Diduga Jadi Korban Pencatutan Identitas, Warga Kota Bengkulu Akan Laporkan Sejumlah Lembaga Keuangan ke Instansi Terkait

BENGKULU, Aswinnews.com – Seorang warga Kota Bengkulu, Reza Afriza (29), mengaku menjadi korban dugaan penyalahgunaan atau pencatutan identitas yang digunakan untuk pengajuan pinjaman pada sejumlah lembaga pembiayaan dan perbankan. Akibatnya, namanya tercatat memiliki beberapa tunggakan kredit yang menurut pengakuannya tidak pernah dia ajukan maupun terima.

Pengakuan tersebut disampaikan Reza saat ditemui di kawasan Padang Harapan, Kota Bengkulu, Jumat (5/6/2026).

Kronologi Awal

Reza menjelaskan, persoalan itu pertama kali diketahui pada awal tahun 2026 ketika dirinya bersama sang mertua mengajukan pembiayaan ke MBK Ventura. Dalam proses verifikasi, petugas menyampaikan bahwa namanya telah terdaftar sebagai nasabah peminjam dan cicilan atas namanya telah berjalan sekitar 27 minggu.

“Petugas MBK menyampaikan bahwa nama saya sudah terdaftar sebagai peminjam dan angsurannya sudah berjalan sekitar 27 minggu. Padahal saya tidak pernah mengajukan pinjaman tersebut,” ujar Reza.

Merasa terkejut dengan informasi tersebut, Reza kemudian berupaya meminta klarifikasi kepada pihak MBK. Setelah beberapa kali berkomunikasi, ia mendatangi kantor MBK untuk menelusuri penggunaan identitas miliknya.

Menurut Reza, dalam proses tersebut ia memperoleh informasi bahwa identitasnya diduga digunakan oleh seorang perempuan berinisial RN untuk memperoleh pinjaman. Reza mengaku RN sempat membuat surat pernyataan yang berisi pengakuan telah menggunakan data dirinya untuk pengajuan pinjaman di MBK.

“RN sudah membuat surat pengakuan bahwa data saya digunakan untuk pinjaman MBK. Namun setelah itu yang bersangkutan sulit dihubungi,” katanya.

Reza juga menyebut bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, RN diketahui merupakan ketua kelompok pinjaman MBK di wilayah Korpri Kota Bengkulu.

Karena merasa dirugikan, Reza kemudian melaporkan persoalan tersebut kepada pihak kepolisian. Setelah laporan dibuat, dilakukan proses mediasi yang mempertemukan dirinya dengan pihak MBK.

Ditemukan Pula di PNM Mekaar dan Amartha

Menurut Reza, persoalan tersebut ternyata tidak hanya ditemukan pada satu lembaga pembiayaan.

Saat mendampingi anggota keluarganya melakukan pengecekan data di PNM Mekaar, ia meminta petugas melakukan pencarian berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) miliknya. Dari hasil pengecekan, ditemukan pinjaman atas namanya dengan nilai sekitar Rp10 juta dan tunggakan sekitar Rp8 juta.

“Saya kaget karena ternyata nama saya juga ada di Mekaar. Padahal saya tidak pernah meminjam di sana,” ungkapnya.

Reza menyatakan hingga kini dirinya belum memperoleh data lengkap terkait pinjaman tersebut. Ia mengaku telah melayangkan somasi kepada pihak terkait dan masih menunggu tanggapan resmi.

Temuan serupa, lanjut Reza, juga ditemukan pada platform pembiayaan Amartha saat dilakukan pengecekan data menggunakan identitas miliknya.

“Saat dicek ternyata nama saya juga tercatat di Amartha. Saya tidak pernah mengajukan pinjaman di sana,” katanya.

Pengecekan Melalui SLIK OJK

Untuk memastikan kondisi riwayat kreditnya, Reza kemudian melakukan pengecekan melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

Dari hasil pengecekan tersebut, ia menemukan adanya catatan pinjaman atau tunggakan atas namanya di beberapa lembaga keuangan, di antaranya Amartha, PNM Mekaar, Bank Neo, dan Astra.

Menurut Reza, keberadaan catatan kredit tersebut berdampak pada kesulitannya dalam mengakses layanan pembiayaan karena namanya tercatat memiliki riwayat kredit bermasalah.

“Nama saya jadi buruk. Ketika ingin mengajukan pinjaman, data menunjukkan ada tunggakan di beberapa tempat, padahal saya tidak pernah meminjam,” ujarnya.

