Oplus_16908288
BENGKULU – Aswinnews.com – Pemerintah Provinsi Bengkulu menegaskan komitmennya menjadikan investasi sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah guna mengurangi ketergantungan pada konsumsi pemerintah dan rumah tangga.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Bengkulu melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan dalam Sarasehan Perekonomian Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Bengkulu Edisi Mei 2026 dan Diseminasi Kajian Fiskal Regional (KFR) yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI), Selasa (28/7/2026), di Kota Bengkulu.
Dalam forum tersebut dijelaskan, pertumbuhan ekonomi Bengkulu masih berada di bawah rata-rata Pulau Sumatera yang mencapai 5,13 persen dan nasional sebesar 5,61 persen. Karena itu, pemerintah mendorong peningkatan investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) agar pertumbuhan ekonomi menjadi lebih berkualitas, berkelanjutan, dan mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
Salah satu langkah strategis yang diprioritaskan adalah pengembangan Pelabuhan Pulau Baai. Pemerintah Provinsi Bengkulu menilai pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 15 Tahun 2025 telah memberikan dampak positif melalui kembali beroperasinya akses pelabuhan serta terbukanya jalur transportasi menuju Pulau Enggano.
Pemprov juga mengusulkan agar pelaksanaan Inpres tersebut diperpanjang dan diperluas dengan pembangunan kawasan industri di sekitar Pelabuhan Pulau Baai. Kawasan industri tersebut diharapkan mampu menarik investasi baru sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi di Bengkulu.
Selain itu, pemerintah daerah terus memperjuangkan pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan Lubuklinggau–Pelabuhan Pulau Baai sepanjang sekitar 98 kilometer. Jalur tersebut diproyeksikan menjadi lintasan logistik batu bara milik PT Bukit Asam menuju Bengkulu, menggantikan jalur ke Lampung yang mencapai sekitar 460 kilometer, sehingga biaya logistik dapat ditekan dan daya saing Pelabuhan Pulau Baai semakin meningkat.
Usulan pembangunan rel kereta api telah disampaikan kepada pemerintah pusat. Sejumlah investor swasta juga dikabarkan berminat berinvestasi apabila regulasi dan perizinan mendukung. Namun, realisasi proyek masih menunggu keputusan pemerintah pusat di tengah keterbatasan anggaran nasional.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Bengkulu mencatat keberhasilan dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Bengkulu dinobatkan sebagai provinsi dengan pengendalian inflasi terbaik di Sumatera dan menerima penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri.
Selain itu, Bengkulu juga meraih penghargaan sebagai provinsi terbaik di Sumatera dalam pengelolaan tenaga kerja yang berdampak pada penurunan angka pengangguran. Atas capaian tersebut, pemerintah pusat memberikan insentif sebesar Rp6 miliar.
Dana insentif tersebut akan disalurkan kepada seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu, masing-masing sekitar Rp500 juta, untuk mendukung pengembangan UMKM, koperasi, serta berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat guna mempercepat pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.
Pewarta: Mimi (F.A) l Redaksi Aswinnews-Tajam Berimbang danTer-Upadate
BINJAI | Aswinnews.com – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda sebagian wilayah Kota Binjai,…
PONTIANAK Aswinnews.com– Penelusuran Tim Monitoring DPD Asosiasi Wartawan Internasional (ASWIN) Kalimantan Barat terhadap insiden kecelakaan…
PAGAR ALAM, Aswinnews.com – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan menegaskan komitmennya memperkuat sinergi dengan pemerintah…
KOTA LANGSA, Aswinnews.com – Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S. Putra, S.E., resmi melantik dan…
BITUNG, Aswinnews.com – RSUD Manembo Nembo Bitung melalui Bagian Pengaduan memberikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan…
INDRAMAYU – Aswinnews.com – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan…