Yogyakarta – AswinNews.com —
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sejahtera terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat melalui jalur pendidikan nonformal. Lembaga ini hadir sebagai solusi bagi warga yang membutuhkan akses pendidikan fleksibel, inklusif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
PKBM Sejahtera menjadi wadah belajar bagi masyarakat dari berbagai latar belakang tanpa membedakan usia, jenis kelamin, maupun pekerjaan.
Melalui berbagai programnya, lembaga ini tidak hanya berupaya mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga membekali peserta didik dengan keterampilan dan kemandirian yang sesuai kebutuhan masa kini.
Ketua PKBM Sejahtera menjelaskan bahwa lembaga ini menyediakan program pendidikan kesetaraan, yakni Paket A setara SD, Paket B setara SMP, dan Paket C setara SMA. Selain itu, tersedia pula program homeschooling, bimbingan belajar, pelatihan keterampilan, pendidikan keaksaraan, hingga taman bacaan masyarakat sebagai sarana pendukung literasi.
Berawal dari Gerakan Pendidikan untuk Semua
Lahirnya PKBM tidak terlepas dari gerakan global “Education for All” yang dideklarasikan pada tahun 1990 di Thailand oleh 155 negara melalui konsep Learning Community Center (LCC).
Gagasan ini kemudian diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1997 dan dikenal sebagai PKBM.
Di tengah krisis moneter 1998, sejumlah tokoh masyarakat melihat peluang untuk menghadirkan pendidikan alternatif bagi warga yang tidak terjangkau pendidikan formal.
Dari semangat inilah PKBM Sejahtera resmi berdiri pada 10 November 1998 di Kelurahan Suryodiningratan, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta.
Lembaga ini diprakarsai oleh Ign. Bondan Purwantoro, S.Sos, bersama tiga pengurus dan enam tutor. Pada awalnya, jumlah peserta didik masih terbatas, yakni tujuh orang pada program Paket A dan 15 orang pada Paket B.
Kegiatan belajar dilaksanakan tiga kali seminggu pada malam hari.
Perkembangan Program Pendidikan
Seiring waktu, PKBM Sejahtera menunjukkan perkembangan signifikan. Pada tahun 2001, lembaga ini pertama kali melaksanakan ujian Paket A dan B dengan hasil seluruh peserta dinyatakan lulus.
Kemudian pada tahun 2003, program Paket C mulai dibuka dengan 25 peserta didik, dan ujian pertamanya dilaksanakan pada tahun 2006.
Sejak tahun 2012, sistem penerimaan peserta didik baru yang sebelumnya tiga tahunan berubah menjadi tahunan, guna memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Penguatan Sumber Daya Pengajar
Jumlah tenaga pengajar juga mengalami peningkatan dari enam tutor di awal berdiri menjadi 25 tutor pada tahun 2020.
Dari jumlah tersebut, 23 orang merupakan lulusan sarjana dan dua orang lulusan SLTA.
Pada tahun 2013, terjadi pergantian kepemimpinan akibat kondisi kesehatan pendiri.
Tongkat estafet kepemimpinan kemudian dilanjutkan oleh Ir. Eko Ratmoko sebagai ketua.
Tantangan Pendanaan
Dalam operasionalnya, PKBM Sejahtera mengandalkan berbagai sumber pendanaan, mulai dari bantuan pemerintah melalui APBD dan APBN hingga iuran sukarela peserta didik sebesar Rp100.000 per bulan.
Namun, iuran tersebut tidak bersifat wajib, mengingat banyak peserta berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.
Dana yang terkumpul digunakan untuk kebutuhan operasional seperti honor tutor, modul pembelajaran, dan sarana prasarana.
Lembaga ini juga pernah mengalami masa sulit, terutama pada periode 2011–2014 saat tidak menerima bantuan pemerintah. Bahkan, kas operasional sempat mencapai nol rupiah.
Terakreditasi dan Terus Berkembang
Konsistensi PKBM Sejahtera dalam memberikan layanan pendidikan membuahkan hasil dengan diraihnya akreditasi B pada tahun 2017.
Dengan pengalaman lebih dari dua dekade, lembaga ini optimistis terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
PKBM Sejahtera diharapkan mampu menjadi bagian penting dalam mewujudkan pendidikan sepanjang hayat serta membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan setara formal.
Visi dan Misi
Visi:
Terwujudnya masyarakat yang cerdas, terampil, berkarya, dan mandiri untuk meningkatkan kesejahteraan hidup.
Misi:
Menyelenggarakan pendidikan sesuai Standar Nasional Pendidikan pada program kesetaraan Paket A, B, dan C.
Mengembangkan pendidikan keterampilan untuk meningkatkan potensi warga belajar.
Membentuk kelompok belajar produktif yang mampu menghasilkan karya dan meningkatkan kemandirian.
Mencetak lulusan yang mampu melanjutkan pendidikan, membuka usaha mandiri, atau mengisi peluang kerja.
Penulis: Maztho
Kontributor Yogyakarta: Edi Pribantoro, ST (Bendahara PKBM Sejahtera)
🖊️ Laporan Jurnalis: Maztho
✍️|Redaksi AswinNews.com – Tajam, Terpercaya, Berimbang, dan Ter update
Garut – Aswinnews.com – Suasana khidmat mewarnai pelaksanaan upacara pengibaran Bendera Merah Putih di SMA…
BANDUNG, Aswinnews.com – Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Provinsi Jawa Barat kembali melaksanakan Gerakan Senin…
Jakarta – Aswinnews.com Para Pengawas Bina Madrasah, di antaranya Oma Saumadin,S.Pd.I., M.M.,Dra. Ujianti Prihatini, M.Pd.…
Langkat, Aswinnews.com – Polres Langkat melalui Polsek Padang Tualang melaksanakan pengamanan kegiatan ibadah Minggu dan…
BANDUNG, Aswinnews.com – Pengurus Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) Kota Bandung terus menunjukkan komitmennya dalam…
PURWAKARTA, Aswinnews.com – Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Kabupaten Purwakarta menggelar Konferensi…