Oplus_16908288
REMBANG, Aswinnews.com– Tradisi larung sesaji atau sedekah laut kembali digelar masyarakat pesisir Dukuh Layur, Desa Gedungmulyo, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Minggu (10/5/2026), di kawasan Pulau Gosong.
Tradisi tahunan tersebut berlangsung meriah dan dipadati warga yang antusias mengikuti rangkaian acara budaya pesisir itu.
Larung sesaji merupakan bentuk rasa syukur masyarakat nelayan atas rezeki yang diperoleh dari laut sekaligus doa keselamatan bagi para nelayan saat melaut.
Puluhan perahu nelayan tampak mengiringi prosesi pelarungan sesaji menuju tengah laut. Suasana semakin semarak dengan iringan musik gamelan tradisional yang dimainkan di atas perahu selama prosesi berlangsung.
Sebelum dilarung ke laut, ancak atau sesaji terlebih dahulu diarak mengelilingi desa. Arak-arakan budaya tersebut turut dimeriahkan kesenian tradisional berupa musik gamelan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi warga dan pengunjung.
Sesaji yang dilarung berisi berbagai buah-buahan serta kepala kambing yang ditempatkan di dalam miniatur rumah-rumahan sebelum dibawa menuju kawasan Pulau Gosong.
Sebelum prosesi larung dilakukan, warga bersama tokoh masyarakat terlebih dahulu memanjatkan doa bersama sebagai ungkapan syukur dan harapan agar para nelayan diberikan keselamatan serta hasil tangkapan yang melimpah.
Kasi Pemerintahan Desa Gedungmulyo, Jumari, mengatakan tradisi larung sesaji merupakan bentuk rasa syukur masyarakat kepada Allah SWT karena mayoritas warga Dukuh Layur menggantungkan hidup dari hasil laut.
“Larung sesaji ini bentuk syukur kepada Allah lewat laut, karena mayoritas warga Dukuh Layur mata pencahariannya di laut,” ujar Jumari.
Ia menjelaskan, tradisi tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun dan menjadi simbol kebersamaan masyarakat desa.
“Harapannya warga semakin sejahtera dan semakin kompak, terutama dalam melestarikan adat istiadat desa,” tambahnya.
Ketua Panitia Sedekah Laut, Sairin, menjelaskan rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan karnaval budaya, kemudian dilanjutkan prosesi larung sesaji dan malam harinya digelar pertunjukan ketoprak.
“Tadi pagi dimulai dengan karnaval, lalu larung sesaji. Setelah itu nanti dilanjutkan pagelaran ketoprak,” jelasnya.
Sementara itu, salah seorang warga, Turiyono, menyebut antusiasme masyarakat tahun ini tetap tinggi seperti tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, tradisi larung sesaji menjadi simbol kekompakan warga sekaligus doa bersama bagi keselamatan nelayan.
“Harapan kami para nelayan selalu diberi keselamatan saat melaut dan hasil tangkapan melimpah,” katanya.
Tradisi larung sesaji di Pulau Gosong menjadi salah satu budaya masyarakat pesisir Lasem yang terus dijaga dan dilestarikan sebagai bentuk rasa syukur, kebersamaan, serta penghormatan terhadap adat warisan leluhur.
(Wibowo) l Redaksi Aswinnews-Tajam Berimbang danTer-Upadate
Banda Aceh Aswinnews.com— Keluarga Besar ICMI Aceh menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Dr. Rina…
Geumpang Aswinnews.com-13 Mei 2026 — Bertempat di Kantor Camat Geumpang, Camat Geumpang, Mahdi, S.T., bersama…
Oleh Aceng Syamsul Hadie, S.Sos., MMKetua Dewan Pembina DPP ASWIN (Asosiasi Wartawan Internasional) Aswinnews.com-Kasus dugaan…
PIDIE Aswinnews.com– Polres Pidie bersama Pemerintah Kabupaten Pidie menyerahkan bantuan bibit jagung, pupuk, serta melakukan…
Oleh: Drs.M. Isa Alima Aswinnews.com-Dalam dunia pendidikan tinggi, kepemimpinan bukan sekadar soal jabatan, melainkan tentang…
Langkat Aswinnews.com— Pendekatan pemolisian masyarakat yang dibangun Polres Langkat kembali menunjukkan hasil nyata. Berkat sinergi…