Oleh : Sujaya, S. Pd. Gr.
(Penasehat DPP ASWIN)
A. Pendahuluan
Dalam masyarakat modern telah terjadi perubahan besar dalam pola kehidupan sosial, terutama terkait dengan fenomena life long (hidup sendiri dalam waktu lama/umur panjang) dan lonely death (kematian dalam kesepian atau kesendirian).
Fenomena ini semakin umum terjadi di negara-negara maju dan mulai terlihat di negara berkembang, termasuk di negara kita, Indonesia. Perubahan gaya hidup, urbanisasi, dan individualisme menjadi faktor utama yang memengaruhi fenomena ini.
Penulis ini akan membahas penyebab, dampak, serta solusi yang dapat diterapkan untuk mengatasi tantangan sosial tersebut.
B. Fenomena Living Long dan Lonely Death
1.Living Long
Fenomena ini merujuk pada individu yang hidup sendiri dalam jangka waktu lama, karena umur panjang, baik karena pilihan pribadi, faktor ekonomi, atau kondisi sosial.
Beberapa penyebab utama antara lain:
Penundaan pernikahan atau memilih tidak menikah, Perubahan nilai keluarga dan meningkatnya individualisme, kesibukan karier dan tekanan ekonomi, Urbanisasi yang mengurangi interaksi sosial
2.Lonely Death
Lonely death (juga dikenal sebagai kodokushi di Jepang adalah fenomena di mana seseorang meninggal dalam kesepian tanpa ada yang menyadari dalam waktu lama. Hal ini sering terjadi pada lansia yang tinggal sendiri tanpa keluarga atau jaringan sosial yang kuat.
Beberapa faktor yang memicu fenomena ini seperti : tingkat kelahiran yang rendah dan peningkatan populasi lansia, Kurangnya sistem dukungan sosial bagi orang lanjut usia, isolasi sosial akibat urbanisasi dan gaya hidup individualis
C. Dampak Sosial dan Psikologis
1.Kesehatan Mental
Kesepian berkepanjangan meningkatkan risiko depresi, kecemasan, dan bahkan penyakit Alzheimer.
2.Kesehatan Fisik
Orang yang hidup sendiri cenderung memiliki gaya hidup yang kurang sehat dan jarang mendapatkan perawatan medis yang cukup.
3.Ekonomi dan Sosial
Meningkatnya jumlah lansia yang hidup sendiri dapat membebani sistem kesehatan dan kesejahteraan sosial.
D. Solusi dan Upaya Pencegahan
1.Meningkatkan Interaksi Sosial
Pemerintah dan komunitas perlu menciptakan lebih banyak ruang sosial bagi lansia dan individu yang hidup sendiri, seperti pusat komunitas dan kegiatan sosial serta Mendorong budaya gotong royong dan kepedulian antarwarga.
2.Penguatan Peran Keluarga
Kampanye kesadaran tentang pentingnya menjaga hubungan keluarga dan tanggung jawab terhadap anggota keluarga yang lebih tua.
Meningkatkan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi agar orang tetap memiliki waktu untuk keluarga.
3.Teknologi untuk Kesejahteraan Sosial
Penggunaan teknologi seperti aplikasi sosial bagi lansia untuk tetap terhubung dengan komunitasnya.
Pengembangan sistem peringatan dini bagi orang yang tinggal sendiri agar dapat segera mendapatkan bantuan jika terjadi keadaan darurat.
4.Kebijakan dan Program Pemerintah
Penyediaan layanan dukungan bagi lansia, seperti perawatan di rumah dan program sosial yang melibatkan relawan, subsidi perumahan atau fasilitas bagi kelompok rentan agar tidak mengalami isolasi sosial.
E. Kesimpulan
Fenomena living long dan lonely death merupakan tantangan sosial yang semakin nyata di era modern. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan sinergi antara individu, keluarga, komunitas, dan pemerintah dalam membangun sistem sosial yang lebih inklusif dan peduli terhadap sesama. Dengan langkah-langkah preventif yang tepat, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih berempati dan saling mendukung.
Indramayu,21 Februari 2025
—