Dampak Perang IAI Terhada Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Oleh; Wiriadi Sutrisno

aswinnews.com

Sumber : Google Image, 2026

            Perang IAI (Iran vs Amerika&Israel) berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui lonjakan harga minyak global dan gangguan pasokan di Selat Hormuz. Harga minyak dunia yang mengalami bullish  per barel pada  Mei 2026, terlihat dari pergerakan yang volatil dengan Brent Crude tercatat pada $105 dan WTI di $100. Keduanya mengalami fluktuasi signifikan setelah lonjakan tajam pada beberapa hari sebelumnya, mencerminkan reaksi pasar terhadap ketegangan geopolitik dan faktor ekonomi yang mempengaruhi pasokan dan permintaan energi global.  Secara global  krisis di selat Hormuz merangsang sentimen negatif yang mengguncang pasar lewat dua jalur besar yakni faktor fundamental dan faktor teknikal. Keduanya saling mempengaruhi, dengan cara kerjanya berbeda.

  1. Fundamental Faktor yang Terganggu.                                                             
  2. Gejolak perekonomian  global  dapat terlihat dari dinamik kondisi supply demand, bisnis, dan geopolitik, pada :                                                                                                                            Energi & minyak, Terganggunya
  3. Selat Hormuz sebagai  jalur vital ekspor minyak dunia akan menyebabkan harga minyak melonjak tajam, Biaya logistik dan asuransi kapal naik, Negara importir energi seperti Indonesia terdampak inflasi.

     Inflasi global,                                                                                                                                           

Kenaikan harga minyak memicu harga pangan naik, Ongkos produksi industri meningkat, Suku bunga berpotensi tetap tinggi lebih lama.Hal ini merupakan sentiment negatif untuk: saham growth, sektor konsumsi, properti, startup teknologi.                                                             

Risk-off sentiment,                                                                                                                             

Investor global akan mengalami perpindah ke aset yang lebih aman seperti emas, dolar AS, obligasi pemerintah AS. Sedangkan aset berisiko seperti saham emerging market,crypto,mata uang negara berkembang mengalami penekanan.                               

2. Technikal Faktor yang Terguncang.                                                                         

  Ini terkait psikologi pasar, chart, likuiditas, dan perilaku  trader.                                            

Volatilitas meningkat.                                                                                                                           

Saat ada eskalasi geopolitik, seperti candle jadi liar,spread melebar,fake breakout sering muncul, akan menyebabkan pelonjakan Indikator seperti: ATR,VIX, volume spike.

Breakdown support/resistance Berita

sentimen negatif besar bisa melemahkan support kuat,resistance ditembus tanpa validasi normal karena market bergerak berdasarkan panic buying/selling.                                                                                      Algoritma & smart money                                                                                                                       

Bot trading dan institusi besar sering melakukan tindakan  langsung jual aset risk-on, hedge ke emas/minyak,memicu cascade liquidation.Di crypto misalnya akan terjadi long squeeze,liquidation chain,funding rate ekstrim.                                                                                                            

Korelasi pasar berubah                                                                                                                

Normalnya akan terjadi  pergerakan saham dan crypto rang berbeda.Namun  pada saat krisis semua risk asset bisa turun bersamaan.Ini membuat analisis teknikal terkadang  mengalami kegagalan  sementara.

Dampak Utama Perang IAI dan krisis selat Hormuz Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026:                                                                                                                                   

Efek lanjutannya dari krisis perang IAI,  terhadap pertumbuhan ekonomo 2026, yakni Harga BBM berpotensi naik, Terjadi penekanan  pada APBN  terhadap subsidi energy, Rupiah melemah karena impor minyak makin mahal, seperti terlihat pada indikator ekonomi sebagai berikut:

  • Energi & Fiskal: Sebagai importir minyak net, kenaikan harga minyak berpotensi menaikkan      subsidi energi. Setiap kenaikan 1 USD per barel, subsidi BBM diprediksi meningkat sekitar     6,8 triliun Rupiah per tahun.
  • Inflasi & Daya Beli: Kenaikan harga minyak memicu inflasi melalui kenaikan                         biaya BBM, transportasi, dan logistik, yang dapat mengurangi daya beli masyarakat.
  • Nilai Tukar Rupiah: Ketidakpastian geopolitik mendorong investor keluar dari pasar             negara      berkembang (termasuk Indonesia), menekan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS.
  • Pasar Modal & Investasi: Potensi penurunan pada IHSG dan volatilitas obligasi negara         akibat aliran modal keluar (capital outflow).

