Jombang Aswinnews.com — Pelaksanaan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) II PCNU Jombang yang dirangkai dengan halal bihalal serta peresmian gedung sekretariat berlangsung semarak. Kegiatan ini dihadiri berbagai elemen penting daerah dan menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi kinerja organisasi sekaligus merumuskan arah program ke depan.
Namun, di balik kemegahan acara, muncul sorotan dari sejumlah kalangan yang menilai forum tersebut belum sepenuhnya mencerminkan ruang kerja yang fokus dan produktif. Dokumentasi yang beredar memperlihatkan sebagian peserta menikmati hidangan di tengah berlangsungnya agenda, memunculkan persepsi bahwa kegiatan lebih bernuansa santai dibanding forum pengambilan keputusan strategis.
Secara ideal, Muskercab merupakan forum resmi organisasi dengan fungsi krusial, meliputi evaluasi program kerja, penyusunan rencana strategis, penguatan konsolidasi internal, serta penegasan peran organisasi dalam menjawab persoalan masyarakat. Ketika pengelolaan acara tidak menempatkan agenda utama sebagai prioritas, esensi tersebut dikhawatirkan mengalami reduksi.
Baca Juga Kepala Sekolah MTsN 3 Bojong Sulit Ditemui, Disebut Alami Trauma Di Tengah Isu yang Memanas

“Momentum Muskercab seharusnya dimanfaatkan untuk diskusi mendalam dan menghasilkan keputusan konkret. Jika terlalu cair, hasilnya berpotensi kurang maksimal,” ujar seorang pemerhati organisasi kemasyarakatan di Jombang.
Di sisi lain, panitia pelaksana menegaskan bahwa konsep acara memang dirancang dengan menggabungkan unsur formal dan kebersamaan. Pendekatan ini, menurut mereka, bertujuan mempererat hubungan antar pengurus dan anggota pasca-Hari Raya, sekaligus menjaga suasana kekeluargaan dalam organisasi.
“Kegiatan ini tidak hanya forum kerja, tetapi juga ajang silaturahmi. Agenda formal tetap berjalan sesuai rencana,” jelas perwakilan panitia.
Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Jombang turut menunjukkan nilai strategis kegiatan ini dalam membangun sinergi antara organisasi keagamaan dan pemerintah daerah. Dukungan tersebut diharapkan memperkuat kontribusi organisasi dalam pembangunan sosial dan keagamaan di wilayah Jombang.
Baca Juga Polsek Bahorok Kawal Aksi Warga Desa Empus, Tuntut Perbaikan Jalan Binjai–Bukit Lawang

Meski demikian, kritik yang muncul menjadi catatan penting bagi penyelenggara. Transparansi hasil Muskercab—termasuk keputusan, program prioritas, dan target implementasi—dinilai perlu disampaikan secara terbuka guna menjaga kepercayaan publik.
Selain itu, penguatan manajemen forum menjadi hal yang tak kalah penting, antara lain melalui:
- Penegasan jadwal dan disiplin agenda
- Pemisahan tegas antara sesi formal dan nonformal
- Dokumentasi hasil sidang yang sistematis
- Pelibatan peserta secara aktif dalam diskusi
Ke depan, publik berharap Muskercab tidak sekadar menjadi agenda rutin yang bersifat seremonial, melainkan benar-benar menjadi ruang strategis yang melahirkan gagasan dan solusi konkret bagi masyarakat.
Sorotan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa organisasi sebesar PCNU memiliki peran penting, tidak hanya dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga dalam memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan sosial, pendidikan, dan kesejahteraan umat.
Penulis Lilis l Redaksi Aswinnews-Tajam Berimbang danTer-Upadate
![]()