Harapan Korban

Reza berharap pihak berwenang dapat mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan identitas yang dialaminya. Ia juga meminta agar seluruh catatan pinjaman yang bukan menjadi tanggung jawabnya dapat dihapus sehingga nama baik dan riwayat kreditnya dapat dipulihkan.

“Saya berharap nama saya bisa bersih kembali. Siapa pun yang terlibat harus bertanggung jawab. Saya tidak akan menghentikan proses ini sampai ada kejelasan dan pertanggungjawaban. Selain lelah menjalani proses ini, saya juga sudah banyak mengeluarkan biaya untuk mencari keadilan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa dirinya merasa mengalami kerugian baik secara materiil maupun immateriil, termasuk kerugian finansial, waktu, tenaga, rasa aman, serta dampak terhadap reputasi keuangan yang tercatat dalam sistem penilaian kredit.

Somasi Belum Mendapat Tanggapan

Reza mengaku telah mengirimkan somasi kepada pihak PNM Mekaar. Namun hingga berita ini ditulis, menurutnya belum ada tanggapan resmi yang diterima.

Ia juga menyebut upaya menghubungi RN melalui nomor telepon tidak membuahkan hasil karena nomor tersebut sudah tidak aktif. Saat didatangi ke alamat yang diketahui sebelumnya, yang bersangkutan disebut sudah tidak lagi tinggal di lokasi tersebut.

Berencana Melapor ke Sejumlah Instansi

Selain melapor kepada pihak kepolisian, Reza menyatakan akan menyampaikan pengaduan kepada sejumlah instansi, antara lain:

  1. Otoritas Jasa Keuangan (OJK);
  2. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi);
  3. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Menurut Reza, langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh kepastian hukum dan perlindungan atas dugaan penyalahgunaan data pribadi yang dialaminya.

Perlu Klarifikasi dari Pihak Terkait

Kasus ini menjadi perhatian karena diduga melibatkan penggunaan identitas seseorang tanpa persetujuan untuk memperoleh fasilitas pembiayaan di lebih dari satu lembaga keuangan.

Namun demikian, hingga berita ini diterbitkan, pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan, termasuk lembaga pembiayaan terkait maupun pihak yang diduga menggunakan identitas tersebut, belum memberikan keterangan resmi yang dapat dikonfirmasi oleh redaksi.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.


Pewarta: Feronike Agusfriana (Rattu)
Editor: Aswinnews.com

Kartolo

Recent Posts

Sesosok Mayat Pria Ditemukan Mengapung Di Aliran Sungai Wampu Langkat, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan

LANGKAT – Aswinnews.com Warga Desa Tanjung Lenggang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, dihebohkan dengan penemuan sesosok…

2 jam ago

Sony Sonjaya Siap Menjadi Justice Collaborator: Kotak Pandora Kejahatan MBG Akan Terbuka?Oleh: Aceng Syamsul Hadie (ASH)

Aswinnews.com lPernyataan tersangka kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sony Sonjaya, yang menyatakan…

5 jam ago

Putra Aceh Said Iqbal Dilantik Jadi Penasihat Khusus Presiden, Isa Alima: Harus Tetap Pro Rakyat

Pengalaman Memperjuangkan Hak Buruh Jadi Modal Penting Rumuskan Kebijakan yang Adil BANDA ACEH,Aswinnews.com-Tokoh perburuhan nasional…

5 jam ago

Putra Daerah dengan Pengalaman Nasional : Prof. TM. Jamil Nilai Brigjen Dedy Tabrani Layak Jadi Kapolda Aceh

Akademisi USK menekankan akar lokal dan integritas sebagai modal utama; kepemimpinan Kapolda harus berpijak pada…

14 jam ago

GURU MENGAJI DEDIKASIKAN DIRINYA SECARA SOSIAL DAN SUKARELA, MUNCUL DUGAAN PENYEBARAN STIGMA YANG PATUT DIUJI SECARA HUKUM

PURWAKARTA, Aswinnews.com – Komunitas Madani Purwakarta (KMP) menyatakan keprihatinan atas berkembangnya polemik yang menimpa seorang…

14 jam ago

Warga Magelang Dapat Peluang Bagus, SPMB SMP Negeri Dibuka Hari Ini, Siswa Bisa Mendaftar Tiga Sekolah Sekaligus

Magelang, Aswinnews.com – Kabar baik bagi warga Kota Magelang. Proses penerimaan siswa baru untuk Sekolah…

16 jam ago