Categories: Artikel

Gibran, Wakil Presiden yang Terlupakan. Catatan: Syahrudin Darwis

Jakarta -aswinnews.com- Politik sering kali berbicara lebih lantang melalui ruang kosong daripada pidato yang panjang. Dalam dunia kekuasaan, jarak beberapa kursi dapat dibaca sebagai sebuah kalimat, bahkan sebuah bab.Jakarta. 21 Juli 2026

Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada 20 Juli 2026 menyisakan satu gambar yang terus beredar: Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka duduk sejajar dengan para menteri, di samping Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, bukan di sisi Presiden sebagaimana lazimnya.

Istana menjelaskan bahwa itu semata persoalan teknis. Penjelasan itu sah. Namun, dalam politik, simbol sering kali memiliki umur yang lebih panjang daripada klarifikasi.
Publik tidak hanya mendengar apa yang dikatakan, tetapi juga membaca apa yang dipertontonkan.

Bahasa kekuasaan memang tidak selalu diucapkan. Ia hadir dalam gestur, protokol, posisi duduk, hingga arah pandangan.

Sorotan kamera kemudian menangkap wajah Gibran yang tampak datar. Tentu, ekspresi seseorang tidak dapat dijadikan bukti mengenai apa yang sedang dipikirkan atau dirasakannya.

Namun, citra politik bekerja melalui persepsi. Dan persepsi itulah yang kemudian memunculkan berbagai tafsir tentang posisi politik sang wakil presiden.

Di belakang semua itu, publik melihat dinamika hubungan antara pusat kekuasaan baru dan warisan kekuasaan lama.

Beragam pengamat dan tokoh politik telah menyampaikan pandangan yang berbeda-beda mengenai relasi Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden sebelumnya, Joko Widodo.

Sebagian membaca adanya jarak yang semakin melebar, sementara yang lain menilai hubungan keduanya tetap berada dalam koridor politik yang wajar.

Semua itu masih berada di wilayah analisis, bukan fakta yang telah dipastikan.
Yang jelas, Gibran berada pada posisi yang tidak sederhana.

Sejak awal pencalonannya, polemik mengenai Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90 telah menjadi beban politik yang terus melekat. Beban itu tidak otomatis hilang ketika pemilu selesai. Ia terus mengikuti setiap langkah politik yang diambil.
Kini, setiap simbol yang muncul akan selalu ditafsirkan melalui beban sejarah tersebut.

Pada akhirnya, pertanyaan yang lebih penting bukanlah apakah posisi duduk itu disengaja atau tidak. Pertanyaannya adalah: apakah Wakil Presiden masih memainkan peran politik yang nyata dalam pemerintahan, atau justru perlahan menghilang dari pusat pengambilan keputusan?
Sebab dalam politik, seseorang tidak selalu disingkirkan melalui pemecatan. Kadang-kadang ia cukup dilupakan.

Dan ketika seorang wakil presiden mulai lebih sering hadir sebagai simbol daripada sebagai aktor, publik akan bertanya: apakah Indonesia masih memiliki seorang wakil presiden yang bekerja di jantung pemerintahan, atau hanya seorang pejabat yang keberadaannya semakin samar dalam panggung kekuasaan?

admin

Recent Posts

Desa Perkebunan Tanjung Keliling Gelar Musrenbangdes RKPDes 2027, Fokus Pada Efisiensi Dan Pembangunan Tepat Sasaran

LANGKAT – Aswinnews.com – Pemerintah Desa Perkebunan Tanjung Keliling, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, menggelar Musyawarah…

2 jam ago

Kabid Pengelolaan Sampah DLH Endi Wahyadi Dukung Raeza Permadi Wakili Indramayu Di Ajang Duta Lingkungan Jawa Barat 2026

INDRAMAYU Aswinnews.com– Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Indramayu, Endi Wahyadi,…

2 jam ago

Kadis DLH Dedi Agus Permadi Dukung Ikhsanudin Wakili Indramayu Di Ajang Duta Lingkungan Jawa Barat 2026

INDRAMAYU Aswinnews.com– Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Indramayu, Dedi Agus Permadi, menyampaikan dukungan dan…

2 jam ago

Diduga Ada Penggeledahan Di Rumah Seorang Pejabat, Tim Investigasi Tunggu Konfirmasi Resmi KPK

BENGKULU Aswinnews.com– Suasana di kawasan Jalan Barito, Kelurahan Padang Harapan, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu,…

2 jam ago

Pelayanan Disdukcapil Indramayu Ekstra Cepat, Warga Beri Apresiasi Tinggi

INDRAMAYU Aswinnews.com– Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Indramayu mendapat apresiasi dari masyarakat atas…

2 jam ago

STIKES Indramayu Bersama BPBD Dan PT Polytama Propindo Sukses Gelar Seminar Fire & Safety Goes to Campus

INDRAMAYU Aswinnews.com– STIKES (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan) Indramayu bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah…

2 jam ago