,” ungkap Dedi, warga Bengkalis yang ditemui di sebuah warung kopi pada Sabtu (22/2/2025) malam.
Pemutusan PJU tersebut memicu kekhawatiran akan meningkatnya potensi kecelakaan dan tindak kriminalitas. Kondisi jalanan yang gelap membuat sebagian warga enggan beraktivitas di malam hari. “Kami takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jalan gelap itu rawan kecelakaan dan kejahatan. Tolong pemerintah segera bertindak,” harap Siti, warga lainnya.
Masyarakat mendesak Pemkab Bengkalis untuk segera berkoordinasi dengan PLN agar penerangan jalan dapat dipulihkan demi keselamatan bersama. Mereka juga berharap adanya langkah nyata dari pemerintah untuk membantu meringankan beban ekonomi warga, sehingga pembayaran listrik dapat dilakukan tanpa tekanan.
Penulis: Ardes
—