Langkah Antisipasi Pemerintah:

Menyikapi kondisi perekonomian global yang terimbas sentiment negatif  dari tragedy perang IAI dan krisis Selat Hormuz, Tim ahli ekonomi Kabinet Merah Putih dibawan komando Presiden RI, melakukan langkah langkah antisipasi pengamanan dan penyelamatan sebagai berikut:

  • Diversifikasi Energi: Pemerintah mengamankan sumber impor energi di luar   Timur Tengah                  untuk mengurangi ketergantungan pada kawasan konflik.
  • Kebijakan Moneter: Bank Indonesia mengambil langkah strategis menjaga stabilitas nilai     tukar Rupiah dari dampak perang.
  • Penyesuaian APBN: Penyesuaian target anggaran dilakukan untuk mengantisipasi potensi defisit akibat subsidi. Meskipun terdapat risiko signifikan, kinerja ekonomi Indonesia pada triwulan IV 2025 tercatat cukup kuat dengan pertumbuhan 5,39%, dan pemerintah terus memantau dampak eskalasi ini terhadap stabilitas ekonomi nasional.                                                          

         Ekonomi Indonesia pada Kuartal I-2026 tumbuh 5,61% secara tahunan (y-on-y), melampaui tren  5% sebelumnya dan mendekati target 6%. Pertumbuhan ini didukung oleh aktivitas domestik serta sektor pengolahan, akomodasi, makanan-minuman, dan transportasi. Pemerintah terus mengakselerasi program prioritas untuk mencapai target tersebut.  Poin-poin penting terkait  dengan capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia per Mei 2026:

  • Pencapaian Kuartal I-2026: BPS mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,61% (y-on-y),                         lebih tinggi dari perkiraan konsensus 5,3% dan capaian kuartal    sebelumnya.
  • Keluar dari Tren 5%: Menteri Keuangan menyatakan angka ini menunjukkan                                 Indonesia mulai terlepas dari “kutukan” pertumbuhan di kisaran 5%.
  • Fokus Pemerintah 2026: Target pertumbuhan mendekati 6% diupayakan melalui          akselerasi program prioritas, transformasi tata kelola, dan peningkatan   investasi.

         Untuk mencapai target pertumbuhan 6% pada tahun 2026, sebagai langkah awal menuju target menengah 8%. Tim Ekonom menekankan perlunya peningkatan investasi ke arah 40% dari PDB , dari kisaran 30% pada kuartal III-2025. Sektor yang paling berkontribusi signifikan pada pertumbuhan ini  antara lain industri pengolahan, jasa lainnya, transportasi, serta akomodasi dan makan minum. Selanjutnya  Menkeu mengklaim  dengan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 mencapai 5,5% – 5,61%, optimis tren ini akan meningkat di kuartal berikutnya. Dengan pertumbuhan di atas 6% secara berturut-turut menjadi indikator bagi pemerintah untuk menerapkan kebijakan tertentu, seperti peningkatan pajak dari  marketplace.  Ini merupakan sikap optimisme  Pemerintah RI di Tengah Tekanan Global (Wir@Aswin2026)

admin

Recent Posts

DPC PDI Perjuangan Purwakarta Gelar Diskusi Politik Bersama KSB PAC Dan Sayap Partai

Purwakarta, Aswinnews.com – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Purwakarta menggelar kegiatan diskusi politik di Sekretariat DPC…

17 menit ago

Apes! Jalan Raya Citeko Purwakarta Jadi ‘Kubangan’ Abadi: Proyek Tambal Sulam Gagal, Rumah Warga Kebanjiran

Purwakarta – AswinNews.com — Jumat, 15 Mei 2026 — Janji pembangunan infrastruktur kembali menuai sorotan…

57 menit ago

Tambang Galian C Diduga Ilegal di Sungai Cikeruh Kembali Beroperasi, Warga: “Seolah Kebal Hukum”

Majalengka – AswinNews.com — Jumat, 15 Mei 2026 — Aktivitas tambang galian C diduga ilegal…

1 jam ago

Bhabinkamtibmas Polsek Secanggang Tingkatkan Patroli Satkamling, Warga Diajak Aktif Jaga Kamtibmas

Langkat AswinNews,com. - Sebagai bentuk kehadiran Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Bhabinkamtibmas Polsek…

6 jam ago

Membalas Opini dengan Ilmu, Bukan Amarah : Etika Falsifikasi dalam Demokrasi Akademik

Oleh :Prof. Dr. TM. Jamil, M.SiPengamat Politik dan Akademisi Universitas Syiah KualaKetua Dewan Penasehat Assosiasi…

9 jam ago

Impact of the IAI War on Indonesia’s Economic Growth

By : Wiriadi Sutrisno aswinnews.com Source: Googel Image. 2026           The IAI War (Iran vs.…

11 jam ago